l e b a r
sepertinya pelukku harus kau kunjungi malam ini, mungkin kau bisa merumahkan kepalamu di dadaku. tidak perlu banyak bicara, debar jantungku dan isi kepalamu mungkin tau cara bercerita paling riuh. kau bisa tinggal di sana selamanya jika kau mau, lapang sekali dan hanya cukup untuk kau saja. kau bisa mengenakan pakaian yang kau suka, mungkin hitam atau warna-warni atau apa pun yang paling berani kau pakai. tubuhku akan jadi kamera yang terus merekam gemas tingkah lakumu, atau jadi ladang rerumputan tempat kau merebah lelah. ada pohon besar kuat rindang di sana, kau bisa berteduh seharian, atau selama mungkin yang kau mau. aku memastikan tidak ada buah atau ranting usang yang mungkin akan jatuh menimpa kepalamu yang sudah lama kalut.
nanti malam, besok atau lusa atau kapan pun jika kau sempat. ada lengan yang tidak perlu janji temu untuk kau kunjungi. mungkin bukan pelukku yang kau cari, atau bukan aku. kita bisa duduk seharian dan tidak membicarkan apa-apa, aku menawarkan tempat &teman tanpa penghakiman jika kau mau. tempat kau patah &menyusun ulang potongan-potongan dirimu. bukan urusanku memastikan kau sembuh, sungguh. aku tau kau punya cara sendiri untuk menjadi utuh. tapi, aku akan jadi satu-satunya yang tidak pergi saat kau sudah terlalu lelah untuk menggenggam siapa-siapa.
jika dunia masih saja tidak ramah terhadapmu, lenganku masih terbuka—lebar.
—bdg, april 2025.












