Maafkan aku yang masih mengingat jelas hangatnya pelukmu.. Maaf bila ku masih menghafal dekap erat dan aroma tubuhmu.. Bukan ku tak mau beranjak, tapi kenangan masih disini ingin berpijak.. Kenangan yang slalu menahanku dari kejadian yg lalu.. Seperti lem diantara dinding dan kertas.. Ya benar dinding itu "aku", lem halnya "kenangan" dan "kamu" kertasnya.. Meskipun orang lain telah menggapaimu, serpihanmu kan tetap ada, tertahan di tubuhku.. Walaupun kini kau tidak lagi bersamaku.. Setidaknya terimakasih telah menemaniku dan memberikan corak baru dengan serpihanmu..
Salam rindu.. Dinding kalbu..








