Bersamanya pernah menjadi yang paling menyenangkan, hingga akhirnya menjadi yang paling menyakitkan.
- R
seen from Türkiye
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from China

seen from France

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Armenia
seen from Israel
seen from United States
seen from Australia

seen from Australia

seen from Poland
seen from South Africa
seen from United Kingdom
Bersamanya pernah menjadi yang paling menyenangkan, hingga akhirnya menjadi yang paling menyakitkan.
- R
Mencarim(k)u.
Hari itu aku berduka.
Kehilangan separuh diriku.
Bahkan tiga per-empat bagiannya.
Kau tahu, kehilanganmu sama rasanya dengan kehilangan diri sendiri, bahkan dalam beberapa hari aku merasa bahwa rasanya lebih menyakitkan dari itu.
Ingin rasanya aku mengisi kekosongan itu dengan apapun.
Tak masalah jika bukan dengan hal-hal baik.
Mengemis rindu lewat tulisan.
Menghardik keadaan.
Tak lupa doa pada tangkupan tangan.
Aku mencarimu dalam setiap sudut ruang ramai.
Menghentikan pencarianku pada setiap sisi sepi.
Pada ramai aku terus merasa sepi.
Pada sepi rasaku mati.
Kehilanganmu membuatku kehilangan dua hal; yaitu kau dan diriku.
Jutaan kali aku kehilangan diriku sendiri,
Namun aku masih dapat mengais sisa-sisa kepingan diriku yang tercecer dimana-mana.
Ada berjuta cara untuk menemukanku kembali, lagi, lagi, dan lagi.
Tapi kau?
Aku tak tahu harus mencari kemana serpihan mendebu itu.
Aku tak tahu bagaimana cara menemukanmu.
Surakarta, 4 Januari 2020
yang paling menyakitkan dari perpisahan bukanlah jarak, tapi ingatan yang tersisa.
memelena
Menyakitkan memang, ketika kau butuh seseorang untuk bersandar, untuk menceritakan segala beban, namun kau masih belum mampu untuk menceritakannya.
Ketika mulutmu tertahan dan berusaha untuk menyimpannya sendirian
Melodi Gadis Hujan on Tumblr
Aku Tidak Pernah Seperti Ini
Aku tidak pernah mencintai sekeras ini. Yang terus bertahan, meski semua ini menyakitkan. Yang tetap disisi, meski pada akhirnya aku tahu kamu akan pergi.
Aku tidak pernah mencintai sedalam ini. Mau seberapa banyak hati lain yang menghampiri, aku tak pernah peduli.
Aku tidak pernah seperti ini.
Tidak pernah mencintai orang lain seperti aku mencintaimu kini.
Tahu bahwa dunia ini fana?
Apabila kematian itu menghampiri,
Lalu aku dan kamu tidak jadi satu,
Maka,
Kita
Puisi-puisiku
Segala kerealistisanmu yang terkenang dalam kepala
Hanya akan terbuang percuma
-healerhere
Bogor, 28 Februari 2018
22:05 WIB
You Won’t Ever Be Alone
Mencintai terkadang bisa menyakitkan. Tapi itulah satu-satunya yang kutahu. Kau tahu kadang keadaan bisa terasa sulit. Inilah satu-satunya yang membuat kita merasa hidup.
Kita simpan perasaan ini di dalam hati. Kita buat kenangan ini untuk diri kita sendiri. Dimana mata kita tak pernah terpejam. Hati kita tak pernah patah. Dan waktu selamanya beku, terdiam.
Mencintai bisa menyembuhkan, merajut jiwamu. Dan itulah satu-satunya yang kutahu. Aku bersumpah semua ini kan kian mudah. Ingat itu dengan tiap kepingan dirimu. Dan itulah satu-satunya hal yang kita bawa saat kita mati.
Hingga kau bisa menyimpanku. Di dalam saku celana robekmu. Mendekapku erat hingga mata kita bertemu. Kau takkan pernah sendiri.
Dan jika kau menyakitiku. Tak mengapa kasih, hanya kata-kata berdarah. Di dalam halaman ini kau hanya mendekapku. Dan aku takkan pernah melepaskanmu.
Kau bisa menaruhku. Di dalam hati yang kau miliki. Di dekat detak jantungmu dimana harusnya kuberada. Simpanlah dalam-dalam di jiwamu.
Saat aku jauh darimu, aku kan ingat bagaimana kau mencintaiku. Di bawah tiang lampu di pinggi jalan. Mendengarmu berbisik di telepon. Tunggulah aku pulang.
Never, 21 Januari 2018
“Tidak apa-apa, aku pernah melewati hal yang jauh lebih buruk dan lebih sakit dari ini” kataku setiap sedang lelah dengan keadaan.
- R