Had my first term fetal demise last night. It really sucks. I didn’t think it would hit me this hard.
seen from Canada
seen from United States
seen from United States

seen from China

seen from Jamaica
seen from Canada
seen from United States
seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from China

seen from T1
seen from United States
seen from Hong Kong SAR China
seen from China
seen from Australia

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Türkiye
Had my first term fetal demise last night. It really sucks. I didn’t think it would hit me this hard.
Meninggal Dalam Kandungan
Udah lama gak denger kabar seorang teman dari kantor lama, hari ini dengar kabar kalau dia baru saja berduka. Anak kedua yang sudah dikandungnya selama 6 bulan meninggal dalam kandungan. Sedih dengernya. Aku memang belum pernah merasakan bagaimana rasanya mengandung ataupun punya anak, tapi hanya sekedar membayangkan kehilangan seseorang yang selama 6 bulan nonstop sangat dekat dengan tubuh dan hati kita, pastilah rasanya sakit dan nyeri tak terperi.
Sudah 2 teman wanitaku yang mengalami hal seperti ini. Belum lama juga ada seorang artis cantik yang harus kehilangan bayi kembarnya karena masalah serupa. Agak merenung, aku sebagai wanita yang tentu saja ingin merasakan bagaimana rasanya mengandung dan melahirkan bayi yang sehat, sedikit banyak merasa khawatir dan merasa perlu juga mencari tahu.
Apa sih meninggal di dalam kandungan itu?
Apakah sama dengan keguguran?
Apakah ada tanda-tanda spesifiknya?
Apa saja penyebabnya?
Dan bagaimana cara pencegahannya?
Setelah membaca dan membandingkan antara artikel satu dan yang lainnya, yang kutangkap adalah seperti yang kukutip di bawah ini:
Meninggal dalam kandungan atau disebut juga Intra Uterine Fetal Death (IUFD) dapat terjadi jika usia kehamilan berada di atas usia 20 - 28 minggu. Selain dari usia tersebut, dapat juga dikatakan meninggal dalam kandungan apabila beratnya telah melebihi 350 gram. Apabila hal ini terjadi, maka bayi harus tetap dilahirkan.
Bedanya dengan keguguran dapat dilihat dari usia kehamilan. Jika usia kehamilan belum mencapai 20 minggu, maka dapat dikategorikan sebagai keguguran. Dalam hal keguguran, maka jabang bayi harus dikeluarkan melalui proses kuret.
Tanda janin meninggal dalam kandungan adalah sebagai berikut:
1. Terjadi pendarahan dari vagina yang cukup banyak dan terus menerus;
2. Waktu persalinan masih jauh tapi sudah keluar cairan ketuban dari vagina;
3. Terjadinya kram dan sakit perut secara terus menerus selama kehamilan;
4. Timbul gejala pusing, demam, bahkan sampai mengakibatkan pingsan;
5. Saat hamil, tubuh memproduksi hormon HCG yang mana kadarnya akan terus naik sampai usia kehamilan 16 minggu dan kemudian stabil sampai waktu persalinan tiba. Jika hormon ini menurun maka patut diwaspadai sebagai salah satu tanda janin meninggal dalam kandungan.
6. Janin akan mulai aktif bergerak mulai usia 16 atau 22 minggu kehamilan.Biasanya janin akan lebih aktif bergerak saat malam hari namun akan mulai teratur saat memasuki usia 26 minggu. Gerakan janin disebut normal apabila terjadi 10 kali dalam rentang waktu 1 jam atau kurang. Waspada apabila pergerakan kurang dari pergerakan normal atau berubah dari biasanya, terutama jika tak ada pergerakan sama sekali dalam kurun waktu 1 x 24 jam.
7. Detak jantung janin tidak terdeteksi.
8. Saat kehamilan, payudara akan sensitif dan membesar. Apabila terjadi sebaliknya, maka harus diwaspadai janin tak lagi berkembang.
Faktor penyebab bayi meninggal dalam kandungan adalah:
1. Kelainan atau cacat genetik, contohnya terdapat kelainan pada kromosom janin sehingga janin tak dapat berkembang.
2. Plasenta tak berfungsi dengan baik sehingga penyerapan nutrisi dan oksigen kepada janin terhambat. Hal ini seringkali dialami oleh ibu hamil yang mempunyai tekanan darah tinggi.
3. Masalah kesehatan yang dialami ibu hamil diantaranya hipertensi, diabetes, malaria, sampai dengan infeksi karena bakteri.
