Kelabu. Di Tomia
Ada kelabu di Tomia. Padahal hari masih pagi, padahal sekian menit sebelumnya langit masih berseri-seri. Tepat pukul delapan waktu Indonesia bagian tengah.
Langitnya marah. Mungkin karena aku dirundung pilu. Ia juga seperti tidak ijinkan niatku pergi.
Lama. Bukan sekedar rintik biasa, tapi lengkap dengan badai dan gelombangnya yang tetiba tinggi.
Hei... kalau boleh aku jujur, ada sesal juga dalam relung. Tidak ingin segera pergi dari tanah ini. Namun aku harus pulang ke tanah tempatku lahir secepatnya. Sungguh aku pamit bukan dengan sengaja.
Lalu ada janji yang terucap. Dengan tulus. Janji yang akan aku tepati kelak, pada waktunya. Dan Tomia kembali cerah. Ia percaya.
"Aku akan kembali. Bersabarlah..."
Iya. Aku akan kembali, dan tidak sendiri. Tunggu kami.















