We are so grateful by families & friends who shared our moment of happiness @ 75th Jubelium Luncheon on Saturyeay ☺️🙏🏻 the pleasure is ours 💝 #latepost #jubelium #treasured #blessings #thankyounote (at GRAND CENTRAL Restaurant Jl. Bulungan)
seen from United States

seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Australia

seen from Australia

seen from Australia
seen from Saudi Arabia
seen from Israel
seen from United Kingdom
seen from Maldives
seen from Germany
seen from Italy
seen from Netherlands
seen from Japan
seen from China
seen from Japan
seen from United Kingdom
We are so grateful by families & friends who shared our moment of happiness @ 75th Jubelium Luncheon on Saturyeay ☺️🙏🏻 the pleasure is ours 💝 #latepost #jubelium #treasured #blessings #thankyounote (at GRAND CENTRAL Restaurant Jl. Bulungan)
We are so grateful by families & friends who shared our moment of happiness @ 75th Jubelium Luncheon on Saturyeay ☺️🙏🏻 the pleasure is ours 💝 #latepost #jubelium #treasured #blessings #thankyounote (at GRAND CENTRAL Restaurant Jl. Bulungan)
Jesus this is rad.
Bathory - You Don't Move Me (I Don't Give A Fuck)
10 Ribu Umat Katolik Akan Hadiri Perayaan Puncak Yubelium 75 Tahun Keuskupan Agung Makassar (KAM)
MAKASSAR (SULSEL) - Sekitar 10 ribu umat Katolik diperkirakan akan membanjiri perayaan puncak Yubileum 75 tahun Keuskupan Agung Makassar (KAM) di Celebes Convention Centre (CCC), Tanjung Bunga Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (02/06/12). Umat Katolik tersebut berasal dari paroki-paroki di bawah naungan KAM yang meliputi tiga provinsi: Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Barat (Sulbar), dan Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal ini disampaikan ketua Panitia Yubileum 75 Tahun KAM, Julius Yunus Tedja dalam konfrensi pers di Gereja Katedral Hati Yesus Yang Mahakudus, Makassar, Kamis (31/05/2012). Acara puncak itu akan diadakan Misa Syukur yang akan dipimpin oleh Duta Vatikan untuk Indonesia Uskup Agung Antonio Guido Filipazzi. Para uskup se-Indonesia, pastor, biarawati juga hadir. Uskup Agung KAM Mgr John Liku-Ada dan ketua steering comitte (SC) Pastor Paulus Tongli akan memimpin acara yubileum tersebut. Pastor Paulus menjelaskan perayaan ini akan diawali dengan Misa agung dengan selebran utama adalah Mgr Filipazzi. “Hadir pula sejumlah uskup dari seluruh Indonesia dan para imam,” ujarnya. Julius menambahkan dalam perayaan puncak Yubileum ini akan diputar film dan drama teatrikal tentang perjuangan serta perjalanan KAMS dari tahun 1937 hingga saat ini. Selain itu, akan diluncurkan buku tentang sejarah singkat Gereja lokal KAMS dengan judul Kenangan 75 Tahun Yubileum. Pada acara ini, hymne KAMS karya budayawan Sulsel, Ishak Ngeljaratan untuk pertama kalinya akan dinyanyikan. Acara tersebut akan ditutup dengan malam ramah tamah. Data dari Gereja Katolik Indonresia 2009, keuskupan agung itu memiliki sekitar 180.000 umat Katolik yang tersebar di 43 paroki. Kehadiran Gereja Katolik di wilayah itu berawal dari terbentuknya Vikariat Apostolik Celebes menjadi Prefektur Apostolik pada 13 April 1937, kemudian ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Makassar pada 13 Mei 1948, dan pada 3 Januari 1962 menjadi Keuskupan Agung Makassar. Peringatan 75 tahun diambil terkait dengan pembentukan Prefektur Apostolik tahun 1937. (Tribunnews/UcanIndonesia)
dari www.kabargereja.tk
Gereja Kingmi Papua Fokus Penginjilan Baru
