[LP] Geinoh Yamashirogumi - Akira, 12" Vinyl, Unofficially Released as a Bootleg by Victory Records
Tracklist:
Kaneda
Tetsuo I
Tetsuo II
Akira

#dc comics#batman#dc#dick grayson#bruce wayne#dc fanart#tim drake#batfam#batfamily



seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from Belarus

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from Australia
seen from Colombia
seen from United States
seen from Germany
seen from China

seen from United States
seen from Yemen
seen from China
seen from China
seen from United States
[LP] Geinoh Yamashirogumi - Akira, 12" Vinyl, Unofficially Released as a Bootleg by Victory Records
Tracklist:
Kaneda
Tetsuo I
Tetsuo II
Akira
Dukung Pelestarian Jegog dan Kawasan Hutan, Bupati Tamba Tanam Bibit Bambu Petung
BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA - Upaya dalam melindungi kelestarian di kawasan hutan dan pelestarian seni Jegog di Kabupaten Jembrana semakin ditingkatkan melalui penanaman bibit bambu petung yang didukung oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Unda Anyar, Kamis (21/12/2023). Bupati Jembrana, I Nengah Tamba bersama Kepala BPDAS Unda Anyar, Tri Adi Wibisono menanam sebanyak 5.000 bibit bambu petung di kawasan Manistutu Camping Ground (Mantu Cager) di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. Setelah penanaman, Bupati I Nengah Tamba menjelaskan bahwa penanaman pohon bambu merupakan langkah konkret dalam melestarikan seni Jegog yang ada di Jembrana. Dirinya menyampaikan terima kasih kepada Kepala BPDAS Unda Anyar yang secara konsisten membantu Kabupaten Jembrana. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga apa yang telah ditanam. “Mari kita bersama-sama merawat apa yang sudah kita tanam ini. Jaga dengan baik. Apa yang kita lakukan hari ini akan berdampak besar pada kelestarian hutan dan seni budaya di masa depan,” jelasnya. Sementara itu, Kepala BPDAS Unda Anyar, Tri Adi Wibisono menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelestarian budaya, ekologi dan ekonomi. “Setelah kami pelajari, ternyata bambu ini memiliki banyak manfaat yang sangat luar biasa. Ide ini dari Bupati Jembrana untuk menanam bambu dan ini sangat luar biasa. Bambu ini punya manfaat untuk konservasi tanah dan air dengan akar yang kuat karena bambu mampu menampung dan menyimpan air hujan, bahkan lebih besar dari jenis Pohon-pohonan lainnya,” ungkapnya. Pihaknya akan terus mendukung pemerintah Kabupaten Jembrana dalam pemulihan lingkungan khususnya rehabilitasi hutan dan lahan. Ditambahkannya, dengan menanam bambu, tentunya juga dapat melestarikan budaya dari Jembrana yang sangat luar biasa. “Semoga apa yang kita tanam dapat dapat dipelihara dan tentunya bermanfaat bagi kita semua, Karena bambu sangat penting untuk alat musik khsususnya gamelan jegog yang ada di Jembrana. Kami juga berharap tempat ini akan menjadi destinasi wisata yang menarik untuk kunjungan wisata di masa depan,” pungkasnya.(ang/bpn) Read the full article
Tari Massal Bhakti Marga Sambut Sandiaga Uno Resmikan Sirkuit All in One Jembrana
BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA - Sirkuit All In One Jembrana yang ada di pesisir Desa Pengambengan diresmikan langsung pemanfaatannya oleh Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. Berdiri diatas lahan seluas 4 hektare, pembangunan sirkuit terpadu bersumber dari DAK Kemenparekraf RI akan dipusatkan sebagai tempat atraksi budaya dan wisata di Kabupaten Jembrana. Peresmian Sirkuit All In One semakin lengkap dengan dipentaskannya Tarian Bakti Marga secara massal. Tarian Bakti Marga melibatkan 2.023 penari diambil dari kalangan siswi SMP dan SMA se-Kabupaten