4. Usia kehamilan yang melebihi usia 42 minggu atau melebihi batas normal sehingga menyebabkan plasenta tak bekerja dengan baik dalam memberi nutrisi dan oksigen kepada janin. Selain itu, air ketuban juga akan menjadi lebih kental dan hijau sehingga dapat menyebabkan keracunan pada janin.
5. Gaya hidup tak sehat seperti merokok, obesitas, mengkonsumsi narkoba atau minuman beralkohol saat hamil.
Bagaimana cara mencegahnya?
1. Jalani gaya hidup sehat, seperti mengkonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, hindari asap rokok, minuman beralkohol, serta obat-obatan terlarang.
2. Pastikan untuk memiliki berat badan ideal sebelum merencanakan kehamilan.
3. Perhatikan pergerakan janin di dalam kandungan, sehingga apabila ada kelainan pergerakan dari biasanya, dapat segera terdeteksi apakah ada masalah atau tidak.
4. Rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan dan ceritakan semua keluhan yang dimiliki, agar dokter dapat memberikan saran serta penanganan atau pengobatan yang tepat.
5. Istirahat yang cukup.
Kurang lebih itu yang bisa aku pahami. Agak menakutkan memang, jujur aku pun sempet khawatir pas baca. Tapi hey, justru dengan membaca (dan meringkasnya kembali), kita jadi punya pengetahuan akan hal yang tidak kita ketahui sebelumnya kan? Dan semoga saja apa yang ku re-share bisa menjadi pengetahuan baru untuk bahan belajar, bukan saja untuk orang lain, tapi juga untuk diriku sendiri.
Dan untuk temanku yang baru saja berduka, dan tentu saja untuk calon ibu calon ibu lainnya yang mengalami duka yang sama, aku turut bersimpati dan hanya bisa berdoa, semoga calon bayi kalian yang belum sempat membuka matanya di dunia, kelak akan menjadi tabungan kalian di surga.
Aamiin.
(sumber: alodokter.com ; id.theasianparent.com)
Progesterone May Be Key to Preventing Recurrent Miscarriage
Progesterone May Be Key to Preventing Recurrent Miscarriage
For women who suffer multiple pregnancy losses in the first four to six weeks of gestation, the hormone progesterone could offer hope for a successful birth, according to a new study by Yale School of Medicine researchers and their colleagues at University of Illinois at Chicago.
The results are published in the current issue of Fertility & Sterility, the international journal of the American…
View On WordPress
#Ultrasound of the Week. Diamniotic IUFD. #pocus #foamed #foamus #meded
The worst thing about my job: IUFDs 😔
Selamat Bermain di Surga, Adik
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Hari untuk kuret. Hari untuk ‘melepas’ Adik. Hari untuk merelakan Adik. Segala persiapan telah kami lakukan, termasuk persiapan yang paling penting, mental.
Hari-hari menjelang kuret aku isi dengan menenangkan diri. Menulis, beristirahat, dan membaca. Menikmati 'me time’ bersama Adik. Mempersiapkan mental. Melepas kesedihan. Mengikhlaskan segala sesuatunya.
Sabar Ya, Wi...
Tak ada yang tahu usaha kami bolak-balik ke dokter demi Adik, bahkan orang tua dan kerabat kami terdekat pun tidak tahu. Hanya aku, suami, dan dokter yang tahu tentang bagaimana keadaan Adik. Kami berusaha dalam diam. Kami berdoa dalam ketegaran. Kami terus membangun harapan dalam keputusasaan dan bergelut lagi-lagi dengan rasa kehilangan.
Keesokan harinya, kami datang kembali ke dr Stefani dengan membawa hasil dari Klinik Anggrek. Seharusnya begitu hasil keluar, kami langsung bertemu dr Stefani agar bisa mendiskusikan langkah selanjutnya. Tapi hari itu kami tidak sanggup, lelah badan dan juga batin. Kami sudah tahu akhirnya akan seperti apa dan jalan apa yang akan diambil.
We Lost You, Adik...
Keesokan harinya, akhirnya tibalah kami ke RSCM. Setelah melalui proses daftar dan tanya sana-sini, kami sampai juga di Klinik Anggrek. Klinik Anggrek ini adalah tempat khusus pemeriksaan kebidanan dan kandungan di RSCM yang salah satunya terdapat pemeriksaan fetomaternal. Pemeriksaan fetomaternal ini biasanya dikhususkan buat ibu-ibu hamil dengan kasus yang tidak biasa atau istimewa atau bisa juga buat ibu hamil dengan kehamilan beresiko tinggi.