Sabda Rindu
"Sabda berarti kata; perkataan dari yang derajatnya paling tinggi seperti tuhan, nabi, raja, dsb. Merupakan sebuah kata yang memiliki arti tidak terbantahkan. Sabda Rindu, memiliki interpretasi / tafsiran sebagai rindu yang tidak mungkin terbantahkan, rindu yang tidak bisa dielak, rindu yang tidak bisa dihindari ataupun ditolak, karena ia berasal dari dalam diri setiap makhluk hidup"
Begitulah kesimpulan yang saya tulis pada hasil penelitian skripsi saya di tahun 2014-2015. Kalau diingat-ingat, rasanya saya seperti manusia yang serba sok tahu, sok paham dan sok-sok lainnya. “Analisa penyampaian pesan dalam lirik lagu Sabda Rindu - Glenn Fredly” begitu saya memberi tajuk pada penelitian tersebut, yang kalau saya baca ulang sekarang, ada rasa malu yang tak tertahan karena tulisan-tulisan sok tahu itu berasal dari hasil penelitian subjektif, karena memang metode penelitian tersebut membutuhkan saya menjadi subjektif.
Bukan, tulisan ini bukan tentang pembahasan hasil skripsi saya. Tulisan ini akan menjadi tulisan paling personal yang akan sangat panjang untuk mendiang Glenn Fredly, sosok yang sangat melekat dalam kehidupan saya karena karya-karyanya, dan tentunya juga untuk orang banyak.
Menulis ini, membutuhkan banyak energi agar tidak kembali bermuram hati, saya masih berkaca-kaca begitu flash-back banyak teman dan sahabat yang langsung mengingat atau menghubungi saya ketika mendengar kabar duka pada tanggal 8 April 2020, pukul 7.45 PM.
Pesan bertubi-tubi dari banyak teman dan sahabat via whatsapp dan DM Instagram membuat saya jadi semakin sakit kepala dan malah ingin menghindari membaca berita-berita di social media. Malam itu saya terlalu kewalahan, bingung apa yang harus diperbuat, sambil membatin seandainya saya dapat akses, pasti saya akan datang saat itu juga ke rumah duka, meskipun memang tidak mungkin karena keadaan Indonesia yang sedang tidak baik akibat pandemi COVID-19. Satu per satu saya masih membalas chat personal dari teman-teman yang juga mencintai sosok Glenn Fredly, mungkin mereka butuh bicara dengan orang yang memiliki kedukaan yang sama, dan mereka tahu saya akan amat sangat berduka.
Dalam hati yang terdalam saya berpikir dan bertanya-tanya sambil bingung harus berbuat apa “loh saya kan bukan keluarganya, kok bisa seramai ini ya yang menghubungi saya? menkonfirmasi berita, mengabari info terupdate, bertanya keadaan saya, bilang belasungkawa, sedih, menangis, berduka cita dan banyak lagi emosi lainnya yang ditumpahkan ke saya, lalu kami jadi berduka bersama-sama”. Kemudian saya menyadari, bahwa sosok Glenn Fredly dan karya-karyanya ini memang dicintai orang banyak, dan saya merupakan salah satu yang mencintainya dengan cara berteriak, ‘hardcore fan’ saya menyebutnya.
Tidak ingat kapan tepatnya saya sangat mencintai sosok Glenn Fredly dan karya-karyanya, tapi satu yang pasti, mengutip perkataan dari salah satu teman “ngerti banget Sal, kaya emang Glenn ada di setiap timeline kehidupan lo...” ya, Glenn dan lagu-lagunya memang selalu ada di lebih dari setengah timeline kehidupan saya sampai saat saya menulis tulisan ini. Tidak bisa dihitung ratusan atau bahkan ribuan ‘momen’ hidup saya yang bersangkutan dengan lagu-lagu-nya. dan, tidak, saya tidak merasa spesial sendiri, saya yakin banyak juga yang seperti saya.
Yang masih saya ingat, berawal dari satu film Indonesia yang sepertinya kurang diketahui orang banyak, berjudul Cinta Silver, film romance super cheesy yang rilis pada tahun 2005. Bisa mendapatkan akses untuk menonton film ini karena saat SMP banyak sekali didaftarkan menjadi member penyewaan dvd/cd film seperti video ezy, ultra disc, dsb. Sepanjang film, full satu album, berjumlah 12 lagu Glenn Fredly menjadi soundtrack-nya. dan karena film tersebut lah, saya mengenal Glenn Fredly dan lagu-lagu cinta-nya.
Karena latar film tersebut di Bali, ditambah dengan lagu-lagunya yang menjadi soundtrack, pada saat itu entah kenapa lagu-lagu Glenn Fredly di dalam album ini dan Bali sangat melekat di otak saya, sampai saya versi kecil yang sekiranya berusia 12 tahun jadi punya impian tersembunyi “Kalau suatu hari nanti ke Bali, saya harus putar lagu yang ada di album soundtrack film ini sambil berkendara keliling Bali”. Iya, mungkin sudah sering kali saya katakan kalau saya adalah seorang yang berjiwa hopeless romantic dan cheesy, meskipun sisi itu seringkali saya sembunyikan. Impian sederhana ini tentunya terus saya jaga sampai akhirnya bisa terwujud di tahun 2012.
