Penuhi diri dengan sibuk positif, hingga tak lagi sibuk negatif merasuki.
Edisi Kuliah Kerja Nyata
seen from Italy
seen from United States
seen from Brazil

seen from Spain

seen from Türkiye
seen from Belgium

seen from Denmark

seen from Russia

seen from Germany
seen from Japan

seen from United States
seen from Italy
seen from China

seen from China

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States
seen from United States

seen from United States
Penuhi diri dengan sibuk positif, hingga tak lagi sibuk negatif merasuki.
Edisi Kuliah Kerja Nyata
Berpendapat
lima hari sudah ku lewati masa-masa KKN di desa ini, canda-tawa yang selalu menghiasi hari hingga larut malam. Namun, ada kalanya kami berbeda pendapat. Kelompok ku dominan perempuan. Maka, persentase “berpendapat” dan perbedaan pendapat pun semakin besar peluangnya.
Seperti hari-hari kemarin, dan mungkin sampai hari ke-42 nanti. Perempuan. Sudah menjadi rahasia umum bagi kami untuk “rewel” masalah apapun, kami selalu memberikan pendapat. Perbedaan ini banyak ku temukan di “DAPUR”.
Ya. Kami selalu memasak, entah pagi-siang dan atau malam. Kami berasal dari bebrbagai daerah. Ada Bekasi, Jakarta, Jawa, Padang, dan Bogor (Sunda). Mungkin inilah yang menjadi dasar perbedaan pendapat diantara kami. Ketika kami mau memulai memasak, selalu saja ada yang nyeletuk :
“Eh jangan pakai kemiri, gua sih ga pake kemiri .”
“Kalian emang pake kemiri juga?”
“Duh pakai saori nih enak banget” (seakan-akan semua masakan pakai saori, padahal saori itu rada asin fyi)
“Emang gitu ya? Kalau aku sih ga gitu”
“Gausah dipindahin gitu, tapi yaudah terserah kamu”
atau yang lainnya.
Apabila aku yang dibilang gitu, aku hanya mengatakan “oke. jadi mau gimana nih?” biar semuanya suka maksudnya. Tak mubazir masak banyak pun. Mungkin dirumah mereka biasa pakai ini itu, tapi entah kenapa aku seperti “risih” mendengar selalu saja ada yang nyeletuk gitu. Aku termasuk orang yang tak suka berdebat, maka ku iya-iya kan saja langsung. Setelah momen itu seperti ada space diantara waktu kami memasak. Wajar apabila kami berpendapat. Maka point nya ada di paragraf akhir ini. Tapi bukan berarti aku orang tak mau menerima masukan, aku sangat menghargai pendapat orang lain, apalagi jika disampaikan dengan nada yang lembut, raut muka yang ramah, dan situasi yang tepat serta tak memaksakan kehendak.
“Berbeda bukan berarti tidak sanggup bersama” -Anonim
Sukaresmi, 22 Juni 2019
Mereka, sudah menemani ku sehari penuh. Hingga 39 hari kedepan.
KKN Part 7 - Takdir Mempertemukan Kita Adalah takdir, ketika terpampang di laman website bahwasanya Ungaran Barat menjadi tempat KKN, mungkin ALLAH hendak memberi kesempatan untuk mengenali wilayah tersebut. Adalah takdir, ketika terkelompokkan nama mu dan namaku, nama kita, sembilan bocah tingkat akhir di dalam satu desa, Bandarjo. Kelompok KKN yang sampai H min 1 minggu grup masih lempeng aja. Baru di H min 1 hari pemberangkatan, sedikit geger lantaran tempat tinggal yang belum juga dapat. Adalah takdir, mana kala diri diri kita saling mengenal dan berdamai. Dengan dia yang pelupa, bahkan sekedar kunci motor. Dengan dia yang super selow, katanya, "yang penting yakin". Dengan dia yang ternyata kelahiran 97 dan kita beri panggilan si Panda. Dengan dia yang diam-diam mengisi gentong-gentong bak air mandi kita, tapi juga yang paling bahagia sendiri dengan tontonan di laptopnya. Dengan