Mencarim(k)u.
Hari itu aku berduka.
Kehilangan separuh diriku.
Bahkan tiga per-empat bagiannya.
Kau tahu, kehilanganmu sama rasanya dengan kehilangan diri sendiri, bahkan dalam beberapa hari aku merasa bahwa rasanya lebih menyakitkan dari itu.
Ingin rasanya aku mengisi kekosongan itu dengan apapun.
Tak masalah jika bukan dengan hal-hal baik.
Mengemis rindu lewat tulisan.
Menghardik keadaan.
Tak lupa doa pada tangkupan tangan.
Aku mencarimu dalam setiap sudut ruang ramai.
Menghentikan pencarianku pada setiap sisi sepi.
Pada ramai aku terus merasa sepi.
Pada sepi rasaku mati.
Kehilanganmu membuatku kehilangan dua hal; yaitu kau dan diriku.
Jutaan kali aku kehilangan diriku sendiri,
Namun aku masih dapat mengais sisa-sisa kepingan diriku yang tercecer dimana-mana.
Ada berjuta cara untuk menemukanku kembali, lagi, lagi, dan lagi.
Tapi kau?
Aku tak tahu harus mencari kemana serpihan mendebu itu.
Aku tak tahu bagaimana cara menemukanmu.
Surakarta, 4 Januari 2020











