Menjawab Tanya Hati
Aku bertanya.., mengenai keresahanku selama ini. Yaa, masalah hati. Lagi-lagi masalah hati. Namun begitulah aku. Sangat lemah di bagian ini. Entah merasa sangat tidak enak kepada orang lain, entah merasa ingin dikenal, entah merasa aku tak pantas dalam suatu hal, atau bahkan takut akan penilaian orang lain terhadapku.. Aku pun, menceritakannya kepada seorang wanita hebat yang menginspirasiku kemarin.. Setelah berhari-hari menunggu tanggapan, sontak aku pun merasa tertampar membaca tulisan lembutnya hari ini...
"hai azka!
begitu lama tanyamu memenuhi isi kepalaku
jujur ini pertanyaan sulit
tentang bagaimana mengendalikan hati?
aku bukan ahlinya, tapi belakangan ini aku mencoba lebih peka dengan sekitar untuk menemuka jawaban untuk tanyamu. dan ternyata benar cuman ada satu cara agar hati kita mudah dikendalikan, lebih mudah menerima, lebih lapang menyampaikan dan minimal memikirkan hal2 yang kurang baik. Aku yakin kamu pun tau jawabnya, ini tentang menggantungkan hati kepada-Nya.
Ketika khawatir menyerang kita tiada henti, salah satu penyebabnya adalah karena kita lupa melibatkan Dia dalam urusan kita.
Sesederhana ketika kita ikut lkmm wil, kita ubah niat dari "aku ikut lkmm wil biar makin berkembang jiwa kepemimpinannya" menjadi "aku ikut lkmm wiliar bisa bertemu orang hebat kemudian belajar dari mereka lantas aku pun akan jadi hebat, bukankah orang2 hebat akan lebih didengarkan ketika menyampaikan dakwah? iya aku mau sehebat itu."
sama halnya dengan ikhlas. jujur aku kaget dan ketika kamu bilang kalau cara penyampaianku ikhlas, aku bingung, sebab asal kamu tau salah satu hal yang tidak aku suka adalah dipuji, sebab aku pernah dipuji lantas lupa diri. tapi semenjak kamu bilang soal itu kemarin saat lkmm wil pola pikirku berubah, dipuji tak selalu berujung lupa diri, bisa jadi ini adalah cara Allah mengingatkan hambanya agar mensyukuri nikmat.
baiklah kembali bicara soal ikhlas.
ikhlas itu sulit, tidak bisa dipaksakan bukan, mau sekuat apapun kamu berkata ikhlas tapi ketika hati tak sesuai tindakan maka tetap saja tak nampak ikhlas.
jadi kuncinya adalah hati, mau seburuk apapun kemampuan komunikasi kita, ketika ucap berasal dari hati maka akan sejuk diterimanya.
Susah? tidak kok! ketika Dia menjadi bagianmu, apa-apa yang kamu pikir berat akan terasa mudahnya.
dan kamu harus percaya sama diri sendiri, apa2 yang diniatkan karena-Nya pasti berujung baik, selama hidup aku gak pernah tuh mengalami yg namanya kecewa saat meniatkan karena-Nya, cuman ya itu kitanya aja yang gak tau diri udah tau kalau diniatkan karena-Nya akan mudah, eh masih aja diniatkan yang lain2. hehe
kembali lagi ini soal pribadi masing2, kadang kita tahu tapi kita kurang yakin dan akan berakhir dengan gagal.
jadi kita harus yakin dulu, yakin kalau apa2 yang diniatkan karenanya pasti berujung baik..."
-Kak Fitri, Pengkader Hebat ku [NC LD Ismki Nas]













