My Mini Story about Them
Let me introduce my beloved family from DSM Bantaeng, Dari kiri adalah Kak Rudi Andri Wahyudi, Teknik PWK 013, lanjut Muh. Fadhli Tawil, FIKP 014, Ave Maria Chelchia Efendy, Psikologi 014, Andi Pramesti Ningsih, Keperawatan 014, saya Sitti Zaenab, Sastra Inggris 014, Rahmat Firman, Teknik Informatika 014, dan Kordes tercinta Kak Muh. Arfah Mustari, FIKP 013. yaa we are " Borong Loe Squad "
Kami dipertemukan tepat dimana nama-nama kami dibacakan pada saat penyambutan mahasiswa kkn tematik dan reguler Bantaeng di Tribun Pantai Seruni pada tgl 8 Juli 2017. Pada saat dibacakan nama-nama yang masuk dalam posko Borong Loe, Saya pribadi merasa senang karena 1 posko dengan Esti ( waktu pertemuan pertama dengan supervisor sudah dibooking sama-sama 1 posko hehehe ) kemudian disusul dengan Ave ( kami sudah bertemu dan kenalan waktu wawancara ). Alhamdulillah suatu kesyukuran waktu itu bisa seposko dengan orang yang saya kenal. Kemudian disusul ke 4 nama pria ( Kak rudi, kak arfah, pandy dan rafi ) yang sama sekali saya tidak kenal sebelumnya. Pertama kali melihat mereka tidak ada masalah, saya menerima mereka dengan senang hati.
Ketika kami sudah di Posko kami di Desa Borong Loe, kami saling mengenal satu sama lain, pertama kali bertemu yaa masih jaim-jaim, canggung, dan lain-lain. Tapi lama-lama seiring berjalannya waktu kami saling mengenal satu sama lain, kami saling berbagi cerita, pengalaman, dan pengetahuan, saling berbagi kelebihan maupun kekurangan, dan sebagainya. Bagaimana tidak, 24 jam selama hampir 45 hari kami bersama, terhitung dari kedatangan kami sampai pelepasan 20 Agustus 2017. Suka duka kami jalani di lokasi, segala sifat dan karakter kami diketahui satu sama lain, muka cummalak kami setiap hari terlihat, segala kelucuaan yang diperbuat masing-masing dari kami telah terpampang nyata, intinya NO JAIM antara kami. Kami sudah layaknya keluarga.
Selama kami di posko, banyak yang hal baru yang spektakuler yang belum kami dapatkan bahkan rasakan sebelumnya, salah satu hal yang paling spektakuler adalah ketika masih masa-masa observasi kami nekat jalan kaki dari posko ke jalan poros sejauh 6km ( kalau cowok2nya mungkin sudah pernah kayaknya ) saking rasa penasaran kami dengan lokasi kami waktu itu. masih banyak hal spektakuler lain yang tidak bisa diceritakan satu-satu. Hal yang paling membuat terharu secara pribadi ketika saya mendapat musibah dan mereka membantu dengan ikhlas dan penuh perhatian, dari situlah saya merasa bahagia dan bersyukur dipersatukan dengan mereka. Itu mungkin hal paling spektakuler yang saya rasakan pribadi.
Selain kami menjalankan program kerja yang sudah diberikan oleh mitra yang membuat kami ( khususnya para wanita, saya, esti dan ave ) menjadi wanita lapangan, Survei Rutilahu dan Kube. kami juga menjalankan kewajiban rumah tangga. Memasak, belanja ke pasar, bersih-bersih, mencuci piring dan pakaian, angkat-angkat, bantu-bantu dan lain-lain. Kami layaknya sebuah keluarga yang menjalankan fungsi dan peran dalam rumah tangga. Ada yang jadi mama, papa, kakek, dan anak-anak. Yaa, begitulah kami di posko.
Semua hal yang kami jalani di posko merupakan pengalaman yang sangat berkesan bagi kami, yaa betul apa yang dikatakan Supervisor, nikmatilah masa-masa kkn karena kkn cuma sekali dalam hidupmu. Karena di KKN banyak cerita yang tak akan bisa kalian lupakan dan selalu kalian kenang. Yaa, benar sekali. Banyak cerita yang kami ukir bersama dan tak sanggup dituliskan.
Tidak tau lagi apa yang mau dikatakan, Hanya ingin mengucapkan " Terima Kasih banyak Borong Loe Squad " atas semua-semuanya di 45 hari ber-KKN. Kalian keluarga baru yang saya cintai dan saya sayangi. KKN memang telah berakhir tapi persahabatan kita tidak akan berakhir sampai akhir hayat nanti, insya Allah. Aamiin.
Terima Kasih I love you guys















