Minggu lalu, ada seekor Trenggiling nyasar ke Madrasah kami. Sudah lama sekali saya tidak pernah melihat hewan itu di sekitar kampung saya. Seingat saya, terakhir saya melihat trenggiling itu waktu saya kecil. Di kampung saya memang masih terdapat beberapa rimbunan pepohonan. Ya sejenis hutan mini lah. Mungkin hujan deras kemarin, membuat si Trenggiling terbawa arus kemudian nyasar ke permukiman warga. Trenggiling atau dalam bahasa latinnya manis javanica, merupakan hewan yang dilindungi. Keberadaannya di alam sudah sangat jarang ditemui. Selain kehilangan habitat akibat terus dibukanya hutan, penurunan populasi trenggiling disebabkan juga oleh perburuan liar. Harganya yang mahal (bisa sampai 5 juta perekor) membuat banyak orang tergiur untuk memburu hewan eksotis ini. Tapi, kok sayang ya. Hewan seeksotis itu harus mati. Apalagi dibunuh hanya untuk dikonsumsi demi prestise dan diambil sisiknya, yang katanya bisa digunakan sebagai obat, juga bahan pembuat narkoba. Untungnya, saya masih menyimpan nomor telepon seorang kawan yang bekerja di Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Akhirnya, saya telepon dia untuk mengamankan dan mengembalikan trenggiling tersebut ke habitatnya. Untuk kawan-kawan, apabila mempunyai atau menemukan hewan dilindungi, sebaiknya serahkan hewan tersebut pada petugas dari Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan ataupun Kepolisian. Untuk menjaga kelestarian alam tentunya. - @30haribercerita - #30haribercerita #30hbc20 #30hbc2014 #klhk #ksdae #satwadilindungi #trenggiling https://www.instagram.com/p/B7R_cjhAxFZ/?igshid=s3dtthhvnx81