Mau optimis tapi pas bikin perhitungan kemungkinan sempet malah jadinya pesimis 🙃

seen from Montenegro

seen from Australia
seen from Egypt

seen from Japan
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from China

seen from Latvia

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Latvia
seen from Türkiye
Mau optimis tapi pas bikin perhitungan kemungkinan sempet malah jadinya pesimis 🙃
Healing healing bukannya healing malah makin sinting, ajg! #healing #self #gitudeh (at Healing Is Possible) https://www.instagram.com/p/CXFJ9z8P_vg/?utm_medium=tumblr
Ya gitu deh, lagi dalam edisi menulis aja biar apa yang ada di otak ga gampang luntur, sama biar syaraf-syaraf yang ada ini menjadi mangpaat. *CAILA *YAGITUDEH
Boleh banget downggg mampir di salah satu investasi rumahku yang baru, bisa dikasih tepuk tangan juga disana. HAHAHAHA MACAM LAWAKAN YE KAN?:( itung-itung ngabuburit ya kan ya kan ya kan
Gak Komitmen bikin kita Cemen . Kata siapa? . Kata saya! . Contohnya? . Saya kemarin gak sempat posting #30hbc1817, tapi karena malu sama komitmen saya tetap akan posting . Ini kan udah masuk #30hbc1818 woi! . Gak apa-apa. Komitmen gak mengenal terlambat, yang penting dijalani. Ditekuni. Karena komitmen itu bukan sekedar kata, tapi tindakan . #30haribercerita #30hbc1817 #telatposting #bukanberartilepaskomitmen #gitudeh . Pic from Google
Ingat ingat .. . #pameran #car #gitudeh #indonesia
Sebuah pembicaraan adalah a talking. #curhatmalammalam #malamterakhir #malammerindu #bulanmerindu #gitudeh #potonganfilm #beforesunrise
Aku mau cerita
Kemarin, iya baru kemarin. Baru ke rumah sakit jenguk ustad. Ustad yang ngelola tempatku tinggal. Syafakallah ustad. Perjalanan yang sempat hampir batal karena dilarang ummi (istri ustad) yang hanya mengizinkan 2 orang dari RQ untuk menjenguk, sedang kami ber6 bahkan lebih sudah berniat menjenguk. Ustad butuh istirahat katanya, terlalu banyak yang menjenguk. Hal itu bikin kami mikir, tapi finally kita bandel dan tetap berangkat. Singkat cerita, sampailah kita disana. Ustad kurus, batuk-batuk, lemas, dan lesu. Ummi sabar banget ngerawat ustad dengan cinta, hiks *terharucoy #romantis. Anak ummi ada yang masih kecil (sekitar TK lah), dan sesuai tahap perkembangan, doi lagi masa-masanya ga bisa diem, egosentris istilah medisnya yang artinya menganggap diri selalu benar dan apa-apa harus, u know lah yaa. Ok, pointnya bukan itu si. Tapi parenting *halah. Eh tapi serius, aku memproyeksikan diri jika berada di posisi Ummi, dapatkah aku sesabar itu? Menemani dalam suka dan duka? *asek. Perawat, yap perawat. Kemarin sempat lihat juga perawat. Someday, jika Allah mengizinkan aku akan jadi perawat. Perawatnya juga profesional. Aku? Yaelah, ngeliat yang sakit seringnya nangis. Kenapa? Mikir aja, kenapa nikmat sehat ini sering aku sia-siakan, astagfirullah :( Udah deh gitu aja ceritanya, ambil ibrahnya sendiri ya, haha.