#senin #semangat #besi #kamibisa #interior #loosefurniture #decor #simple #rapi (di Kotagede, Yogyakarta, Indonesia) https://www.instagram.com/p/B7hwvj8lBWc/?igshid=uqb32zjjjpcz

seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States
seen from Poland

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Czechia
#senin #semangat #besi #kamibisa #interior #loosefurniture #decor #simple #rapi (di Kotagede, Yogyakarta, Indonesia) https://www.instagram.com/p/B7hwvj8lBWc/?igshid=uqb32zjjjpcz
"Melejitkan kecerdasan anak adalah HAK setiap anak maka orang tua WAJIB memfasiliasinya" -Sandy LS- . Mengenai tantangan level 3, saya hanya bisa menulis smpe hari ke 7 walau tentu tiap hari saya melakukan aktivitas yg mendukung kecerdasan utsa tp krena management waktu saya yg kurang bagus alhasil saya kasih kendor untuk menulis...😓😔. . Mengenai kecerdasan anak usia dini memang orang tua sangat berperan aktif, jika ortunya kreatif dan rajin dalam memfasilitasi anak belajar in syaa Allah anak akan mengikuti dengan baik tp jika kita tidak berusaha memfasilitasi anak dalam belajar, jangan heran bilang kita menemukan ketikakteraturan pada anak, usia dini adalah usia rawan dimana Otak trus berkembang dgn pesat dimana kita perlu menginstall file yg sudah dimiliki anak dgn hal2 yg baik agar kedepanny pun terekam hanya hal2 baik... . IQ, EQ, SQ, dan kecerdasan menghadapi tantangan adalah rangkaian macam kecerdasan yg saling terikat.. Menjadi orang tua tidak hanya status tapi juga tantangan tersendiri bgaimana menjadikan anak2 kita tumbuh berkembang menjadi pribadi yg cerdas dan berakhlaq mulia.. . . #aliranrasa #level3 #kelasbunsay #kamibisa #journalutsa
Melatih Kecerdasan Emosi#10
Entah kenapa akhir-akhir ini, sering bermain putar-putar. Ia dengan sengaja membuat dirinya berputar 360 derajat secara berulang kali. tentu saja saya khawatir, berputar jika lebih dari 1 kali bisa oleng dan terjatuh karena pusing. Nah... kejadian hari ini terus berulang, beberapa kali saya menasehati, Nak... berhenti sayang, berbahaya. Tak menghiraukan, saya mencoba memberi alasan sebab akibat. Nak... berputar boleh tapi jangan lama. cukup sekali saja, kenapa bunda larang, karena berbahaya. Bahaya itu apa? bahaya beratti bisa melukai diri sendiri. Kepala Rayyan bisa terbentur dimana saja, bisa sakit. Jawabnya tak menghiraukan lagi. Ya seumuranya yang masih menginjak usia 20 bulan, belum mengerti sepenuhnya. Saya mecoba dengan kalimat singkat, Nak... berbahaya, ayok main yang lain saja, main car yuk..., mulai tergoda tapi tetap dilakukan. Kali ini dengan tegas saya mengatakan nak, sudah ya. berbahaya, awas kepalanya bisa sakit klu jatuh. Mulai memahami, karena awalnya memang pernah jatuh karena bermain seperti itu. Mengingat kejadian itu, dan dengan perkataan awas berbahaya kepala sakit. Sudah bisa membuatnya berhati-hati. Semoga besok-besok gak lagi. Emaknya ni musti sabaran juga. 😂
Tantangan hari ke 7 Hari ni utsa happy bgt nemenin saya utk USG ade baru nya... Masya Allah, jiwa kakany mulai tumbuh semoga pas adenya lahir ga ad drama ya nak, ummi bisa tetep adil, utsany juga mau berjiwa besar utk berbagi dengan adenya... . Sepanjang perjalanan pulang saya memberi tahu kembali foto USG ke utsa, bhwa ini foto ade diperut ummi, sontak dia tepuk2 dadanny n bilang "de utsa" artinya adenya utsa...😍 Dan dia kiss perut saya n say "sayaaanggg"...😍😍😍 Masya Allah... Its so amazing buat saya, dan tetiba saya baper karena lihat utsa masih 19m tp harus menyakinkanny utk mau berbagi dmana mungkin blom cukup bnyak waktu main sama saya tp in syaa Allah kita bisa main terus bersama2 ya nak sama utsa dan ade2... We love you Mas utsa...💜💜💜 . . #tantanganharike7 #gamelevel3 #tantangan10hari #KelasBunsayIIP #kamibisa #journalutsa
Melatih Kecerdasan Emosi
Memasuki usia 27 bulan Adzka mulai mengalami tantrum. Ia jadi sering teriak dengan sangat keras dan menangis sampai mengamuk. Kalau di bulan2 sebelumnya saat menangis adzka masih mudah untuk dialihkan perhatiannya dan cepat berhenti menangis maka mulai kini ia menjadi lebih sulit untuk di tenangkan. Kalau sudah begitu saya biarkan ia menangis sampai ia mengeluarkan sampah emosinya. Dari sini saya juga belajar lagi mengenai cara menangani anak yang tantrum.
Dan poin penting nya adalah saat anak tantrum kita sbg orangtua harus tetap tenang, tidak malah terbawa tantrum juga 😆. Lalu membiarkan anak mengeluarkan emosinya dengan menangis. Bicara tentang menangis, kita semua tahu bahwa mayoritas di kalangan kita banyak mempunyai anggapan bahwa menangis itu tidak boleh untuk laki-laki (Boys don't cry). Kamu itu laki2 masa menangis. Nah..ada salah satu video menarik yang berkaitan dengan boys don't cry ini. Berikut linknya
https://youtu.be/0Nj99epLFqg
Dari video ini kira2 apa yang ayah bunda dapatkan?😉
Gak apa sayang...
