
#dc#dc comics#batman#dick grayson#bruce wayne#tim drake#dc fanart#batfam#batfamily





seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Canada
seen from Austria
seen from China

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from Israel

seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from Indonesia
seen from Russia
seen from India
seen from Spain
Di dalam jenggala yang tak pernah benar-benar bisa ku petakan, ada satu waktu yang selalu datang tanpa diundang—jingga.
Ia tidak mengetuk, tidak meminta izin. Tiba-tiba saja menyusup di sela dedaunan pikiranku, memantul di batang-batang sunyi yang selama ini kupelihara sebagai perlindungan.
“Apa yang kau cari?” tanyaku pada cahaya itu.
Ia tidak menjawab. Hanya memeluk hutan dalam diriku dengan cara yang aneh—tidak menghangatkan sepenuhnya, tapi juga tidak membakar.
Aku terbiasa dengan gelap. Gelap itu jujur, tidak banyak janji. Ia membiarkanku bersembunyi tanpa harus menjelaskan siapa aku sebenarnya.
Tapi jingga… ia membawa kemungkinan.
Kemungkinan untuk dilihat. Kemungkinan untuk merasa lagi. Kemungkinan untuk percaya bahwa tidak semua cahaya akan melukai.
Dan itu justru yang membuatku ragu.
“Bagaimana jika aku kehilangan arah?” “Bagaimana jika terang ini hanya sementara?”
Jenggala dalam diriku bergetar pelan. Seolah tahu, bahwa setiap cahaya yang masuk akan mengubah bentuk bayangan.
Namun jingga itu tetap tinggal. Tidak memaksa, tidak juga pergi.
Ia hanya ada—seperti jeda di antara luka dan pulih, seperti napas yang tertahan sebelum dilepaskan.
Mungkin, aku tidak perlu memahaminya sekarang. Mungkin cukup membiarkannya menyentuh tanpa harus kumiliki.
Karena di antara rimbunnya ketidakpastian, jingga itu mengajarkanku satu hal yang sederhana—
bahwa bahkan di dalam jenggala yang paling sunyi, masih ada warna yang berani datang… meski tahu ia tidak akan selamanya tinggal.
Senja itu, kita duduk berhadapan. Di sebuah kafe dari gedung menjulang. Belum ada pengunjung lain yang datang. Kita hanya berduaan. Menenggak kopi hazelnut racikan barista berpengalaman. Kamu sibuk menatap layar melanjutkan pekerjaan. Sedang aku sibuk mengagumi; antara senja yang memesona atau kamu yang menawan.
Senja membuatku berdecak pada kesementaraan. Sedang kamu adalah sosok yang semoga membersamai hingga keabadian. Pesona senja yang menjingga hanya dapat dinikmati saat petang menjelang. Sedang pesona kebaikanmu semoga dapat aku sesap hingga waktu yang tak terbilang. Pada kamu dan senja, aku mencintai kalian. Semoga bermakna pula bahwa aku mengagumi Tuhan Semesta Alam 🤍
Bpn, 080823
Pada akhirnya, hal terbaik dari menikmati pertemuan antara jingga senja dengan gelapnya malam ialah sholat maghrib.
Adventure, travel and hiking blog
"We stood, looking down upon the watering hole, and I could see how a spot like this could have become sacred to the Dharawal. It reminded me of something I had mentioned to Tristan a few times on different walks, the idea of a the Celtic 'Nemeton' or 'Sacred Grove'."
mungkin aku diizinkan hanya untuk mencintaimu saja. bukan untuk dicintai, apalagi memiliki.
-pluto
Saat senja tiba, langit harus merelakan mentari terbenam. Namun adakah ia terluka? Entahlah. Langit tetap membiarkan mentari pergi meskipun keindahan senja harus menghilang seiring mentari itu terbenam. Mungkin di sini aku dapat belajar mengikhlaskan. Aku belajar kepada langit yang merelakan mentari pergi dengan keindahan senjanya. Langit tahu bahwa sesuatu yang kita harapkan tidak semuanya dapat direalisasikan. Seperti keinginannya menahan mentari tetap tampil cantik saat senja, namun apalah daya, ketentuan telah berlaku untuk semesta. Maka langit menerima ketentuan itu hingga ia percaya bahwa setiap kehilangan akan ada pengganti yang menakjubkan. Seperti langit yang indah dengan hiasan bulan dan bintang saat malam.
Anyer, 070320
@penaalmujahidah
Melihat senja adalah waktu terindah dari waktu-waktu disepanjang hari. Ada yang benar-benar menyukai senja hingga ada yang selalu menantikan datangnya senja sampai senja itu menghilang di depan matanya. Siapa yang bisa menolak keindahan langit senja? Semua orang pasti suka dengan senja, begitupun dengan diriku.
Mengapa langit senja sangat menyenangkan buatku?
Karena senja itu memiliki beberapa warna yang cantik kadang pancaran cahayanya bewarna merah merekah, jingga keemasan yang berkilau, dengan gradasi cahaya ungu violet dan biru. warna cahayanya berhamburan diatas langit yang membuatku terpesona melihatnya. Sangat menakjubkan, Itulah rahasia alam semesta.