Quran Recitation With English Translation Reaction Juz 29 Speech
seen from Iraq
seen from Philippines

seen from United States
seen from Canada
seen from United States
seen from China
seen from Germany
seen from United States
seen from Iraq

seen from United States

seen from South Korea
seen from Pakistan
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from Azerbaijan
seen from Saudi Arabia
seen from Brazil

seen from United Kingdom
Quran Recitation With English Translation Reaction Juz 29 Speech
Alquran Tulis juz 28,29 dan 30 Harga Jual : 45ribu . . . Putra-putrinya sedang menghafal quran juz 30? atau juz 29? atau juz 28? Murojaahnya bisa difasilitasi dengan buku ini Al Quran Tulis metode follow the line Jadi, si anak tinggal mengikuti cara penulisannya saja. Insya Allah ini salah satu cara ayat2 Allah nempel di otak anak lebih lama ^_^ Berat: 140 gram ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ wa.me/628118885779 to order. Baarakallahu fiik #AlquranTulis #followtheline #nulisquran #juz30 #juz29 #juz28 #tahapanmurojaah #menghafalquran #tulissendirimushafmu #menulisAlquran #Alqurantulisjuz28juz29juz30 #latihanmenulissuratalquran https://www.instagram.com/p/B2N0tzwndfB/?igshid=1qq2nbmxnvplp
Bismillah...
Maha suci Allah yang menguasai kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS. Al Mulk: 1)
Demi pena dan apa yang mereka tuliskan (QS. Al Qolam: 1) Sesungguhnya Alquran itu benar-benar wahyu yang diturunkan kepada Rasul yang mulia dan Alquran bukanlah perkataan seorang penyair... (QS. Al Haqqah: 41)
Alquran adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam (QS. Al Haqqah : 43)
Dan sungguh Alquran itu pelajaran bagi orang-orang bertakwa (QS. Al Haqqah: 48)
Dan sungguh Alquran itu kebenaran yang meyakinkan. Maka bertasbihlah dengan menyebut Tuhanmu Yang Maha Agung (QS. Al Haqqah: 51-52)
Wahai orang yang berselimut, bangunlah untuk shalat pada malam hari, kecuali sebagian kecil yaitu separuhnya atau kurang sedikit dari itu, atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan (QS. Al Muzammil: 1-4)
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri shalat kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam, atau sepertiganya, dan demikian pula segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah bagimu dari Alquran, Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah, dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Alquran dan laksanakan shalat, tunaikanlah zakat, dan berikanlah pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh balasannya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah, sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Al Muzammil: 20)
Wahai orang yang berkemul (berselimut)! bangunlah, lalu beri peringatan! Dan Agungkanlah Tuhanmu (QS. Al Muddassir: 1-3) Tidak bisa! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Alquran)! (QS.Al Muddassir: 16)
Tidak! Sesungguhnya Alquran itu benar-benar suatu peringatan. Maka barang siapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya. Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya Alquran kecuali jika Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut kita bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampun. (QS. Al Muddassir: 54-55)
Tidak! tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu. Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri, dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya. (QS. Al Qiyamah: 11-15)
Sungguh kami takut akan adzab Tuhan pada hari ketika orang-orang berwajah masam penuh kesulitan. Maka Allah melindungi mereka keceriaan dan kegembiraan. (QS. Al Qiyamah: 10-11)
Sungguh ayat-ayat ini adalah peringatan, maka barang siapa menghendaki kebaikan bagi dirinya tentu dia mengambil jalan menuju Tuhannya. Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. Dia memasukkan siapapun yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya (surga). Adapun bagi orang-orang dzalim di sediakan-Nya adzab yang pedih. (QS. Al Insan: 29-31)
Maka kepada ajaran manakah selain Alquran ini mereka akan beriman? (QS. Al Mursalat: 50)
@quraners @boecahlawu @rumahati @nailymakarima @shintarahayu @bersamadenganmu @embunsenjaku
Istighfar. Juz 29. Nuh 10-12.