Salah satu merawat fitrah anak adalah dengan tidak mencederai fitrahnya.
Adalah Rasullullah sampai memanjangkan sujudnya ketika cucunya bermain kuda2an dipunggungnya ketika sujud. Lihat juga bagaimana Rasulullah meminta imam sholat memendekkan bacaannya apabila terdapat anak anak dalam shaf makmumnya. Ini semata mata agar anak memiliki imaji positif tentang sholat dan Tuhannya.
Maka, ketika waktu sholat tiba, kami berupaya membuat wajah yang riang gembira menyambut adzan, tidak memaksanya melakukan gerakan tertib (dibawah 7 tahun), dan berupaya menumbuhkan gairah cintaNya kepada Allah dan keindahan sholat.
Hampir di setiap waktu sholat, kalau ayah tidak ada di rumah saya mengajak adzka untuk sholat, namun yang dilakukannya malah ia mencoba menarik2 mukenah, bergelayut dan gendong di punggung saya, sampai ikut sujud di atas punggung ketika saya sujud. Satu yang saya ingat ketika itu adalah tentang tauladan Rasulullah. Jadi saya mencoba untuk sabar dan tidak melepasnya dg kasar serta membiarkannya bermain dengan saya sewaktu saya sholat. Semoga Allah menjaga fitrah imanmu ya nak sayang..
Melatih Kecerdasan Emosi#9
Selama kurang lebih dua pekan saya tertarik dengan jahit menjahit. Kali ini belajar untuk menjahit seprai sendiri. Tentu saja sulit menemukan
“me time”
yang tepat. Terkadang pula saya berdiam diri dikamar dengan mesin jahit, mencoba sesekali menjahit sedikit demi sedikit tanpa sepengetahuan si do’i. Ya saya mencoba sembunyi dari hadapannya sementara ia sedang asyik bermain. Namun, karena mungkin saya terlalu lama, perlahan ia pun menyadari bahwa tak ada Bunda yang mendampinginya bermain, hehe. Maafkan sayang.... Bunda sangat ecxited sekali dengan kegiatan baru ini. Saking semangatnya memotong kain pun begitu lama dan beberapa kali terjadi kesalahan. Hmmm balik lagi ke do’i si Rayyan. Karena sedang asyik dengan kegiatan ini, Rayyan mulai penasaran juga, Bunda lagi apa ya??? Ternyata benar langsung nyamperin Bunda ke kamar. Tak memerhatikan lebih jauh, saya mencoba untuk meluaskan keiinginannya agar dapat melihat apa yang saya laukan. Ya saya menjelaskan padanya bahwa ini ada kegiatan menjahit, dengan bahasa sederhana agar dapat dipahami olehnya. Tanpa saya melihat kearahnya, diraihlah gunting itu, ya Allah, dengan asyiknya bermain dengan gunting yang tentu saja amat berbahaya. Lalu dengan keadaan sedikit kesal saya mencoba menahan amarah, “sayang.... boleh bunda meminta guntingnya?” menengadahkan tangan sambil meminta tulus alah emak-emak panik. Hehe. Boleh nak? Boleh yaaa.... Rayyan punya gunting sendiri, gunting itu punya bunda. Dengan wajah sedih dan merengek berusaha tetap mempertahankan gunting yang dipegangnya. Saya pun meminta kembali, “Nak.... Bunda minta guntingnya ya..” ayo kasih ke bunda yuk. Guntingnya berbahaya buat rayyan. Pakai punya Rayyan yahh... saya sengaja menyediakan gunting dari plastik yang memang khusus untuk anak-anak, dapat digunakan menggunting kertas. Disini saya mencoba memberikan pilihan dan semoga kelak ia dapat mengerti. Menahan diri, mengontrol emosi, dapat memilih piiihan yang tepat setelah mendapat pengarahan yang jelas di awal. }
Melatih Kecerdasan Emosi
Pengenalan berbagai macam emosi. Mengenalkan berbagi bentuk ekspresi wajah perasaan senang, sedih, kaget takut. Dengan tujuan agar anak dapat mengungkapkan apa isi hati dan perasaannya. dengan mengetahui apa yang ia rasakan diharapkan anak belajar mengutarakan apa yang dirasakan terhadap suatu hal yang dialami. Sedih karena apa? Kalau sedih harus bagaimana agar tidak sedih? Senang karena apa?. Saya mengkolerasikan anatar perasaan sedihnya ketika mengantuk dan meminta susu. Dilanda kantuk akan tidur ia terkadang menangis, namun do’i sekarang sudah pandai mengungkapkan ia ingin apa? terkadang meminta kepada Bunda dengan sangat baik dan jelas, misal meminta susu. Bunda, mau minum susu Rayyan. Namun jika dilanda kantuk dan merasa sangat leha bermain akan dilanda tantrum sejenak, tapi saya berusaha mengartikan dihadapannya bahwa ia menangis karena mengantuk, ingin minum susu dan segera tidur. Agar ia memahami konsep sebab akibat. Jika sudah merasa kantuk, segeralah tidur, jika lelah hendaknya beristirahat, dan jika terasa perut merasa kosong dan ingin tidur meminta agar dibuatkan susu. dan selama ini tindakan seperti itu ampuh, hehe.