Tentang Kematian
Terbiasa memberikan penilaian tanpa menakar kerap membuat kita teledor mendefinisikan suatu fenomena yang mudah memancing emosi negatif, mengenai kematian itu sendiri seringkali kita terlalu posesif menganggap kematian adalah hal buruk dan (kalo bisa ya inginnya) dihindari.
Kematian adalah gejala alamiah yang pasti terjadi, sebuah siklus yang akan menggantikan sesuatu dengan hal-hal yang baru. Apa yang mati tidak pergi dari manapun, jika kalian terbiasa mem bagi2 individu ke dalam tiga komponen, maka raganya yang biasa kita lihat sentuh atau baui hanya akan melebur kembali ke sifat asalinya (tanah) kemudian jiwanya tentunya sesuai dengan perilaku semasa hidupnya jika baik maka akan kembali ke fitrah asalnya jika buruk mungkin akan dibakar dalam api atau mengalami proses transformasi tanpa kesudahan, serta terakhir pikirannya yang tentu akan kita kenang selalu, dan apabila terdapat visi atau misi yang satu frekuensi dengan kita maka pasti tidak akan keberatan untuk anda sebarluaskankan kembali bukan?
Jadi yang seringkali kita anggap musnah sebenarnya hanya berubah, terurai dan memulai siklus baru. Sebagaimana yang telah digariskan oleh Alam (Rasio).