Bismillahirrahmanirrahim. Dari sekian banyak ayat dalam Qur'an tentang istighfar, saya akan mengambil contoh istighfar yang merupakan bagian dari khutbah Nabiullah Nuh As di surat Nuh. فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا maka aku katakan kepada mereka: ´Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-Surah Nuh (71:10) Nabi Nuh As berdakwah "malam dan siang," "sembunyi-sembunyi hingga terang-terangan," "perorangan juga kelompok," selama 950 tahun dengan pengikut nya diakhir hanya sedikit (ada yang menyebutkan sekitar 80 orang, wallahu'alam bissawwab). Dengan kesabaran yang luar biasa Nabiullah Nuh menjalankan dakwahnya, hingga pada "batasnya" Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat perahu besar. Sebelum berangkat, Nabiullah Nuh berkhutbah kepada umatnya: . . . astaghfiruu Rabbakum. . . Ber-istighfar-lah kepada Tuan mu. Mengapa Rabbakum? Kenapa tidak astaghfiruLLah? Kasta tertinggi pada masa peradaban kala itu, yang paling berkuasa terhadap manusia, adalah Tuan terhadap hamba-hambanya. Tuan lah yang memiliki hamba/budak mereka siang dan malam. Tuan lah yang memberikan tanah atau ternak kepada budak2nya untuk mereka garap, dan dari situ lah para hamba tadi "merasa" mendapatkan penghidupan. Dan menggunakan kata Rabbakum merupakan salahsatu strategi dakwahnya. Nabi Nuh berkata; "Tuan kalian adalah Tuan yang Maha Segalanya. Maka ber-ISTIGHFAR-lah kepada-Nya." Mengapa perintah dalam khutbahnya hanya beristighfar? Mengapa dengan beristighfar mereka jadi terselamatkan? Sedahsyat itu kah Istighfar? Dari sekian banyak khutbah Nabi Nuh, kenapa khutbah singkat ini yang Allah abadikan dalam Al Quran dan diceritakan kepada Baginda Rasulullah SAW? Memang apa sebenarnya Istighfar itu? Dalam kaidah bahasa Arab, kata "Ista" (alif-sin-ta') memiliki arti "meminta," "menginginkan," dan "mencari." Dalam contoh kalimat dalam percakapan bahasa Arab, ketika ada seorang anak sedang lapar dan meminta makanan ke ibunya dia bisa berkata/menggunakan kalimat: "istat'ama ya ummi." Di saat dia berkata istat'ama, perkataan "minta dan ingin makan" tadi diiringi dengan "aktifitas" dia mencari makanan di sekeliling dia. Misal makanan yang dia inginkan adalah roti, karena dia lapar pada saat proses pencarian tadi dia bertemu makanan yang lain pun tetap dimakannya. Dan pencarian tersebut akan berhenti sampai dia menemukan roti. Maghfirah secara umum diartikan sebagai ampunan, adapun asal katanya adalah "mighfar" yang berarti menutup secara menyeluruh. Dari penjelasan di atas, maka ketika kita gabungkan kata Ista dengan Maghfirah maka akan menjadi Istighfar. Dan kata tersebut bermakna: meminta, menginginkan, dan mencari "ampunan." Kita menyadari ketika: Meminta itu berkaitan dengan Lisan, Menginginkan itu dengan Hati, dan Mencari itu dengan fisik/aktifitas. Begitu pun jika diaplikasikan ke dalam kata Istighfar. Istighfar yang "khusyuk dan benar" tidak hanya sekedar lisan mengucapkan permohonan ampun kepada Allah, tetapi juga didorong dengan keinginan dari hati akan ampunan dari Allah SWT. Rasa "ingin" tadi muncul karena perasaan menyesal dan rasa takut akan tidak diterimanya permohonan kita. Dari hasil kombinasi "lisan dan hati" tadi maka akan mendorong diri kita ke proses penutup