Memori yang Tak Terunggah
Aku pernah membayangkan, jika aku diberi kesempatan berlibur tanpa membawa ponsel, aku ingin pergi ke suatu tempat yang mana aku dapat menghirup udara yang segar, suasana yang sejuk, suara burung berkicauan saling sahut-menyahut, hembusan udara yang terasa dekat, dan aroma khas alam yang memenuhi indra penciumanku.
Disana hanya ada aku bersama orang yang kusayang, dan aku dapat menghabiskan waktuku bersamanya tanpa gangguan notifikasi apapun. Kami berlarian di tengah luasnya hamparan rumput yang seakan tak bertepi, dan melepaskan beban yang selama ini menjerat tubuhku, kemudian kami saling bersenda gurau dan menikmati indahnya matahari terbenam di antara rerumputan kecil.
Selama ini sering kali kita lupa, bahwa perjalanan itu akan terasa lebih indah jika kita dapat menikmatinya bersama orang-orang terkasih, tanpa harus mempertimbangkan sudut mana yang terbaik. Mengabadikan momen memang penting, tapi ada yang lebih berharga yaitu momen yang terekam di memori yang telah Tuhan ciptakan.
Jika aku diberi kesempatan untuk berlibur seharian tanpa menggunakan ponsel dan aku hanya bisa berdiam diri di kamar, aku ingin sekedar bermalas-malasan di kasur lalu aku pergi menuju balkon untuk melihat pemandangan kota sambil menyeduh secangkir coklat panas. Kemudian aku melakukan hal-hal yang menarik, seperti membuat kerajianan tangan, memasak sesuatu yang belum pernah kucoba, atau bahkan hanya sekedar bengong di meja belajar.
Dan jika suatu saat aku terjebak di pulau kecil tanpa penghuni, tanpa adanya ponsel, hanya ada satu orang yang selama ini bahkan tak pernah saling bertegur sapa, maka itu adalah waktu yang tepat untuk saling mengenal dan memahami satu sama lain.

















