Sekarang atau Menyesal Nantinya Tentu bahagia saat memiliki anak yang sesuai dengan harapan orang tua. Anak yang tumbuh dan berkembang dengan normal, cerdas, punya kepribadian yang baik kepada keluarganya dan lingkungannya, tanpa kekurangan sedikitpun, serta yang bisa membanggakan orang tua. Akan tetapi, segala hal itu bukanlah datang secara tiba-tiba. Perlu adanya persiapan, proses yang berliku, kesabaran atas segala fasenya. Banyak orang tua yang tidak mau kehilangan masa keemasan anak sehingga mengoptimalkan perkembangannya dengan berbagai stimulasi. Baik melalui aktivitas fisik, buku cerita, mainan edukasi, eksperimen maupun lainnya tentunya dengan harapan anak akan melalui waktu berharganya dengan berbagai kegiatan yang menarik. Sayangnya tak sedikit orang tua yang meyakini "nanti juga bisa sendiri, tunggu waktu yang tepat" hingga dia melalui golden age dengan biasa saja. Padahal anak itu ibarat kata sebuah kertas, dia akan menjadi seseorang selayaknya yang dituliskan di kertas tersebut. Kehilangan waktu yang berharga juga sangat mungkin terjadi saat kita sibuk sendiri tanpa adanya waktu berkualitas dengan anak. Jiwa mereka akan hampa karena tumbuh tanpa orang tua yang hatinya hadir di sampingnya, pun ada kemungkinan pula adanya keterlambatan perkembangan motorik anak. Jika demikian, penyesalan akan hadir dan menggerakkan lisan untuk menyalahkan diri sendiri. Lantas apakah kita menginginkan hal demikian? Salam @rosmalina_edelwis #kokairasebulantentangku #sebulantentangku20 #30harimenulis #goldenage #keemasan #usiadini #pendidikananakusiadini #remider #tipsparentinganak #qualitytime #qualitytime❤️ https://www.instagram.com/p/CXs7HHJBfWy/?utm_medium=tumblr