yaitu; aktifitas fisik berupa "pencarian." "Pencarian" apa? Sama dengan proses mencari pada penjelasan istat'ama, Ketika kita benar2 menyesal akan dosa/kesalahan kita, lalu kita memohon dan menginginkan ampunan dari Allah, kita akan "mencari" ampunan tersebut pertamakali kepada diri kita dan orang di sekeliling kita. Dalam proses pencarian tersebut, awal kita akan merasa bersalah dengan diri atau jasad kita, karena jasad ini yang paling banyak kita dzalimi karena perbuatan-perbuatan dosa kita. Setelah itu, kita akan bertemu dengan orang tua, suami/istri, anak, saudara, guru, teman, tetangga, karyawan, atau yang lainnya, yang pasti baik sadar maupun tidak pasti kita juga pernah berbuat salah terhadap orang-orang tadi. Tidak hanya orang disekitar. Kita juga akan merasa bersalah terhadap "Nikmat-nikmat" yang Allah telah kasih tetapi kita tidak pernah anggap eksistensinya apalagi disyukuri (nikmat: waktu, udara, air, alam, dsb), pada tahapan ini kita telah mencapai pintu maghfirah. Ketika kita sudah keliling "mencari" kesalahan-kesalahan kita sendiri terhadap ciptaan Allah, barulah kita akan berhadapan dengan permohonan ampunan kepada Sang Pencipta nya, yaitu Allah. Barulah Nabiullah Nuh Allaihissalam berkata: . . . Innallaha kanaa ghafaran. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Pencarian panjang "maaf" atau "ampunan" terakhir adalah Allah SWT, karena Allah tidak pernah butuh permohonan ampun kita. Dan sebetulnya tanpa kita minta pun, Allah telah mengampuni kesalahan makhluk-makhluk-Nya karena Rahmat Nya. Di ayat lain Allah berfirman, "jika AKU tidak mengampuni kesalahan-kesalahan hamba-Ku, niscaya tidak ada yang tersisa di bumi ini." Di ayat selanjutnya, dijelaskan hasil dari Istighfar yang dilakukan oleh umat Nabi Nuh As. يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ( Yursilii ssama'a alaikum midhraran) niscaya Dia akan mengirimkan "hujan" kepadamu dengan lebat, Surah Nuh (71:11) Midhraran itu berasal dari kata "dhurr" yang berarti sapi betina yang menyusui. Susu sapi adalah simbolisasi dari "kenikmatan" baik dari rasa maupun manfaatnya. Dan mereka yang beristighfar digambarkan dalam Qur'an, mereka ibarat memerah "hujan kenikmatan" dari langit. Dan kenikmatan-kenikmatan itu berupa harta yang berkah, dan anak-anak yang manfaat (baniin), "sumber-sumber rizki" yang indah nan berlimpah (jannatin wa anharan. وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. Surah Nuh (71:12) Allah SWT berikan semua itu bagi hamba-hamba-Nya yang ber-Istighfar. Oleh karena itu ikhwani, segerakanlah beristighfar, lalu kita kembali kepada Allah. Mulai lah dari orang di rumah (makhluk, horizontal), lalu perluaslah hingga kepada Allah SWT (Rabbul 'Alamin, vertikal). Kita persering mencari kesalahan sendiri, bukan kesalahan orang lain. Kita biasakan mendahului dalam memohon maaf kepada siapa pun, ini bukan perkara gengsi atau siapa yang-salah-atau-benar ya akhi, hakikatnya ini adalah perintah Allah "Tuan" kita, sebagai hamba yang taat sudah selayaknya kita menjalankan apa yang DIA minta, toh nanti kenikmatan yang dijanjikan-NYA akan kembali ke kita. Semoga ALLAH AZZAWAJALA selalu menerima istighfar kita dan memasukan kita dalam golongan Muttaqin. Alafuw minkum. Wallahu'alam bissawwab.