Hai gadis kecil, mari duduk sebentar...
Hai nak...
Katanya tahun ini usiamu memasuki tahun akhir batita. Selamat, setahun lagi, setahun kemudian kamu akan dipanggil balita.
Tapi ini bukan tentang usiamu, nak.
Sepertinya, ini tentang bagaimana kau lahir serta tumbuh di dan pada sesuatu yang kamu sendiri tidak bisa memilihnya.
Kata "katanya" pada baris kedua dan "bagaimana" pada baris kelima, tentu bukan dari aku. Aku hanya satu dari beberapa orang di dunia yang bahkan bertemu denganmu secara langsung pun belum. Hanya lewat sosial media seorang pria yang kamu sebut "ayah".
Nak, gadis kecil dengan rambut ikal pirang... Pada suatu sore, pria itu dengan riangnya bercerita tentangmu. Terdengar lewat intonasi dan nada bicaranya bahwa ia sangat menggebu. Tertangkap lewat matanya bahwa ia sangat rindu, padamu.
Ditengah keterbatasan banyak hal yang ia alami saat ini, jauh di dalam hati dan pikirannya semua tentangmu. Kebahagiaan dan cita-cita yang sebelumnya ia tempatkan pada baris pertama hidupnya, kini terjun bebas entah ke baris berapa. Dan kamu, saat ini menempati baris pertama itu. Bukan hanya saat ini tapi juga nanti, seterusnya dan selamanya, katanya.
Nak, gadis kecil pemilik hidung serupa ayahmu...
Pria itu berulang kali menegaskan dengan suara getar dan pandangan nanar bahwa ia akan selalu ada untukmu. Aku yakini dan aminkan semua tekadnya karena memang ia sebegitunya. Kelak ketika kamu sudah besar maka kamu akan paham apa maksud 'sebegitunya' itu.
Nak, gadis kecil berkulit putih bersih seperti ibumu...
Pria itu tidak sempurna, bahkan masih jauh dari kata baik sebagai manusia. Beberapa kali ia gagal dan jatuh pada setiap ujian hidupnya. Menjaga keluarga utuh adalah salah satu kegagalannya (saat ini). Tapi dengan ambisi dan hatinya, ia pantang disebut gagal dalam memberi cinta dan kebahagiaan untukmu meski berat sekali usahanya.
Katanya, "kemarin, saat ini, besok, lusa, seterusnya dan selamanya, ayah akan selalu ada untuk kamu nak. Suatu saat kamu akan merasakan dan memahami itu"
Rupanya, ini memang tentang bagaimana kau lahir serta tumbuh di dan pada sesuatu yang kamu sendiri tidak bisa memilihnya. Dan ia memilih untuk terus berjuang untukmu nak, gadis kecil yang selalu dirindukan.
aku - teman ayahmu