Jembrana yang diiringi dengan atraksi gambelan 50 kesenian jegog, atraksi mekepung dan paramotor yang mengudara diatas lahan sirkuit. Dalam kesempatanya, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengatakan bahwa Sirkuit All On One ini jadi pusat atraksi budaya seperti makepung, lomba layang-layang, jegog, pacuan kuda serta festival lainnya. “Arti keberadaan Sirkuit All In One menjadi pusat atraksi budaya terpadu, tidak hanya untuk tempat aktrasi makepung dan jegog saja, namun seluruh atraksi budaya lainnya bisa dipentaskan di sini. Termasuk festival-festival yang akan menjadi kalender pariwisata Jembrana. Kita siapkan ini untuk menunggu Jembrana emas tahun 2026,” ujar Bupati Tamba, Jumat (30/12/2022) di Sirkuit All In One. Menurutnya momentum pembangunan Sirkuit All In One itu seiring dengan pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kabupaten Jembrana dengan pusat kota diyakini akan mendorong masuknya investasi ke Jembrana. Pihaknya berharap pembangunan jalan tol tidak akan bergeser dari tahun 2025 dan terselesaikan ditahun 2026. “Setelah infrastruktur sudah bagus wisatawan pasti akan berbondong-bondong datang ke Jembrana. Yang mereka cari salah satunya atraksi budaya. Termasuk makepung, lomba layang-layang, pacuan kuda dan jegog,” kata Tamba. Dalam kesempatannya, Bupati Tamba menyampaikan terima kasih kepada Menteri Parekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno. Karena dibangunnya sirkuit all in one ini merupakan sepenuhnya bantuan dari kementerian melalui dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp4,5 miliar. “Jembrana sangat berharap dukungan dari Pak Menteri hari ini hadir menyaksikan sendiri antusias masyarakat ingin menyambut kehadiran Pak Menteri dan memberikan apresiasi atas kehadiran Pak Menteri dan sumbangsih bantuan dana kepada pemerintah kabupaten Jembrana sehingga Sirkuit All In One ini bisa kita bangun seperti yang Pak Menteri saksikan. Sirkuit All In One ini juga sengaja kita rancang dengan view sunset,” ungkap Tamba.
Tari Massal Bhakti Marga Sambut Sandiaga Uno Resmikan Sirkuit All in One Jembrana. Sumber Foto : Istimewa Sementara Menteri Parekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dimana Dana Alokasi Khusus (DAK) infrastruktur pariwisata dan ekonomi kreatif sudah terwujud di Sirkuit All In One yang bisa masyarakat rasakan manfaatnya. “Saya yakin UMKM peluang usaha yang terbuka dan ditunggu. Ini yang akan menjadi penopang penciptaan lapangan kerja sampai 4,4 juta di tahun 2026,” kata Sandiaga Uno. Sandiaga Uno mengaku ke depannya akan ada lagi tempat untuk wisatawan yang ia dibangun di Kabupaten Jembrana. “Delod berawah itu merupakan aset Pemkab yang sudah diajukan dan kerja sama bersama Ajik Cok, tanpa melibatkan dunia usaha produk dunia kreatif banyak diminati ini dampak dari ekonomi lokal semuanya akan dirasakan oleh UMKM,” ungkapnya. Selain itu, Menteri Sandiaga Uno menjelaskan, bahwa Kabupaten Jembrana yang merupakan pintu masuk Bali dari Jawa Timur harus ditingkat kunjungan wisatawannnya, mulai dari wisatawan mancanegara hingga wisatawan nusantara. “Evaluasi kita yang di Bali selatan Bali tengah dan Bali timur itu sudah tercapai targetnya diatas 2 juta kunjungan wisata mancanegara dan wisata nusantara yang sangat membludak. Tugas kita sekarang Bali barat, karena Bali barat ini merupakan pintu gerbang wilayah Jawa timur, Jembrana ini harus kita tingkatkan kunjungan wisatawan mancanegaranya dan wisatawan nusantaranya,” jelasnya. Pihaknya menjelaskan bahwa dukungan pemerintah pusat terhadap pariwisata yang ada di masing-masing daerah termasuk Kabupaten Jembrana itu disentuh dengan dana alokasi khusus. “Kami menyentuhnya dengan DAK. Selain itu kami juga ada program pemerintah pusat yang kita hadirkan seperti pelatihan pendampingan inkubasi dan juga promosi produk ekonomi daerah ini akan terus kami giatkan tahun depan, tandasnya.(bpn) Read the full article
