Serasa aneh dunia nggak ada kamu. nggak ada respon yang bakal aku harapkan lagi.
Aku masih mencerna...
Kenapa secepat ini, aneh dunia ini isinya nggak ada kamu.
seen from United States
seen from Germany

seen from T1
seen from China
seen from United States
seen from South Korea

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Netherlands
seen from South Korea
seen from China
seen from United States

seen from Netherlands
seen from South Africa

seen from United States
seen from United States
Serasa aneh dunia nggak ada kamu. nggak ada respon yang bakal aku harapkan lagi.
Aku masih mencerna...
Kenapa secepat ini, aneh dunia ini isinya nggak ada kamu.
K a m u P e r g i
Sudah berakhir.
K a m u p e r g i.
Sepi.
Dingin menusuk kulitku.
Aku terduduk di bawah langit malam.
Menunggu.
Apakah pengorbananku selama ini belum cukup?
Apakah yang kulakukan selama ini belum bisa memenangkan hatimu?
Aku teriak.
Tak kudapatkan jawaban apa-apa.
Semesta seolah menertawakanku sekarang.
Persetan.
Kamu pergi.
Aku sendiri.
Dingin.
Sepi.
Aku ingin pulang.
Kembalilah.
Sebab―aku ingin pulang.
Aku benar-benar ingin pulang.
Tetapi, bagaimana caranya?
Bagaimana caranya aku pulang―
jika tempat pulangku pergi meninggalkanku?
Bagaimana caranya aku pulang―
jika cuma kamu rumahku?
Kamu; rumahku.
Pergi meninggalkanku.
Mengapa?
Mengapa pergi?
Apa kurang cukup aku bagimu?
Apa kurang cukup memiliki satu penghuni?
Kamu pergi.
Aku sendiri.
Meratapi sedih.
Yang kau beri.
Kembalilah.
Jangan pergi.
Aku masih mencintaimu―
kali ini, nanti, dan takkan terganti.
Makassar, 29 Juli 2016
13.46 WITA