Semua agar engkau kembali kepada Allaah
Jika saat ini engkau merasa stres, depresi, cemas, takut, tidak aman, tidak nyaman, sepi, hampa, diabaikan, dilupakan, disalahkan, tersingkirkan, tidak disayangi, tidak dipedulikan, tidak berdaya, tidak didengarkan, tidak dimengerti, dll.
Maka, ketahuilah, apa yang engkau rasakan ini adaalh sinyal dari tubuh, jiwa dan hatimu, agar dirimu kembali (inabah) kepada Allaah.
—Ustadz Abu Salma Muhammad hafidzhahullah
Berkaitan nasehat di atas, juga ada tulisan serupa yang amat indah :
Your life is nothing more than a love story. Between you and Allah. Nothing more. Every person, every experience, every gift, every loss, every pain is sent to your path for one reason and one reason only: to bring you back to Him. —@thehijabiquote
Bahwasanya benarlah kisah hidup kita itu tak lain adalah tentang kita yang kembali kepada Allaah, segala keadaan yang terjadi semestinya mengantar kita untuk kembali kepada Allaah (dalam artian kembali mengingat Allaah dalam keadaan apapun, bukan hanya saat sedang merana pun juga saat sedang berbahagia).
Ya, seharusnya keadaan apapun yang kita rasakan, tetap kepada Allaah kita kembali. Bahagia, maka bersyukur dan berterima kasih kepadaNya (kembali mengingatNya). Sedih, maka sabar dan tetaplah beribadah kepada-Nya (tetap kembali mengingatNya). Tak ada yang perlu disesali, baik itu kenikmatan yang membuat kita bahagia ataupun ujian yang membuat kita sedih, semuanya cuma cara atau jalan yang Allaah karuniakan karena Dia ingin kita tetap bersamaNya, atau ingin kembali padaNya, banyak-banyak mengingat-Nya.
Karena, bagaimanapun juga, Allaah-lah tempat kita kembali, bagaimanapun itu. Fa firru ilallaah..