JAYAPURA (PAPUA) - Jelang Jubelium ke 50 tahun, Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua bertekad melakukan perubahan dalam pola penginjilan dalam tahun-tahun berikutnya. Dikatakan Ketua Sinode Kingmi Papua, Pdt Benny Giay, di Jayapura pada Senin (19/03/2012). Gereja Kingmi Papua akan berfokus pada 'Penginjilan Baru' atau 'Penginjilan Jilid 2'. "Kingmi Papua akan berfokus pada masalah-masalah yang dialami jemaat, sebab selama ini gereja-gereja di Papua, khususnya Kingmi, dianggap gagal menuntaskan masalah dasar dari pergumulan jemaat, seperti penuntasan masalah KDRT, anak-anak jalanan, HIV AIDS, pangan, pendidikan, dan pelanggaran kemanusiaan," jelas Pdt Giay menegaskan gerejanya akan melakukan penginjilan itu dengan hal-hal mendasar dan dimulai dari keluarga. Ditegaskan, penginjilan ini adalah perintah Tuhan melalui firman-Nya di Alkitab. "Hal ini merupakan tanda-tanda zaman yang harus disikapi. Tuhan menegur kita lewat Alkitab. Tetapi jika kita keraskan hati, Tuhan akan berbicara lewat apa yang terjadi [di masyarakat]" katanya. Dikatakan Pdt Giay, Gereja yang memiliki hampir 500.000 anggota jemaat di penjuru Papua ini turut mengambil bagian dari penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat Papua, sebab tugas gereja sebagai terang dan garam bagi umat, tidak hanya dinyatakan di atas altar gereja, dengan berkhotbah semata, melainkan juga dengan perbuatan. Sebab misi utama Sinode Kingmi Papua yakni "Mewujudkan Papua yang Damai Sejahtera." Selain itu, Sinode Kingmi Papua yang pada Jubelium 50 tahun ini mengangkat tema "Berubah Menjadi Kuat", menegaskan Kingmi Papua berusaha untuk menyelesaikan setiap masalah yang ada termasuk dengan mengadakan rekonsiliasi dengan sinode Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII). Dengan harapan, gereja Kingmi Papua dan GKII dapat menjadi mitra bersama dalam mengembangkan penginjilan di tanah Papua. (TimPPGI)
dari www.kabargereja.tk
7 Paduan Suara Ikuti Festival Koor Pesta Jubileum 80 Tahun Katederal Sibolga
SIBOLGA-Sebanyak 7 paduan suara masing-masing terdiri dari paduan suara umat stasi Sarudik, umat stasi Ketapang, umat lingkungan Simare-mare, umat lingkungan Sibolga Julu, umat lingkungan Sambas dan umat lingkungan Pintu Angin/Panomboman mengikuti Festival Koor Pesta Jubeleum 80 Tahun Gereja Katolik Katederal Sibolga di Aula SMA RK Sibolga, Jumat (17/02/2012) pukul 18.00 Wib. Ketua Panitia Pesta Yustinus Fau dalam sambutannya pada acara pembukaan Festival menjelaskan, festival koor merupakan perlombaan puncak dalam rangkaian Pesta Jubileum ini setelah sebelumnya di gelar berbagai perlombaan-perlombaan lain seperti olah raga dan seni. “Kita berharap seluruh peserta mampu memberikan suara-suara terbaiknya untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Yang lebih penting, dalam perlombaan ini yang menjadi tujuan akhir bukanlah juara melainkan mampu menjalin kebersamaan dan persaudaraan diantara sesama umat,” tukasnya. Puncak acara Jubileum akan dilaksanakan misa meriah di pimpim Uskup Keuskupan Sibolga Mgr Ludovikus Simanullang dilanjutkan ramah tamah, makan siang bersama, hiburan dan lucky draw, Minggu (19/02/2012) di halaman SMP Fatimah Sibolga di Jalan Albertus Sibolga. “Misa akan di mulai Pukul 08.00 Wib diikuti oleh seribuan umat katolik berasal dari lingkungan dan gereja stasi se- Katederal Sibolga setelah dilakukan perarakan di mulai dari Kantor Keuskupan di Jalan Ade Irma Sibolga menuju lokasi pesta,” jelasnya seraya menambahkan, di acara puncak nantinya semua pemenang perlombaan akan diumumkan sekaligus penyerahan hadiah bagi para pemenang. Dari 14 stasi/lingkungan yang ada di jajaran Gereja Paroki Katederal Sibolga yang ikut berpastisipasi dalam festival ini sebanyak 7 stasi/lingkungan. Turut menyampaikan kata sambutan Pastor Paroki Gereja Katederal Sibolga P Samuel Gulo Pr Pada kesempatan itu, ketua tim juri turut menyampaikan, kategori penilaian mencakup materi suara seperti kecepatan not, keseimbangan suara dan tehnik vokal ditambah poin tambahan dari penampilan. (MetroSiantar)
