"Allah merahasiakan kapan terkabulnya doa untuk menguji sejauh apa kita bersabar dan berbaik sangka kepada-Nya"
—Ummu Fatih
Tidak lulus di sekolah yang diinginkan, tidak lulus di perguruan tinggi favorit, belum bisa membanggakan orangtua dengan prestasi, belum dapat pekerjaan padahal sudah keliling sana sini, belum dapat jodoh, belum dikaruniai anak, bahkan tak mampu membiayai sekolah anak. Itulah segelintir masalah yang dialami oleh banyak orang.
Seketika diskusi ini memicu perdebatan panjang.
Orang pertama mengatakan, "Memang banyak orang yang merasakan ujian itu. Tapi coba lihat aku. Masalah yang kualami lebih berat dari yang lain. Ujian yang kuhadapi bertubi-tubi. Gagal sana sini. Aku tak pernah dapatkan yang kuinginkan dan kuperjuangkan selama ini."
Orang kedua lalu berkata, "Hei! kau kira kau yang paling berat ujiannya? Kalau dibandingkan dengan masalah kalian semua, pasti aku yang paling berat dan sulit dihadapi. Selain sering gagal, aku juga selalu kehilangan orang-orang yang kusayangi di waktu yang bersamaan. Coba bayangkan sesedih apa hidupku."
Teman-teman yang lain pun setuju dengan argumen orang kedua. Mereka pun memikirkan kondisi ketika berada di posisi orang kedua. Tak ada yang dapat membayangkan apabila ada orang lebih sedih daripada orang kedua dalam menjalani kehidupan ini.
Melihat ekspresi mereka, aku pun menerangkan tentang dua ayat di dalam surah Al-Ankabut:
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta"
(QS. Al-Ankabut [29]: 2-3).
Setelah mendapat penjelasan ayat itu, orang kedua bertanya, "Mengapa ujian yang kuhadapi lebih berat dari yang lain?"
Karena Allah ingin kau lebih dekat kepada-Nya.
Allah merindukanmu.
Allah rindu ketika kau menangis dan menyampaikan keluhanmu di hadapan-Nya,
bukan di hadapan manusia.
Kenapa ujian datang bertubi-tubi? Allah menguji kesabaranmu agar menjadi tak tertandingi, Allah ingin meghapus dosa-dosa terdahulu mu, bahkan Allah ingin menaikkan derajat ketakwaanmu.
Berprasangka baiklah dengan ujian yang sedang kau hadapi.
Tahu tidak? Selalu ada orang yang masalahnya lebih sulit daripada masalahmu sendiri.
Tapi apa? Mereka tak pernah membandingkan masalah mereka dengan orang lain.
Karena mereka mempunyai satu resep, yaitu "Sabar"
Dari Anas bin Malik, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.”
(HR. Ibnu Majah no. 4031)
Diskusi kala itu selesai dengan memaknai ujian yang kami hadapi masing-masing. Mulai bersabar dengan ujian yang ada dan terus mendekatkan diri pada Allah.