Sepiring Kucur dan Segelas Kopai. Setiap kali menyambangi Banyuwangi, saya selalu rindu dengan aroma seduhan secangkir kopi ditemani dengan jajanan tradisional yang bercita rasa khas. Banyuwangi dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi di Area Tapal Kuda Jawa Timur. Ada Gunung Ijen dan Raung yang menjadi daerah perkebunan kopi. Tak perlu menunggu Festival Ngopi Sepuluh Ewu dihelat untuk bisa menikmati kopi di Desa Kemiren ini. Cobalah mampir ke Pesantogan Kemangi yang berada di Desa Kemiren. Warung kopi sederhana ini menyediakan kopi yang nikmat dan beraneka macam jajanan serta makanan khas masyarakat Suku Using. Harga yang dipatok sangat ramah di kantong. Plus suasana warung dibuat sangat tradisional. Saung-saung dengan dinding bambu ditemani alunan musik tradisional seakan-akan mengajak kita untuk menikmati suasana keseharian masyarakat Using yang tinggal di Desa Kemiren ini. Anyway, ada satu sajian yang menjadi incaran pengunjung di sini, yaitu pecel pitik. Sayang, malam itu saya batal mencicipi karena stok menu sudah habis dipesan 🙁 . . Tapi setidaknya, secangkir kopai dan seporsi kue kucur ini sedikit mengobati kekecewaan saya. Atau barangkali ini pertanda jika saya harus kembali ke Banyuwangi lagi demi bisa mencicipi pecel pitik di sana? . . . #coffee #story #journey #Banyuwangi #kemiren (di Pesantogan Kemangi Desa Adat Kemiren)