Sirkuit All in One Segera Terealisasi, Bupati Tamba Minta Doa Restu Masyarakat
BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA - Bupati Jembrana, I Nengah Tamba melaksanakan sosialisasi Pembangunan Sirkuit All in One Pengambengan di Wantilan Pura Segara Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Selasa (5/7/2022) sore. Sirkuit All in One nanti diharapkan mampu mendukung pengembangan destinasi wisata serta peningkatan PAD di Kabupaten jembrana, khususnya disektor pariwisata. Di hadapan para tokoh masyarakat dan masyarakat yang hadir pula, Bupati Tamba meminta doa restu dan dukungan kepada tokoh masyarakat dan pengempon pura dan masyarakat setempat. Ia juga memaparkan rencana pembangunan destinasi all in one yang akan dipusatkan di desa Pengambengan, Kecamatan Negara. Menurut Tamba, Kabupaten Jembrana memiliki warisan budaya yang bisa dimaksimalkan sebagai daya tarik wisata, sperti makepung dan jegog. Destinasi all in one di desa Pengambengan mengambil konsep penggabungan beberapa atraksi dalam 1 lokasi sebagai destinasi wisata. “Kita (Jembrana) memiliki warisan budaya jegog dan mekepung yang tidak ada di daerah lain, ini bisa dimanfaatkan sebagai atraksi wisata,” kata Bupati Tamba. Sirkuit All in One yang dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat melalui Kementeriam Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) nantinya akan digunakan sebagai lokasi dilaksanakannya berbagai atraksi yang menjadi kalender event pariwisata Jembrana. Hal tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan perekonomian bagi Jembrana khususnya masyarakat Desa Pengambengan kata Bupati Jembraa, I Nengah Tamba dalam penyampaiannya kehadapan masyarakat yang hadir. “Aktivitas ekonomi akan bangkit di sini karena seluruh kegiatan atraksi budaya akan kita bawa ke sini, ada budaya makepung, budaya pacuan kuda, arisan burung dara, layang-layang, petik laut dan saya rasa masyarakat berbahagia. Ini harus dijaga dengan baik karena ini tanggung jawab kita bersama yang sudah berikan aset yang sangat bagus,” ucapnya. Menyambut akan hadirnya banyak wisatawan ke sirkuit ini, dirinya menginginkan masyarakat untuk kreatif, baik dalam kesenian maupun menyediakan olahan jajanan. “Di sini akan ramai orang berwisata, tentunya mereka akan berbelanja di sini. Silakan tunjukkan kreativitas, masyarakat Pengambangan sekarang mulai berbenah. Akan ada ribuan orang datang ke sini, setelah pembangunan sirkuit ini selesai kita akan langsung menggelar festival Jegog yang menampilkan 100 sekeha jegog dengan 5.000 penari. Ini dampak ekonomi positif yang akan dirasakan masyarakat Pengambengan,” imbuh Tamba. Ia pun menambahkan, bahwa hal tersebut juga sejalan dengan target Jembrana Emas di Tahun 2026. Ground breaking jalan tol akan dilaksanakan pada bulan September ini, dan setelah jalan tol tersebut rampung maka akan lebih banyak wisatawan yang bisa datang kesini. “Ini bagian daripada Jembrana Emas 2026, hari ini mungkin kita masih berpikir siapa yang akan datang ke sini. Bulan September ini ground breaking jalan tol akan dilaksanakan, setelah jalan tol selesai orang akan datang ke sini, kita akan buatkan kalender event kebudayaan yang menjadi daya tarik kunjungan wisata,” bebernya. Pihaknya juga meminta dukungan masyarakat dalam proses pembangunan sirkuit ini, karena dalam proses pembangunannya memungkinkan sedikit menganggu aktifias