Perempuan: Antara Fitrah dan Organisator
Oleh: Wiwi Siti Fatimah (Ketua Bidang Jam'iyyah PP Pemudi Persis)
Manusia dan jin diciptakan tidak lain adalah untuk beribadah. Dengan landasan tersebut, menguatkan hidup kita sebagai manusia adalah senantiasa mendekatkan diri kita untuk beribadah kepada Allah SWT dengan cara yang telah ditetapkan dalam Alquran dan As-Sunnah. Mendasari hal itu, perempuan maupun laki-laki punya nilai yang sama di mata Allah, yang membedakan adalah tingkat ketakwaan kita terhadap Allah SWT.
Perempuan dari sudut pandang Islam memiliki beberapa keistimewaan. Diantaranya adalah Islam menempatkan perempuan pada posisi yang terhormat dan mulia sesuai dengan kodrat dan tabiatnya setara dengan laki-laki dalam kemanusian dan hak-haknya.
Merujuk pada dasarnya manusia diciptakan, maka niat kita berjamiyyah pun harus dilandaskan karena beribadah kepada Allah. Pada hakikatnya, berjamiyyah adalah berdakwah, dan perempuan pun punya peran yang sama dalam mendakwahkan agama Allah sesuai dengan kodrat yang dimiliki dan peran yang sedang dia jalani; baik saat dia sebagai anak, istri, ibu, anggota masyakat dan lain sebagainya.
Pemudi PERSIS adalah salah satu bagian dari organisasi PERSIS, sebagai generasi pengemban visi misi PERSIS yaitu mendakwahkan Alquran dan As-Sunnah.
Maka berjam'iyyah di Pemudi PERSIS harus dijadikan ladang amal sholeh dan kebaikan di dunia serta bekal hidup kita kelak di akhirat. Menjadi salah satu washilah kita belajar dan mewujudkan diri menjadi sebaik-baik perhiasan dunia, yaitu menjadi wanita sholehah.
Semangat menjalankan peran kita sebaik mungkin dan perbaiki diri. Jadikan Jam'iyyah menjadi rumah belajar kita menjadi seorang muslimah sholehah, berakhlakul karimah.