dari www.kabargereja.tk
Acara Pembubaran Panitia Pesta Jubileum 150 Tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Wilayah II
MEDAN (SUMUT) - Setelah sukses menggelar acara di Stadion Teladan Medan Minggu (09/10/2012) lalu, Panitia Pesta Jubileum 150 Tahun HKBP Wilayah II menyampaikan laporannya di hadapan Ephorus HKBP Pdt. Dr. Bonar Napitupulu, Ketua Nasional Pesta Jubileum 150 Tahun HKBP Edwin P Situmorang SH MH dan unsur panitia serta jemaat yang hadir di Gereja HKBP Moria Jalan Sei Mencirim Medan, Sabtu (11/02/2012) lalu. Diawali dengan acara kebaktian meliputi lagu pujian, koor dan khotbah yang dibawakan Pdt. Julasber G. Silaban,MTh dari 1 Korintus 15 : 58. Di mana dalam khotbahnya, pendeta Silaban menekankan "Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." Pesta Jubileum sudah selesai, lanjutnya tapi tugas untuk tetap bergiat di dalam pekerjaan Tuhan tak pernah selesai. Selanjutnya, Ketua Panitia Nasional Edwin P Situmorang membacakan nama-nama panitia inti Pesta Jubileum 150 tahun HKBP Wilayah II untuk maju ke depan sekaligus membacakan surat keputusan panitia nasional secara resmi membubarkan panitia wilayah II yang antara lain Ketua Umum Jubileum 150 Tahun HKBP Wilayah II Dr RE Nainggolan MM, Sekjen Jadi Pane SPd, Wakil Ketua Jongkers Tampubolon, Bendaha Basta Siahaan, Ketua Harian Rapotan Tambunan, drg Natalina Hutabarat MKes, Ferlin H Nainggolan, Praeses HKBP Distrik X Medan Aceh Pdt S M P Marpaung, Kompol Jonius Taripar Hutabarat, dr Horas Rajagukguk SpB serta panitia lainnya. Setelah dibubarkan, Ketua Panitia Wilayah II Dr. RE Nainggolan bersama Penasehat Lundu Panjaitan menyerahkan buku laporan pertanggungjawaban panitia dan memberikan penghargaan berupa pin kepada Ephorus dan Ketua Nasional. Selanjutnya, Dr. RE Nainggolan bersama Rapotan Tambunan dan Jongkers Tampubolon selaku panitia Diakonia tahun 2009 juga menyerahkan tanah seluas 10 hektar di kawasan Sembahe kepada Ephorus untuk dimanfaatkan menjadi kawasan pelatihan dan pendidikan diakonia. Ucapan Terimakasih Ephorus HKBP Pdt Dr Bonar Napitupulu dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat yang telah mendukung suksesnya Jubileum 150 tahun HKBP, seperti Pemerintah Provinsi Sumut, Pemko Medan,YSKI dan organisasi lainnya. Kepada Panitia yang telah berhasil dalam menjalankan tugasnya, penghargaan paling besar adalah dari Tuhan. Sebelumnya, Ketum Panitia Nasional Edwin P Situmorang SH MH juga menyampaikan terimakasih kepada semua elemen yang telah ikut berpartisipasi suksesnya acara Pesta Jubileum 150 tahun HKBP. Sementara R E Nainggolan dalam sambutannya memaparkan beberapa kegiatan yang telah dilakukan panitia mulai dari pembentukan panitia sampai berlangsungnya acara di Stadion Teladan Medan. Secara khusus, RE Nainggolah menggarisbawahi program kemanusiaan yang dilakukan panitia bekerja sama dengan Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) yang pada acara pembubaran itu dihadiri oleh drg.Annita, telah menjangkau banyak masyarakat kurang mampu di berbagai daerah. "Mudah-mudahan, apa yang telah diperbuat oleh panitia dan YSKI dapat bermanfaat bagi jemaat dan kita semua. Kerjasama dengan YSKI tidak hanya sebatas pesta tapi terus berlanjut demi untuk meringankan beban masyarakat yang kurang beruntung," tandasnya. Selesai acara pembubaran panitia, acara ramah tamah dan makan bersama digelar di rumah keluarga Dr. Januari Siregar, SH,M.Hum dan dihibur oleh artis Batak Joel Simorangkir. (HarianSumut)