masyarakat sekitar. “Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat, mungkin dalam tahap pembangunan ada sedikit ganggguan, sedikit ada debu, tolong jangan dipermasalahkan, ini dalam proses pembuatan yang terbaik untuk masyarakat,” harapnya di hadapan para tokoh masyarakat dan masyarakat setempat. Terkait pembangunan pengendali banjir, Bupati Tamba mengatakan akan segera dibangun pengendali banjir sepanjang 1,4 kilometer dengan anggaran Rp2,3 miliar. “Kita akan buat Pengembangan ini terbebas dari banjir, sedikit demi sedikit kita akan capai. Pertama, kita baru bisa realisasikan anggaran sebesar Rp2,3 miliar dengan panjang pengerjaan 1,4 kilometer. Mudah-mudahan dengan pembangunan ini masyarakat yang setiap tahun kebanjiran, akan terbebas dari banjir,” ujarnya. Sementara itu untuk pembangunan Sirkuit All in One menganggarkan dana sebesar Rp 2.999.000.000,- (dua miliar sembilan ratus sembilan puluh sembilan juta) di lahan seluas 3 hektare yang berlokasi di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Hal tersebut disampaikan Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, I Wayan Sudiarta saat mendampingi Bupati Jembrana dalam sosialisasi pembangunan sirkuit tersebut kepada masyarakat desa Pengambengan di Wantilan Pura Segara Pengambengan. Sudiarta mengatakan ada dua proyek yang akan dilaksanakan di desa Pengambengan yaitu sirkuit all in one dan pengendali banjir, yang mana hari ini dilaksanakan sosialisasi karena proses pembangunan sirkuit telah dimulai. “Hari ini sudah mulai pembangunananya, ada dua proyek besar di sini, satu sirkuit dan satu pengendali banjir. Hari ini kami sosialisasikan sehingga semua tokoh-tokoh masyarakat dan masyarakat di sini mengetahui dimulainya proyek pembangunan sirkuit ini, berikutnya akan dibangun juga pengendali banjir sepanjang 1,4 kilometer. Kita harap dukungan masyarakat terhadap kegiatan ini,” tandasnya.(bpn) Read the full article
Jegog Mebarung Jembrana Menggema di Panggung PKB Ke-44
BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA - Sekaa Jegog Ghora Yowana Budaya Kelurahan Lelateng dan Sekaa Jogog Swara Ulangun Desa Yeh Sumbul Kecamatan Mendoyo menjadi duta Jembrana dalam parade pagelaran di ajang PKB ke-44 bertempat di Kalangan Madya Mandala Gedung Ksiarnawa Denpasar, Senin (27/6/2022). Disaksikan langsung Bupati Jembrana I Nengah Tamba, keduanya tampil apik membawakan empat garapan tabuh dan tari sukses membius pengunjung yang memadati areal Ksiarnawa Art center. Sekaa Jegog Ghora Yowana Budaya Lelateng menyajikan tabuh tari penyambutan kreasi ‘Angayubagia’ pada penampilan pertamanya. Selanjutnya tabuh truntungan gelar hulu yang diinspirasi dari sungai gelar sebagai obyek wisata yang sangat digemari masyarakat Jembrana. Kemudian ditampilkan Tari Rekreasi Makepung, tarian ini menampilkan Mekepung sebagai sebuah tradisi kaum petani yang kini masih tetap hidup di daerah Jembrana. Tarian ini menampilkan gerakan para penunggang kerbau dan gerak-gerak kerbau itu sendiri. Tari Kreasi Mekepung ini juga merupakan tari kreasi baru yang menggambarkan jalannya persiapan dan lomba balapan kerbau atau Mekepung. Sementara itu, sekaa jegog Swara Ulangun, Banjar Pangkung languan, desa Yehesumbul, Kecamatan Mendoyo pada penampilan pertamanya menyajikan Tabuh truntungan kreasi ‘pengembak’ Tabuh truntungan secara fungsional berfungsi sebagai ucapan selamat datang kepada para penonton atau partner lawan dalam konteks kompetisi kesenian Jegog. Selanjutnya Tabuh kreasi ‘Yehsumbul’ menampilkan keindahan alam dan persawahan Desa yang heterogen saling menghargai satu sama lain dalam menjaga kerukunan. Kemudian Tari kreasi luihing