Melatih Kemandirian
(Day 1 Melatih Kemandirian Bunsay IIP)
Melatih kemandirian bersama anak/ pasangan/ bahkan dengan diri sendiri merupakan fokus tantangan games level 2 di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional kali ini. Tentunya kemandirian tidak dilakukan semata-mata hanya karena supaya bisa melakukannya sendiri, namun jika kemandirian ini dilatih pada anak maka dampaknya adalah si anak akan menjadi pribadi yang rasa percaya dirinya tinggi, memiliki jiwa merdeka, tidak bergantung pada orang lain, lebih cepat dengan hal sendirinya sehingga bisa membantu orang lain. Hal sesimpel ini namun dampaknya luar biasa besar bagi diri maupun orang lain.
Bagaimana dengan melatih kemandirian dengan pasangan? Hal ini tentu bisa menjadi salah satu ajang melakukan bonding antara suami-istri, serta mencoba melakukan tindakan disiplin dalam kehidupan sehari-harinya dengan harapan akan ada perubahan ke arah yang lebih baik. Tentunya games level 2 ini masih berhubungan dengan games level 1 yaitu terkait komunikasi produktif, karena tanpa adanya komunikasi produktif maka tantangan di level 2 bunsay ini pun mungkin tidak akan bisa berjalan dengan mulus.
Kali ini saya masih dalam keadaan LDM dengan suami, besok suami baru akan pulang dan mendiskusikan apakah ajuan proposal “one week one skill” tantangan kemandirian yg saya tulis ini akan disetujui atau perlu ada perbaikan. Jika ada perbaikan maka kemungkinan bisa berubah:
1) Gadget time
Nah gadget time ini adalah memberlakukan sistem menggunakan gadget di jam tertentu saja dan adapun waktu tertentu untuk bisa NO GADGET dengan harapan mengganti kegiatannya dengan aktivitas lain yg lebih bermanfaat.
Contoh:
* Membuat aturan no gadget pada jam setelah shubuh - sekitar Pkl 05.30 WIB. Maka pada jam ini bisa dimanfaatkan dengan tilawah serta morning talk bersama.
* Tidak menggunakan gadget saat mengobrol, mengendarai kendaraan, makan bersama, dan saat menerima/ menjadi tamu.
2) One Day One Exercise.
Yaitu sebuah kebiasaan berusaha melakukan olahraga apapun di hari tersebut. Bisa hanya berupa push up, sit up, jalan kaki, lari pagi, senam, yoga, atau apapun yg penting bentuknya olahraga dan mengupayakan badan untuk bergerak.
3) One Day One Conversation with The Baby.
Nah hal ini terkadang masih malu-malu suami lakukan pada perut buncit saya. Hehe. Padahal komunikasi dengan janin di perut itu sebenarnya bisa menjadi salah satu pembentukan bonding orang tua dan anak sejak dalam kandungan.
Mungkin beberapa orang menganggap hal gila berkomunikasi dengan janin di dalam perut ibu hamil, tapi sesungguhnya secara penelitian pun hal ini sangat bermanfaat. Si janin akan lebih mengenal suara ibunya, janin akan terbiasa dengan apa yg sering didengarkan juga kepadany sejak dalam kandungan.
4) One Day One Murotal with The Baby.
Mendengarkan apapun yg berbau islami kepada janin baik itu asmaul husna, ayat Al-Qur'an, atau kisah sirah para Sahabat Nabi supaya kelak janin bisa terbiasa mendengar hal-hal yang positif sejak dalam kandungan. Orang tua juga bs melakukan kemandirian dengan bergantian membacakan Ayat Suci Al-Qur'an yang dilantangkan supaya terdengar oleh janin.
Saya berencana untuk melakukan tantangan bisa lebih dari 10 hari secara berturut-turut, insyaAllah. Dengan harapan selain saya bisa membentuk kebiasaan secara perlahan, juga melatih konsistensi saya dalam mengeksekusi sebuah rencana.
#Harikedua #Tantangan10Hari #Level2 #KuliahBunsayIIP #MelatihKemandirian




