dari www.kabargereja.tk
Peresmian Monumen Jubelium 50 Tahun Gereja Katolik di Lembah Baliem
WAMENA (PAPUA) – Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo. secara resmi meresmikan Monumen Jubelium 50 Tahun Gereja Katolik di Lembah Baliem Dekenat Jayawawijaya. Pesta pemberkatan dan peresmian Monumen Jubelium 50 Tahun Gereja Katolik di Dekenat Jayawijaya ini, dilaksanakan Minggu (12/02/2012) bertempat di tempat awal masuknya para misionaris Katolik pada tahun 1958 lalu di Kampung Wesaput. Acara pemberkatan monumen ini dipimpin oleh Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM, dan dihadiri Wakil Bupati Jhon R. Banua, Bupati Puncak Jaya Lukas Enembe, S.IP, Bupati Pegunugan Bintang Welington Wenda, serta 30 ribu umat Katolik yang tersebar di 9 Paroki se dekenat Jayawijaya. Pemberkatan Monumen ini diawali dengan pemberkatan bangunan monument yang berbentuk Honai ini oleh Uskup Leo Laba Ladjar, OFM. Serta pengguntingan pita oleh Bupati Jayawijaya. Uskup Leo Laba Ladjar mengatakan, pemberkatan dan peresmian monumen Yubelium 50 tahun Gereja Katolik di dekenat Jayawijaya memberikan makna sibolis yang besar kepada umat di Dekenat Jayawijaya, karena melalui misi yang di bawa oleh para misionaris 54 tahun lalu sebagai simbol kehadiran Tuhan di Lembah Balim untuk mempersatukan umatNya. “Peresmian monumen ini memberikan makna simbolis yang besar di mana Tuahn hadir untuk mempersatukan kita” kata Uskup Leo. Menurut Uskup Leo, dalam pemberkatan Monumen ini terdapat berbagai ritual yang seluruhnya menunjukan sebuah persekutuan dan ikatan bagi semua umat yang dipersatukan, karena di dalam Tuhan semua umat manusia akan menjadi satu keluarga yang merupakan anugerah dari Tuhan. Sementara itu Bupati Wempi Wetipo dalam sambutannya mengatakan, peresmian monumen masuknya Gereja Katolik di Lembah Baliem ini merupakan satu langkah maju yang telah dilakukan oleh seluruh umat Katolik untuk mengenang sejarah perjalanan panjang Gereja Katolik di Dekenat Jayawijaya yang telah dimulai sejak 54 tahun silam. “Ini bukan sekedar kita menyaksikan monumen ini tetapi suatu peringatan buat kami bahwa Injil masuk ini bukan terlalu gampang tetapi penuh dengan tantangan sehingga generasi penerusa yang akan datang bisa mengenang peristiwa yang pernah terjadi,” tuturnya Bupati Wetipo. Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh umat beragama di Kabupaten Jayawijaya untuk tetap bersatu tanpa membedakan-bedakan antara satu gereja dengan gereja yang lain tetapi semua harus bersatu didalam satu kesatuan karena semua umat manusia yang ada hanya percaya kepada satu Tuhan dan satu Injil karena setiap manusia yang ada dan hidup hanya karena anugerah Tuhan. Pada kesempatan itu juga, Bupati Puncak Jaya Lukas Enembe, S.IP mengatakan, dengan diresmikannya monumen ini dirinya selaku salah seorang putra pegunugan tengah mengharapkan agar semua umat beragama di Kabupaten Jayawijaya dapat bersatu dan saling menghargai antara satu dengan lainnya agar dapat tercipta kerukunan hidup yang baik di antara umat beragama. “Disinilah tempannya perkembangan Gereja Katolik di Mulai maka dengan peresmian monumen ini saya sebagai putra pegunungan tengah mengajak semua umat beragama yang ada di daerah ini untuk bersama-sama membangun kerukunan hidup diantara umat beragama supaya semua program pembangunan yang ad di Kabupaten Jayawijaya bisa dapat berjalan dengan baik karena adanya dukungan dari pihak Gereja” tutur Lukas. (PapuaPos/TimPPGI)
dari www.kabargereja.tk