You walked outside into the hot Egyptian sun to find Jotaro on a bench out back, where you’d parked the car. The area was clear of people, but the desert spread out in front of you. You sat next to him. “Hi, Jojo.”
He grunted. You frowned at him. “What was that earlier?”
He glanced at you. “What was what?”
You shrugged. “You grabbing me and hugging me. All the ways and excuses you’ve found to touch me. Catching me when my Stand energy ran out. You know. All your grumpy bullshit since we went to the desert.”
He shook his head and looked away. “Yare yare daze.”
Your temper flared. “Don’t you ‘good grief in Japanese’ me! I want to know why you keep doing that!”
He shot a look at you. “Do you dislike it?”
You sat back, caught by surprise. “I- No.”
He nodded. “Does Kakyoin object?”
You shook your head. “He thinks it’s fascinating that you go out of your way to touch me. And even if he did, it’s not his business who touches me.”
Jotaro leaned back on the bench, chuckling. “Well, then.”
You flared again. “What’s so fucking funny, then?”
He smiled at you, his facade cracking. “You. You’re funny. ‘None of his business.’ Heh.”
You growled. “You dickhead, I’ll…”
Jotaro grabbed your neck and kissed you before you could get another word out. You squeaked and yanked away. “Jojo!”
He looked at you slyly. “Shut you up, didn’t it?”
He was being playful. You never expected this. You covered your mouth, feeling your lips tingling. Jotaro tsked and looked back out at the desert. “Did you like that?”
You nodded, your cheeks burning. He nodded back. “Good.”
You knew that meant “I’ll be doing it again,” but you beat him to it, kissing him again. You nuzzled into his neck. “Do you love me?”
Jotaro swallowed audibly. “I-”
You nodded. He did. “Good.”
You flicked his hat off his head, holding it. He reached for it. You licked your lips, still grinning. He growled. “Damnit woman, give it back!”
You shook your head, giggling. He glowered and pulled you into a deep kiss. You tossed his hat onto the bench next to you and kissed back, gripping his hair.
When he pulled back, he pulled you up under his arm so you were cuddled into his side. You rested your head on his broad chest and relaxed a bit. “So…”
Jotaro lit a cigarette, reaching around you with his long arms. “Yes.”
You looked up at him. “Yes what?”
He met your gaze evenly. “Yes, I’ll share you with Kakyoin. Nobody else.”
You nodded and kissed his cheek. He took a long drag of his cigarette and blew the smoke away from you, then put his hat back on. You sat in silence with him until the others came out.
Joseph gave you a knowing look, but the others just seemed confused that Jotaro was touching you. Polnareff leaned in. “Y/N, is he bothering you?”
You blushed. “No.”
You tried to push away from Jotaro, but he shook his head and kept you in place with one strong arm. Avdol frowned. “Well…if she doesn’t mind.”
You blushed harder. Joseph looked at you two. “Well, it’s time to go back to the hotel.”
Jotaro nodded and picked you up bridal style, carrying you to the car with the cigarette still dangling from his lips. You sighed. “I hate you.”
He looked down at you. “I can drop you.”
You gripped his shirt. “Just kidding, Jojo!”
He chuckled. “Yare yare.”
He sat in the car, placing you between his legs. Polnareff clambered in next to you, and looked curiously at the unoccupied middle seat, then back at you. “Why is she sitting…There…Jotaro?”
Jotaro glared at him. “Because she told me she was cold.”
This was a lie. A ridiculous one, given it was 40 C and sunny in the desert. Jotaro told it with such deadpan seriousness, however, that Polnareff didn’t bother arguing. You just enjoyed having Jotaro’s arms around you, and leaned your head into his shoulder as the car lulled you to sleep.
Aku punya seseorang yang sudah kuanggap bapak di tempat aku menuntut ilmu. Bapak Fadjar Basuki namanya. Almarhum lebih lengkapnya. Dulu, semasa bapak masih hidup, aku seringkali berkunjung ke kediaman bapak di daerah Demangan, Yogyakarta. Orang-orang menyebut rumah bapak sebagai basecamp. Benar sekali, karena memang bapak merupakan penggagas berdirinya suatu komunitas peduli pertanian dan lingkungan di wilayah DIY.
Apakah aku termasuk relawan dalam komunitas? ya benar. Apakah aku adalah relawan yang aktif dan memiliki posisi penting? sayangnya aku hanya relawan pasif dan bukan siapa-siapa. Lalu apa yang kucari di rumah bapak? ilmu sosial; pelajaran kemanusiaan
Ini adalah hubungan yang tidak biasa antara aku dengan bapak. Aku tidak banyak mengenal anggota komunitas, tetapi merasa sangat dekat dan mengenal bapak. Ada dimensi lain yang kuciptakan antara aku dan bapak. Serasa pulang setiap mengunjungi bapak di rumah. Serasa memiliki seorang bapak yang selalu menantikan kedatanganku sebagai anaknya. Aku bahkan dulu lebih sering berkabar dengan bapak dibandingkan dengan orangtua kandungku di kampung halaman.
Selalu sama, setiap aku mengunjungi bapak, bapak akan bertanya:
“Apa yang mau ditanyakan nduk? ada masalah apa yang sedang kamu pikirkan?”, tanya bapak dengan sangat ramah bahkan sumringah.
Lalu selanjutnya yang terjadi adalah aku tanpa terbata meluapkan apapun yang sedang kurasakan, kadang rasa sedih, kecewa kadang pula menceritakan harapan-harapanku untuk Indonesia. Sedikit mengawang, namun semua bapak dengarkan dengan seksama dan serius.
Bapak tidak langsung memberikan solusi, bapak selalu mengajarkanku bercermin dari kisah-kisahnya saat menjadi relawan di masyarakat. Semisal saja aku sedang mengeluhkan mengapa begitu sulitnya menjalankan program kegiatan sosial di desa. Bapak menyampaikan bahwa, kegiatan sosial itu, bukan kegiatan yang menjadikan kita terlihat lebih pandai dari warga yang kita ajarkan, melainkan sebuah kegiatan yang memberikan kita kesempatan untuk belajar.
Belajar menjadi manusia, yang mampu mendengar, menyampaikan dan memberikan bantuan, semuanya menggunakan hati. Karena sesuatu yang disampaikan tulus dari hati, akan diterima juga dengan tulus oleh hati.
Manusia yang terbiasa jujur dan tulus dalam hidup, akan dapat membaca tulus tidaknya seseorang kepadanya.
Ihr Lieben, hier ein kleiner Gruß von der diesjährigen Kind + Jugend Messe bei uns in Köln. Unser Chef Marcus und meine liebe Kollegin Alex haben einen spannenden Tag und schauen sich für Euch viele tolle Dinge 😍an, die ihr bestimmt bald in unserem Online-Shop entdecken könnt...#hurra Ich bin zumindest sehr gespannt, was sie zu berichten haben werden. Wir wünschen Euch ein schönes Wochenende! Was macht Ihr Schönes? Seid Ihr auch bei der Kind + Jugend? Oder wollt Ihr noch hin? 🙋🏻💚 #messe #kindundjugend #kuj #kuj17 #takatomo #koelnmesse #kidsstyle #kidsinterior #kidsfashion #allesfürskind #tolleneuedinge #sebra #donebydeer #kidslifestyle #allesneu #coolstuff #business #shopowner
#KittuUnnaduJagratha, #Kuj, #SuperHit, #Wallpapers #MoviePosters, #TollywoodUpdates Click Here For More Hot Images Kittu Unnadu Jagratha Super Hit Wall Posters