Indonesia Penuh Sensasi 2019
gambar bersumber dari IG : @lbhyogyakarta
Dulu ditahun 2015 posisi kala itu sedang menjadi mahasiswa dengan semangat idealis membara, (sok) sibuk membuat pernyataan sikap, bahan kajian terkait isu baik bersifat regional maupun nasional walau dikerja target kuliah dan lulus cepat tapi masih bisalah manfaatin dispensasi atau jatah bolos. Pernah saya mengalami jengah dengan negeri ini yang penuh masalah, akhirnya cuman bisa berkeluh kesah disini, satu paragraf tulisan yang semoga bisa jadi sedikit pemahaman apa yang terjadi di negeri ini.
Kini ditahun 2019 posisi saya berkerja sebagai tenaga kontrak dipemerintahan, adaptasi lingkungan kerja, tugas dimeja berkas draft rancangan peraturan walikota yang belum tersentuh membuat saya tumpul akan negeri ini. Otak saya menjadi sederhana “yang penting gaji bulanan cair, bisa makan, bisa nyenengin keluarga”. Tapi ternyata saya tetap jengah, ingin marah melihat negeri ini yang menjadi antah berantah sebagaimana diutarakan teman-teman saya dilini masa dan yang masih turun kejalan. Indonesia masih gundah dengan sejuta masalah.
RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang (konon) cita-citanya mulia sebagai perlindungan bagi kaum perempuan justru rawan penafsiran dan berpotensi bertentangan dengan kesusilaan.
RUU Keamanan dan Ketahanan Siber mendadak hadir dan dikejar untuk diundangkan di akhir September 2019 Bandingkan dengan RUU Perlindungan Data Pribadi, sudah 5 tahun dibahas sampai sekarang belum selesai. Padahal RUU ini sangat penting di tengah banyaknya kasus kejahatan data pribadi warga.
Belum lagi penindasan yang dialami saudara/i di Papua hanya karena orang-orang bodoh yang tidak mengerti indahnya perbedaan, Ujaran rasis dan persekusi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 dan 17 Agustus 2019 lalu menjadi pemicu aksi demontrasi yang berujung kerusuhan di Papua. yang konon katanya bukan pertama kali, sejak tahun 2018 kurang lebih ada 9 kali dan katanya-katanya ada kaitan sama new york agrement.
RUU Pertanahan dan RUU KUHP yang udah jadi topik akademik dari masa kuliah sampai sekarang substansinya masih belum tentu arahapa aja yang ada didalamnya ntahlah.
Indonesia (masih) penuh sensasi dan perlu dikaji secara murni bebas dari hati dan otak-otak yang keji, semoga kita (tidak peduli siapa, dimana, bagaimana keadaan kita) bisa fokus terhadap solusi masalah bukan siapa yang salah atau kepentingan si menang dan kalah.
P.S : ditulis di Komputer Kantor sambil ngedengerin aksi mahasiswa #Reformasidikorupsi depan Gedung DPRD Kota Batam, atleast meski sudah beda ranah juang dengan mereka yang turun jalan, cita kebenaran dan kebaikan untuk negeri ini tetap dihati, perhatian akan perjuangan ini belum runtuh










