Roman Langit
2021.

#dc#dc comics#batman#tim drake#bruce wayne#dick grayson#dc fanart#batfamily#batfam




seen from India
seen from Hong Kong SAR China
seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from China
seen from United States

seen from India

seen from Singapore

seen from Singapore
seen from United States

seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from Vietnam

seen from Malaysia
seen from Singapore

seen from Türkiye
seen from China

seen from United States
Roman Langit
2021.
Memenangkan Takdir Langit
Pada tiap butiran tasbih yang bersatu. Pada hati yang tak jua ada titik temu. Beradu kasih pada Sang Maha Cinta, dalam keheningan istikharah cinta. Menggelar sajadah di sepertiga malam.
Bukan, bukan namamu yang selalu kusebut dalam diam, karna kamu masih begitu buram. Tasbih cintaku bermuara padaNya. Al-Wadud, Al- Wadud, dan Al- Wadud. Dialah Sang Maha Cinta, yang hanya padaNya pelabuhan cinta sepenuhnya. Karna jika saja sudah mendapatkan cintaNya, hati menjadi syahdu bak telaga di taman syurgawi.
Pada akhirnya memenangkan takdir langit sebagai puncaknya. Semoga Allah menuntunmu dengan cara menakjubkan, yang pada tiap perjalananmu dalam menemukanku, sinyal dari Allah-lah sebagai kompasmu.
Ranting Batas
Lihat?
Buku itu berdebu
Seolah mengingatkan aku kembali kapan terakhir kali ia tersentuh
Mengingatkan aku kembali akan beribu kenangannya
Dua foto berwarna ditiap lembarnya
Dan tak lagi diisi untuk lembaran yang tersisa.
Hanya sampai di halaman 47
Dan semua berhenti begitu saja
Aku dan kamu
Kamu tahu gak kenapa senja itu menyenangkan? Kerna kadang ia merah merekah bahagia warnanya, dan kadang ia hitam gelap berduka. Tapi langit selalu menerima senja apa adanya.
Itu kamulah yang bilang (via Sore // Istri Dari Masa Depan)
Ketika Ayah Mengajak Salat
Oleh: Ariyani Jingga
Ada yang sedang memukul pintu
Ada yang sedang menopang dagu
Membunuh derit- derit sebab dihidupkan oleh angin
Lalu ia berlari ke halaman depan
Rupanya ia mendengar
Suara teriakan- teriakan dari dalam tanah
Suara tangisan-tangisan daun yang berguguran
Haus, panas, dan rasanya ingin mati saja
Diambilnya air
Lalu disiramkannya pada bunga-bunga yang kuyu melayu
Serta pohon-pohon yang menangis tanpa air mata dihadapannya
Tangisannya berhenti
Sementara senyumnya merekah
Tangannya geram mencekik rumput
Mencabut nyawanya hingga tak bersisa akar-akarnya
Terik matahari mengingatkannya untuk mengambil tangga
Menaikinya untuk merapikan atap yang bocor
Sebab mata anak perempuannya mengingatkannya
Kala dingin dan titik-titik air saling berkejaran menombak kulit
Kala sendu dan suasana haru menghentikan awan melintasi bulan
Menganggu penghuninya dengan menggagalkan lelapnya
Terakhir
Ketika tuhan memanggilnya
Ia ke belakang
Membersihkan diri dan mengambil air wudhu
Hingga ia selesai berdoa setelah wudhu
Anak perempuannya masih termangu di dekat jendela
Sesekali meniupkan napasnya di kaca dan membuat tulisan kecil di sana
a-y-a-h tulisnya
Ditepuklah pundaknya lalu keluarlah suara halusnya
“Nak, ayo salat!”
Semarang, 17-7-2017
11.34 p.m.
Puisi Sanggupkah Aku Meraih Mimpi Indahku
Harga
2020.
Suratku Beralamatkan Sang Maha Cinta
Senjaku berhasil memotret rindu, pada sesosok yang tak lagi kutemukan hadirnya di beranda sosmed. Tentang gemuruh rasa bak pasir berderu ombak. Kukirim untaian makna cinta, melalui kertas bertintakan kesungguhan. Kemana seharusnya surat ini beralamatkan ?
Teruntuk Kamu, Sosok yang mengagumkan. Engkau yang selalu terbangun sebelum ayam berjaga. Subuh menjadi sahabatmu. Sajadah menjadi alas ternyamanmu ketika sujud.
Pada setiap tingkahmu terlihat pancaran Surat Cinta Sang Pencipta. Engkau sangat lihai memuliakan wanita. Bolehkah aku berharap? Aku ingin kita seperti butiran tasbih, yang tiap langkahnya terhembus asma Allah. Pada awal dan akhir perjalanan, kembali bersatu dalam lintasan yang sama.
Suatu hari, ku lontar tanya, “Kemana kita menuju?” “Bukankah Syurga sebaiknya tujuan?”, jawabmu. Tidak, aku tidak meminta padamu wahai calon imam. Karena surat ini tertulis bukan untukmu. Takkan pernah beralamatkan engkau.
Kini, biarkan hati bercadarkan tawadhu. Karna temu terbaik ialah mengadu dalam do’a, menggetarkan penjuru langit dengan khidmat Cinta. Semoga aku, kamu kan menjadi kita, ketika tanganmu menjabat tangan bapakku. Pada ikrar suci pelepas segala rindu tentang sesosok pendamping, yang dahulu pernah kulangitkan pinta.
Suatu hari, Akhirnya kusadar, suratku beralamat benar pada Sang Maha Cinta. Jika sudah kudekatkan pemilik hatimu, sungguh mudah bagiNya menuntunmu padaku. Kamu menyadarkanku bahwa skenario Allah, begitu indah dalam Tasbih Cinta.
- Ranting Batas