"Dan tak peduli seberapa banyak yang kau miliki di dunia. Ingatlah... yang akan kau kenakan hanya beberapa lembar kain putih" —Fdz
Salam untukmu, pencinta dunia. Dengan harta kau kejar-kejaran, sholat kau kesampingkan. Segala cara dihalalkan untuk mendapat penghasilan, seolah malaikat tak memperhatikan. Harta bertumpuk bagai bukit tetapi zakat tak pernah diungkit. Kau mendekati penguasa, rupanya kau ingin mendapat tahta. Tahta pun kau dapatkan. Kau rajin membaca buku politik di waktu senggang. Namun, Al-Qur'an tak pernah dipegang. Ketika jabatan tak lagi didapatkan, hartamu menurun signifikan. Bermodal shalat wajib terlambat, shalat sunnah tak ada, Al-Qur'an tak pernah disentuh, zakat tak bayar, kau menyalahkan-Nya. Kau bilang Allah tak adil. Tak percaya adanya kehidupan setelah kematian, kau tetap melanjutkan kehidupan. Mencari peruntukan lain untuk mencari penghidupan. Namun apa yang terjadi? Kematian datang tanpa izin. Kau meninggal tanpa persiapan. Padahal kematian merupakan kepastian.
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati... Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (QS. Ali Imran[3]:185)













