Kasihan Indonesia ku
Hari ini, sesuai perintah Menteri Kesehatan maka hari ini diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional. Sebagai mahasiswi kedokteran yang lagi state public health saya dikirim dari Dinas Kesehatan Kota medan untuk ikut PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di satu kelurahan di Medan. Kegiatannya sih gak susah, gak ribet. Cukup kasih penyuluhan door to door. Ngecek tempat penampungan air di rumah warga. Ngedata ada jentik nyamuk atau gak. Gampang kan. Iya gampang keliatannya. Tapi ngelakuinnya, butuh sabar luar biasa dan merendahkan diri sedikit. Penyuluhan door to door itu gak segampang pemikiran saya. Yang hanya tinggal bilang "permisi ibu/bapak, saya dari dinas kesehatan. Dalam rangkan bla bla bla bla..." dan selesai. Jalan kaki sepanjang jalan kelurahan. masuk dari gang gang kecil pemukiman padat, ditambah sinar matahari yang gak bersahabat hari ini. Belum lagi penolakan dari warga. Miris rasanya, saya cuma mau kasih penyuluhan tentang DBD dan pemberantasan sarang nyamuk (3M1T), saya tidak minta disediakan minuman apalagi makanan. Saya cuma minta waktu sedikit demi pengetahuan dan demi kesehatan perorangan. Tapi hanya sedikit yang mau memberikan sedikit waktunya. Singkatnya saya berjalan kaki 5 blok hari ini (kurang lebih 1,5km). Satu demi satu rumah saya ketuk, saya coba beri penyuluhan. Beberapa koperatif. Tapi lebih banyak pula yang tidak. Ada yang pura pura tidak dengar ketika saya mengucap salam. Ada yang tidak membuka pintu, jelas jelas didalam, si pemilik rumah sedang menonton tv. Ada yang baru saya bilang permisi, saya langsung diusir. Ada yang pura pura sibuk ketika saya bilang mau memberi penyuluhan.(pura-pura menyapu) Ada yang melengos dan menutup pintu. Dan yang terparah, ada yang mengusir saya karna mengira saya penjual bubuk abate. Miris sekali Indonesia ini. Pantas saja masalah kesehatan di Indonesia tidak kunjung selesai. Jangankan disuruh kumpul di balai desa atau puskesmas untuk mendengarkan penyuluhan. Didatangi langsung oleh tenaga kesehatan ke rumah nya saja, mereka (sebagian besar) tidak bersedia mendengarkan. Entahlah, masihkan ini salah pemerintah? Masihkah tenaga kesehatan dianggap tidak perduli? Atau sebenarnya, masyarakat yang tidak perduli dengan kesehatannya sendiri? Untuk mencapai Indonesia sehat 2020, yang perlu disehatkan itu adalah perorangannya dulu, lalu keluarga, lalu komunitas, lalu masyarakat. Tapi rasanya sulit menyadarkan masyarakat Indonesia ku ini. P.s : Saya tidak mendapatkan apa apa dari kegiatan PSN hari ini, tidak uang, tidak nilai, tidak makanan. Tidak ada sedikit pun. Bahkan minum saja saya beli sendiri. Saya ikut PSN karna tulus dari hati demi tercapainya Indonesia Sehat 2020. Harapan saya, semoga masyarakat Indonesia segera sadar akan pentingnya kesehatan perorangan dan lingkungannya. Orang miskin yang sehat bisa menjadi kaya karna dengan tubuh yang sehat dia bisa terus produktif. Tapi Orang kaya yang sakit, seketika bisa jadi miskin karna tubuh yang sakit tidak akan produktif secara maksimal. Intinya, sukses itu harus didasari dari tubuh yang sehat. Mari bersama berubah menjadi lebih sehat. Bukan kah mencegah sakit lebih baik dari pada mengobati??














