Value dalam Misi Belajarku
Dari dahulu aku sangat mengerti bahwa aku adalah orang yang idealis. Aku memiliki sendiri standar kehidupan yang kujalani sehari-hari dan juga dalam pencapaianku.
Value dalam hidupku membuatku tak mudah membebek pada kehidupan orang lain dan rasanya menjalani hidup lebih bermakna.
Di ibu profesional ternyata aku juga diajarkan hal serupa. Menemukan value dalam proses pencarian ilmu di komunitas. Yap, agar kita tidak sekedar mengalir mengikuti arus, tapi setiap individu dari kita bisa memaknai setiap fase pembelajaran di sini.
Nah, jika ditanyakan apa makna pembelajar sejati versi diriku maka jawabannya adalah seseorang yang berusaha belajar dari mana pun, kapan pun, dimana pun, dalam kondisi apa pun dan dari siapa pun. Ya, pembelajar sejati akan selalu mencoba untuk mengulik pembelajaran di setiap momen kehidupannya. Dia selalu berusaha iqra' di manapun. Pembelajar sejati selalu memiliki pertanyaan yang selalu membuat ia tak lepas mencari tahu tentang beragam fenomena di dalam diri maupun sekitarnya.
Misalnya saja, dalam kehidupan seorang ibu yang kualami dan kaitannya dengan bidang gizi yang kutekuni. Aku selalu mempertanyakan apakah gizi di keluarga sudah terpenuhi? Apakah sudah baik? Apa yang perlu diubah supaya nutrisi keluarga terpenuhi dengan baik tapi saya tidak habis waktu di dapur dan masih bisa menuntut ilmu lebih dalam lagi?
Selanjutnya, setelah mempertanyakan apakah makna pembelajar sejati ke dalam diri saya, saya perlu mengaplikasikan core value ibu profesional dalam peta belajar.
Saya akan menerapkan value belajar dalam proses pencapaian tersebut dengan cara mengulik apa yang perlu saya pelajari, ilmu yang saya tingkatkan, ilmu yang perlu saya latih dan yang akan saya bagikan. Penjabaran seperti ini ternyata sangat membantu kerangka berpikir saya untuk tahu bagaimana mengklasifikasi apa ilmu yang perlu digali lebih dalam dan skill apa yang perlu dilatih.
Dimulai dari ilmu yang perlu saya pelajari yaitu ilmu tentang nutrisi dan metabolik, hubungan agrikultur dan nutrisi, nutrigenomik, aplikasi nutrisi keseharian, nutrisi dan penyakit autoimun, ragam diet, nutrisi dan penyakit metabolik, bahasa inggris, dan analisis jurnal. Di bidang lain yang menunjang aspek pembelajaran saya yang utama saya perlu belajar tentang manajemen waktu, pemanfaatan sosial media untuk edukasi dan public speaking.
Sementara ilmu yang perlu saya tingkatkan adalah mengenai subnutrisi yang akan saya tekuni. Saat ini saya dalam fase mencoba menelaah subilmu di bidang nutrisi yang akan saya tekuni. Saya masih punya ketertarikan di berbagai bidang nutrisi seperti nutrisi dan genetik, nutrisi ibu dan anak, nutrisi dan agrikultur, nutrisi dan kaitannya dengan berbagai penyakit.
Ilmu yang perlu saya latih terus menerus saat ini adalah telaah jurnal, writing dan speaking bahasa inggris serta manajemen waktu, karena ketiga ilmu tersebut sangat menunjang saya dalam mendalami ilmu gizi yang lebih spesifik dan lebih dalam. Sementara untuk menunjang proses transfer ilmu dalam proses berdampak dan berkarya saya juga perlu melatih diri saya yang sekarang sangat pemalu untuk terus menerus berbicara di depan umum.
Ketika sudah mempelajari ilmu tersebut saya akan berusaha untuk berbagi kepada masyarakat mengenai gizi yang mudah diterapkan dalam keseharian, bagaimana caranya membaca nutrition fact dalam makanan dan bagaimana gizi dapat mencegah kita dari berbagai macam penyakit atau dikenal dengan preventif dari aspek gizi.
Seandainya saya menjadi ahli nutrisi, saya ingin sekali berbagi kepada masyarakat tentang menariknya ilmu gizi untuk mencegah beragam penyakit dengan bahasa yang sangat mudah dipahami sehingga masyarakat tergerak untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana juga kaitannya antara gizi dan kehidupan keseharian yang sangat mempengaruhi kualitas kehidupan kita sehari-hari.
Semoga mimpi saya ini tidak berhenti di titik saya menjadi apa, tapi juga saya bisa berbuat apa. Dan di ibu profesional saya dilatih untuk itu. Bismillah.. semangat!!