dia yang berlapang membawakan tivi kosannya untuk kita pakai dan juga yang paling akhir bangun pagi di antara kita. Dengan dia yang barangkali paling bersabar menyimak obrolan anak-anak kesehatan karena yang ia pelajari sehari-hari adalah tentang keperpustakaan. Dan, terakhir, dengan dia, kordes serba bisa yang mau saja mencuci piring piring kita. Adalah takdir, mari berkolaborasi untuk 42 hari. Dan barangkali, 5 anak kesehatan, 1 anak teknik, 1 anak akuntansi, dan 1 anak perpustakaan ini, di kemudian hari dapat berkolaborasi dalam amal-amal masyarakat lain dengan cakupan lebih luas lagi. Dan, adalah takdir. Hari yang lalu sebuah film mengajarkan, bahwa "harta yang paling berharga adl keluarga." Maka, di perantauan, kalianlah harta paling berharga. Selasa, 9 Jan 2017 Ttd, dari yang paling nempel molor. NB : foto di ambil hari ini, selepas diskusi rembug desa pemaparan program KKN #kknday7 #kkn #kknundip #kknlife #UngaranBarat #takdir #keluarga
KKN Part3-BERDAMAI Akan ada manusia yang berdamai dengan diri kita, menerima segala kekurangan diri kita, membersamai langkah kita. Akan ada manusia yang memaklumkan proses kita belajar. Bahkan, salah satu nikmat lain adalah akan ada manusia yang menegur kita, menasihati kita, menginginkan kebaikan untuk kita. Katanya, jika cinta sudah terpatri, maka jarak tak akan pernah menjadi soal. Minimal, akan ada doa sebagai penghubung bagi mereka yang saling mencintai. Dan mencintai itu, sebuah predikat, sebuah kata kerja. Maka mencintai adalah kerja-kerja nyata mendatangkan kebaikan untuk mereka yang dicintai. Begitu rupanya yang Baginda Nabi Muhammad lakukan atas perwujudan cinta pada umatnya, "ummati ummati ummati" hingga akhir napas Beliau di dunia. Dan cara paling sederhana untuk mencintai, barangkali adalah mendoakan. Bagaimana Nabi Musa mengetahui kelemahan dirinya, ketidak mampuannya lantas berdoa memohon kepada ALLAH untuk dipersaudarakan dengan Nabi Harun untuk meneguhkan, melengkapi dirinya. "...(yaitu) Harun saudaraku, teguhkanlah kekuatanku dengan adanya dia, dan jadikanlah dia teman dalam urusankan, agar kami banyak bertasbih kepadaMu, dan banyak mengingatMu, sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami." QS. Taha :29-33. Bisa jadi, pertemuan demi pertemuan mengantarkan kita pada persaudaraan-persaudaraan yang saling meneguhkan, saling mengingatkan. Inni uhibbuki fillah Jumat, semoga tertaut doa diantara untaian Surat Al Kahfi yang terlantun. #kknhari3 #kknlife #UngaranBarat #berdamai #semangat
#KKNlife
[Pertemuan] Tidak ada pertemuan yang sia-sia. Seperti halnya tidak ada pertemuan yang kebetulan, semua telah ada yang merencanakan. Sebuah pertemuan telah disiapkan segala pembelajarannya, tinggal kita mau mengambil atau tidak. Tinggal kita mau belajar atau tidak. Terkadang Allah membungkus pelajaran lewat pertemuan. Memaksa manusia belajar dari pertemuan. Memaksa manusia belajar sebelum pertemuan. ~ Jonggrangan, 20072017 Bolehkan ya pakai #kknlife ^^.
My Mini Story about Them
Let me introduce my beloved family from DSM Bantaeng, Dari kiri adalah Kak Rudi Andri Wahyudi, Teknik PWK 013, lanjut Muh. Fadhli Tawil, FIKP 014, Ave Maria Chelchia Efendy, Psikologi 014, Andi Pramesti Ningsih, Keperawatan 014, saya Sitti Zaenab, Sastra Inggris 014, Rahmat Firman, Teknik Informatika 014, dan Kordes tercinta Kak Muh. Arfah Mustari, FIKP 013. yaa we are " Borong Loe Squad "