paksi, yang menggambarkan burung Jalak Putih Mahardika terbang ke sana kemari menikmati kehidupan dan alam di sekitarnya. Sebagai sajian pamungkas, kedua Sekahe Jegog memainkan atraksi mebarung (gamelan secara bersama-sama). Suara gemuruh dari pukulan alat musik Jegog dengan penuh semangat membuat suasana ksiarnawa makin meriah. Kedua Jegog saling bersahutandan menggema mengundang decak kagum penonton yang menyaksikan secara langsung. Bupati Jembrana, I Nengah Tamba sangat berbangga dengan kesenian Jegog sebagai satu-satunya kesenian yang hanya ada dan dimiliki oleh Jembrana. Bupati menambahkan disamping menjadi ajang promosi, penampilanJegog Jembrana di PKB ke-44 sebagai momentum bahwa kesenian yang hanya di miliki Kabupaten Jembrana ini tidak mati suri. Melainkan tetap eksis sampai sekarang ini. Bahkan, sebagai bentuk perlindungan dan komitmen kita dalam melindungi dan melestarikan kesenian Jegog ini, Pemkab Jembrana menyerahkan bantuan satu tahun Rp5 juta kepada masing-masing Sekehe Jegog yang ada di Jembrana. Hal tersebut diperuntukkan oleh para sekehe untuk merawat alat-alat kesenian itu sendiri. "Saya juga telah berkoordinasi dengan Menparektaf RI, dan ia ingin bahwa Jegog ini nantinya tampil dalam event G20," tandasnya. Ia mengatakan sejak awal menjabat sebagai Bupati, telah membentuk Yayasan Jegog Jembrana. Tujuannya untuk menaikkan kelas jegog Jembrana. "Jadi saya tidak ingin, Jegog Jembrana tampil di kabupaten lain diundang naik truk dan diupah sangat murah. Kita sekarang sudah mulai berbenah, bahwa Jegog adalah atraksi budaya yang sangat mahal, kita naikkan kelasnya dan saya akan mendukung penuh langkah tersebut," pungkasnya.(bpn) Read the full article
Recorded and Composed between November 2021 and February 2022 in Bali, Indonesia, by Buenos Aires born producer Agustín Oscar Rissotti. "Balinese Meditations" is a closer approach to different traditional instruments from the Island, which I sampled. I included mostly a small Gamelan Ensemble called "Angklung", which is used for Cremations and Funerals, and the biggest Bamboo ensemble called "Jegog", which is intended for party celebrations. Both of this Ensembles hold a 4 tone scale. I also added a small composition with Gong Kebyar (in "Gempa Bumi") and Semar Pegulingan ensembles (in "Semut Tropikal"), which have a larger sale (5 and 7 tones respectively). The process started in the University Museum and different Sanggars (rehearsal spaces for the Gamelan Orchestras), where I recorded all the samples of the instruments. The result were this vibrant compositions, which I made while traveling around the island with a Laptop, Headphones and sampler. I witnessed children playing in the water, grandparents eating cake, friends having laughter and conversations, families growing together, the waitress and waiters coming and going, the rice fields, the mountains, sunshine and storms, the smiles and the sorrows. I would drink usually a Balinese Coffee with Tropical fruit juice and get bitten by ants while composing. The flutes and the vocal layers were added in my house once the instrumentals were finished. Those are the only instruments that I recorded in my room in Gianyar. The album cover is a Balinese Masked Dancer (Topeng), from the public domain taken in 1948 by the artist Bruijin P. I wish you to enjoy this music so much, as I enjoyed travelling and composing it. Sending you blessings and love.
Encouraged by: @fnaargentina
#JEGOG https://www.instagram.com/p/B0TeotonGr1/?igshid=43bqrpnafff8
スアール・アグン(SUAR AGUNG) #tokyo #東京 #japan #日本 #landscape #misic #sounds #architecture #jegog #bali #ガムラン #gamelan #バリ島 (めぐろパーシモンホール)