Kaf Ha Ya ‘Ain Shad
Surat Maryam ini memiliki keunikan tersendiri diawali dengan ayat pertama. Terdiri dari empat huruf dengan cara baca dipanjang semua 2-5 harokat. Ayat ini hanya Allah yang tahu artinya. Meski hanya Allah yang tahu, dibacanya saja tergambar jelas penuh makna. Kok bisa? Karena apapun yang dari hati akan turun ke hati. Bukankah Allah menurunkan mukjizat Al-quran ini kepada hamba-Nya yang paling ia sayangi? Rasulullah suri tauladan.
Dalam surat ini tertulis kekhawatiran Nabi Zakaria yang tak kunjung memiliki anak, meskipun usianya sudah senja, tetap berdoa tanpa lelah. Meskipun dalam usia senja pula, Allah mengabulkan permintaannya memiliki seorang anak lagi shalih ditambah dengan diberikannya nama yang langsung dari Allah, Nabi Yahya.
Turun lagi ke bawah, disana tertulis kisah tentang Maryam, dimana hal ini menjadi hal yang familiar di dalam agama Islam maupun Nasrani. Wanita shalihah yang dapat melahirkan seorang bayi tanpa disentuh laki-laki.
Turun ke bawah ada kisah Nabi Ibrahim yang heran kenapa ayahnya menyembah sesuatu yang tak bisa melakukan apapun bahkan untuk dirinya sendiri. Dalam keheranan Nabi Ibrahim, ia tak pernah berputus asa untuk mengajak sang ayah menuju jalan yang lurus serta diiringi doa ampunan untuknya.
Lanjut ke ayat setelahnya ada Nabi Musa yang disebut-sebut Allah lalu Nabi Idris, Nabi Ismail, Nabi Adam dan Nabi Nuh. Disebut sekilas tapi banyak yang tersirat, para Nabi yang tanpa lelah berdakwah meski terasa payah.
Sesuatu yang masih misteri jika sering diamati akan terlihat penuh dengan hikmah yang berisi. Surat Maryam ini penuh dengan kisah yang membuat hati jerih akan menjadi semangat kembali. Jika letih janganlah berhenti, esok lusa Allah akan berikan kepastian janji. Surga 'Adn akan menjadi bukti.