Kami dipertemukan tepat dimana nama-nama kami dibacakan pada saat penyambutan mahasiswa kkn tematik dan reguler Bantaeng di Tribun Pantai Seruni pada tgl 8 Juli 2017. Pada saat dibacakan nama-nama yang masuk dalam posko Borong Loe, Saya pribadi merasa senang karena 1 posko dengan Esti ( waktu pertemuan pertama dengan supervisor sudah dibooking sama-sama 1 posko hehehe ) kemudian disusul dengan Ave ( kami sudah bertemu dan kenalan waktu wawancara ). Alhamdulillah suatu kesyukuran waktu itu bisa seposko dengan orang yang saya kenal. Kemudian disusul ke 4 nama pria ( Kak rudi, kak arfah, pandy dan rafi ) yang sama sekali saya tidak kenal sebelumnya. Pertama kali melihat mereka tidak ada masalah, saya menerima mereka dengan senang hati.
Ketika kami sudah di Posko kami di Desa Borong Loe, kami saling mengenal satu sama lain, pertama kali bertemu yaa masih jaim-jaim, canggung, dan lain-lain. Tapi lama-lama seiring berjalannya waktu kami saling mengenal satu sama lain, kami saling berbagi cerita, pengalaman, dan pengetahuan, saling berbagi kelebihan maupun kekurangan, dan sebagainya. Bagaimana tidak, 24 jam selama hampir 45 hari kami bersama, terhitung dari kedatangan kami sampai pelepasan 20 Agustus 2017. Suka duka kami jalani di lokasi, segala sifat dan karakter kami diketahui satu sama lain, muka cummalak kami setiap hari terlihat, segala kelucuaan yang diperbuat masing-masing dari kami telah terpampang nyata, intinya NO JAIM antara kami. Kami sudah layaknya keluarga.
Selama kami di posko, banyak yang hal baru yang spektakuler yang belum kami dapatkan bahkan rasakan sebelumnya, salah satu hal yang paling spektakuler adalah ketika masih masa-masa observasi kami nekat jalan kaki dari posko ke jalan poros sejauh 6km ( kalau cowok2nya mungkin sudah pernah kayaknya ) saking rasa penasaran kami dengan lokasi kami waktu itu. masih banyak hal spektakuler lain yang tidak bisa diceritakan satu-satu. Hal yang paling membuat terharu secara pribadi ketika saya mendapat musibah dan mereka membantu dengan ikhlas dan penuh perhatian, dari situlah saya merasa bahagia dan bersyukur dipersatukan dengan mereka. Itu mungkin hal paling spektakuler yang saya rasakan pribadi.
Selain kami menjalankan program kerja yang sudah diberikan oleh mitra yang membuat kami ( khususnya para wanita, saya, esti dan ave ) menjadi wanita lapangan, Survei Rutilahu dan Kube. kami juga menjalankan kewajiban rumah tangga. Memasak, belanja ke pasar, bersih-bersih, mencuci piring dan pakaian, angkat-angkat, bantu-bantu dan lain-lain. Kami layaknya sebuah keluarga yang menjalankan fungsi dan peran dalam rumah tangga. Ada yang jadi mama, papa, kakek, dan anak-anak. Yaa, begitulah kami di posko.
Semua hal yang kami jalani di posko merupakan pengalaman yang sangat berkesan bagi kami, yaa betul apa yang dikatakan Supervisor, nikmatilah masa-masa kkn karena kkn cuma sekali dalam hidupmu. Karena di KKN banyak cerita yang tak akan bisa kalian lupakan dan selalu kalian kenang. Yaa, benar sekali. Banyak cerita yang kami ukir bersama dan tak sanggup dituliskan.
Tidak tau lagi apa yang mau dikatakan, Hanya ingin mengucapkan " Terima Kasih banyak Borong Loe Squad " atas semua-semuanya di 45 hari ber-KKN. Kalian keluarga baru yang saya cintai dan saya sayangi. KKN memang telah berakhir tapi persahabatan kita tidak akan berakhir sampai akhir hayat nanti, insya Allah. Aamiin.
Terima Kasih I love you guys