Matamu, ialah ke-iuh-an (keteduhan). Yang membuatku, merindukan ke-uih-an (kepulangan). . . . . . . #nurdiansahtrian #sajak #puisi #puisibebas #kata #poetry #poems #mata #keteduhan #kepulangan #rindu #kekasih (at Bandung)

seen from Japan
seen from Japan
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Australia
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from China

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from Spain
seen from United States
Matamu, ialah ke-iuh-an (keteduhan). Yang membuatku, merindukan ke-uih-an (kepulangan). . . . . . . #nurdiansahtrian #sajak #puisi #puisibebas #kata #poetry #poems #mata #keteduhan #kepulangan #rindu #kekasih (at Bandung)
#6 Keteduhan yang Bukan Khayal, Sayang Terlarang
Jutaan detik yang lalu, ada lembar cerita di mana aku menemukan suatu persinggahan yang teduh tanpa perlu banyak orang tau pada satu sosok laki-laki itu. Laki-laki dengan pengertian tingkat dewa yang selalu membuatku gagal untuk menjauh. Laki-laki yang selalu hangat mendengarkan semua kekecewaan, saat aku terasing, disepelekan dan enggan diikutsertakan dalam tawa oleh dunia. Awalnya, ide tentangmu hanya sebatas menemukan teman berbagi... Tapi ternyata, jutaan detik yang kita bagi membuka jalan lain untuk menemukan kenyamanan saat sejujurnya hati ini sudah mulai diujung pupus.
Semakin hati menemukan, semakin ia tersadar betapa memiliki adalah sebuah kesalahan.
Sudah kulakukan pertarungan hati, namun apa mampuku jika segenap rasa ini sudah berteduh padanya penuh?
Semu adalah kenyamanan yang ditemukan di atas perbedaan.
Pada dia yang berbeda, aku menemukan rasa..
Pada Sang Mahadaya, sungguh aku percaya bahwa engkau maha pemurah, bukan pemarah.
Bukan perkara yang mudah untukku melepaskan apa yang begitu sulit untuk aku temukan.
Berkali-kali aku gagal menemukan gambaran seperti apa jutaan detik di masa depan tanpa laki-laki itu, Rai.
Tengah Malam. Riuh Hujan. Gelisah Hati.
DINDA
p.s: Dear Ara, my sist next door yang galak, yang gemesan kalo liat gue lagi menye2, yang gasuka basa-basi, my benci-benci tapi rindu partner…….. gue kangen banget. Kangen banget jaman apapun yang gue rasain gue bisa kapanpun asal-asalan cerita sama lo. Gue kangen banget masa-masa gue mau mewek gue punya temen, gak kaya gini. Mewek di bis, mewek ditengah ujan gara-gara ga bawa payung.