Di sepanjang perjalanan dari menonton cinta Silver hingga 2012, saya pun tidak pernah absen memutar lagu-lagu Glenn dalam setiap momen, dalam setiap acara, dalam setiap request di radio, dan pada momen-momen yang membutuhkan untuk mendengarkan musik. Pun jadinya selama masa sekolah menengah, orang-orang terdekat dan sahabat-sahabat saya jadi sangat hafal kalau tengah mendengarkan musik bersama-sama, pasti saya tidak pernah ketinggalan menyelipkan atau meminta lagu-lagu Glenn untuk diputar.
Bagi seorang fan yang mencintai karya-karyanya, saya tidak pernah berhenti, album demi album dan lagu baru demi lagu baru saya ikuti, dan akhirnya bisa punya kesempatan melihat penampilan live-nya lebih dekat berkali-kali, sampai bisa berjabatan tangan langsung sambil mendengar ia mengucapkan terima kasih dalam jarak sangat dekat. Banyak sekali orang yang bilang kalau lagu-lagu Glenn ada di fase bahagia dan terluka-nya, begitupun saya, saya tumbuh diiringi lagu-lagu cintanya. Sampai pada akhirnya saya dapat mengenal siapa sosok Glenn Fredly lebih dalam pada tahun 2014 di saat saya memulai penelitian skripsi, di mana saya menjadikan salah satu lagu-nya di album Luka, Cinta dan Merdeka (2012) menjadi bahan penelitian, yaitu Sabda Rindu. Sebagai manusia yang sangat literal, saya selalu memperhatikan lirik setiap kali mendengarkan musik, dan pada Sabda Rindu saya menjatuhkan hati. Lirik puitis sederhana dalam Sabda Rindu memang sangat mengisyaratkan seperti lagu cinta pada umumnya, meskipun bukan lagu yang terbilang menjadi ‘hits’nya, tapi seiring semakin mengenal sosok Glenn, semua lagu-nya jadi memiliki arti yang universal. Banyak lagu-lagunya yang digunakan untuk menyampaikan pesan kebaikan & kemanusiaan, semua hal dikaitkan, semua bisa saling terkait dan berkaitan. Saya jadi lebih leluasa dalam menginterpretasikan Sabda Rindu yang ia pakai untuk menyampaikan banyak pesan.
Pandangan saya pun jadi ikut berubah, Glenn bukan lagi hanya sekedar penyanyi lagu cinta roman picisan di mata saya. Romantisme yang ia sampaikan dari lagunya bukan lagi hanya sebuah romantisme ‘cinta-cintaan’, tapi romantisme yang universal, lebih besar daripada sekadar rasa sayang, lebih besar daripada cinta atau patah hati pada orang tersayang, sebuah romantisme cinta untuk menjadi peduli dengan setulus hati pada semua aspek di bumi.
Saya semakin bisa melihat jiwa-jiwa yang berbeda dari setiap karyanya; jiwa penuh kasih, jiwa sosial, dan jiwa nasionalis. Banyak hal yang sudah ia lakukan untuk banyak orang dari jiwa-jiwa yang ia miliki tersebut. Dari Glenn, saya belajar sangat banyak tentang toleransi, optimisme dan pentingnya menebar kasih pada sesama. Terkadang jiwa nasionalis saya selalu membara setiap kali ia menyampaikan pesan demokrasi ketika menanggapi hal-hal buruk yang sering terjadi di tanah kelahiran ini.
Kerendahan hati seorang Glenn telah membawanya ke banyak tempat untuk saling mencintai semua yang berbeda, saling melindungi, saling memahami & menyanyangi pada seluruh aspek universal. Semua gerak, sikap, dan pesan yang ia tumpahkan pada karya-karyanya berasal dari hati yang murni, dengan intensi untuk kebaikan orang banyak, hingga terasa dan nyata manfaatnya untuk semua yang ia cintai.
Kini, mendengar atau melihat karya-karyanya memang sudah tidak akan sama lagi. Akan ada rasa kecil kehilangan di banyak hati. Tapi saya yakin, semua yang sudah ia kerjakan, ia tebarkan, ia ciptakan adalah berkat untuk kami yang masih diberi waktu tinggal lebih lama di bumi.
Satu hal yang masih saya sesali, saya tidak sempat datang ke salah satu konser tunggalnya, dan saya tidak sempat melihat penampian live-nya menyanyikan Sabda Rindu. Namun, mengutip perkataan yang sangat menenangkan dari seorang teman saat saya tengah bersedih hati mengenang mendiang Glenn “Cerita hidupnya sudah lengkap, gua yakin dia juga sayang sama semua orang tapi itu juga jadi alasan dia bakal sedih kalau ternyata yang ditinggalin nggak senyum dan nggak lapang sama kepergian dia, dia udah tabur benih kasih dari awal, sekarang biar dia panen kasihnya dari senyum sama memori indah tentang kalian dan legacynya”
Saya memang tidak memiliki signifikansi di dalam hidupnya kakak Glenn. Tapi jelas sekali, banyak hal dari kakak Glenn memiliki signifikansi dan apresiasi tinggi di hidup saya.
Masa berkabung ini harus segera saya sudahi dan mengikhlaskan kepergiannya. Semoga semua orang terkasih yang ia tinggalkan juga bisa segera ikhlas dan kembali mengenang memori indah dengan senyum merekah.
Selamanya, saya akan ber-Sabda Rindu untuk kakak bung Glenn Fredly.
Purnatugas di dunia Glenn Fredly Deviano Latuihamallo.
Terima kasih sudah menyentuh hati orang banyak dengan semua gerak dan karya mu.
















