Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga
Makin semangat setelah masuk ke zona main course yang memberikan gambaran tentang makna Ibu Profesional. Izinkan saya berbagi misi ke 5 saya,
Makna Ibu Profesional bagi saya
Saatnya saya sendiri yang mendifinisikan ulang makna Ibu Profesional itu apa. Bagi saya, ibu profesional itu adalah seorang ibu yang berusaha balance, menyeimbangkan beragam peran dalam kehidupan dengan ihsan dan itqan.
Ihsan berarti optimalisasi kebaikan dalam perbuatan. Sementara itqan adalah kesungguhan dalam melaksanakannya.
Optimalisasi dalam kebaikan berarti optimal persiapan dan tindakannya. Contohnya ketika seorang ibu hamil. Sebagai bekal persiapan, ia sudah jauh-jauh hari mempersiapkan bekal untuk kehamilannya. Misalnya dengan mempersiapkan ilmu untuk hamil dan persalinan, ilmu merawat dan mendidik anak, mempersiapkan nutrisi yang sehat untuk dirinya dan janin, belajar mengelola emosi, membuat perencanaan beragam hal bersama suami, dan sebagainya. Ketika sudah hamil, apa yang sudah direncanakan direalisasikan dengan sebaik-baiknya.
Seperti yang terdapat dalam surat Al-Mulk ayat 2,
Yap, poin pentingnya dalam ihsan menurut saya adalah sebaik-baiknya persiapan dan pelaksanaan.
Berat, tapi bukan berarti kita tidak bisa. Saya berusaha meletakkan standar profesional dengan value saya agar tidak terjebak pada perasaan saya selalu bisa melakukan sesuatu tapi tanpa menyertakan Allah. Selain itu ada semangat untuk melakukan sesuatu dengan maksimal.
Saya teringat pula hadits arba'in kedua riwayat Muslim. Ketika ada malaikat yang menyerupai manusia bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang makna ihsan, nabi menjawab,
"engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatnya, maka apabila kamu tidak bisa (beribadah seolah-olah) melihatnya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.
Setelah ihsan, ada itqan. Itqan berarti kesungguhan. Berusaha bersungguh-sungguh. Menyertakan ilmu dalam setiap tindakan itu berat, tapi kita bisa berusaha menyisihkan waktu untuk mempelajarinya. Terasa sekali bahwa setelah menjadi ibu banyak sekali yang perlu diilmui. Memenej emosi sendiri bagaimana, cara toilet training yang benar seperti apa, mpasi yang benar seperti apa, bagaimana menyapih anak dengan cara yang tidak membohongi dan sebagainya.
Nyatanya kadang setelah belajar, dalam prakteknya kita kerap menemui kesulitan. Misalnya saat praktek pemberian mpasi. Saat itu saya sudah mempersiapkan diri membaca buku dari pakarnya, mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan, diskusi sama suami nanti akan seperti apa dan berbagi peran. Tapi ternyata tak mudah dalam pelaksanaannya. Ya sudah sungguh-sungguh. Kalau anaknya ngga mau rasanya coba cari rasa baru, kalau bosen coba cari resep baru, kalau ngga mau makan di kursi coba makan sambil duduk di lantai, kalau teksturnya terlalu kasar dihalusin, kalau ngga mau disuapin coba beri kesempatan makan sendiri. Kita hanya melakukan ikhtiar yang terbaik sambil minta pertolongan Allah.
Ya Allah mudahkan anakku supaya mau makan, berkahi ya Allah sedikit apa pun yang ia makan. Jadikanlah apa yang ia makan sebagai wasilah untuk tumbuh kembangnya yang baik, menjadi wasilah agar ia menjadi hamba-Mu yang bertaqwa.
Selain itu balance dalam menjalankan peran versi saya adalah kita berusaha menjalani berbagai peran sesuai dengan porsinya. Balance tidak saklek persentasenya misal sebagai ibu yang bekerja di ranah publik dia tidak selalu memberikan waktu di rumah dan di publik 50%:50%. Adakalanya publik membutuhkan dirinya lebih banyak di satu kesempatan atau domestik membutuhkan dirinya lebih banyak ketika anak atau suami sakit misalnya.
Makna Ibu Profesional menurut lingkaran terdekat
Sementara menurut orang terdekat, yaitu suami. Beliau menyatakan bahwa ibu profesional itu adalah ibu yang menjalankan peran sesuai fitrahnya dan bisa menempatkan sesuatu sesuai tempatnya dan porsinya dalam berbagai hal.
Ibu yang menjalankan peran sesuai fitrahnya bagi beliau adalah yang menyadari perannya mendidik anak-anaknya menjadi generasi yang bertaqwa kepada Allah.
Bukan berarti tidak boleh menjalankan peran di bidang lainnya namun bisa menempatkan sesuatu sesuai porsinya.
Indikator ibu profesinal versi saya
1. Tersedianya gizi yang halal dan thayyib untuk keluarga
2. Memahami tumbuh kembang anak dengan baik dan memberikan stimulus yang sesuai dengan usianya
3. Menjaga diri selalu terkoneksi kepada Allah SWT
4. Melayani suami dengan baik, menjaga komunikasi dengan baik
5. Mempunyai waktu untuk rehat sejenak dan untuk mengupgrade diri
6. Tetap menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua, keluarga besar, teman dan masyarakat
7. Mempunyai mimpi untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat
Referensi:
1. Al-Qur'anul Karim
2. Hadits arba'in an nawawi
3.














