Senjata Kebaikan
Setiap kebaikan, dalam setiap tempat dan setiap waktu, selalu punya senjatanya masing-masing.
Pagi ini saya sedikit kagum, ditengah suasana Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja karena banyak bencana melanda, banyak Influencer seperti selebtwit atau selebgram, berlomba-lomba membuka open donasi.
Bukan apa-apa, tapi saya benar-benar dibuat terkesima sama mereka, dibuat iri dengan langkah mereka. Bayangkan saja, si jek, artis twitter, tidak butuh satu hari untuk mengumpulkan 100 juta lebih donasi. Tidak perlu video, tidak perlu banyak narasi dan embel-embel foto bencana, cuku dengan tweet dan satu post instagram, dia bisa mengumpulkan donasi sebanyak itu.
Maka, di tengah zaman seperti ini, media sosial, terutama angka followers adalah senjata kebaikan yang luar biasa. Tidak salah juga, kalau saya bilang, buat kalian orang-orang baik diluar sana, jangan ragu bermimpi untuk punya followers banyak, karena engagment media sosial sangat berpengaruh saat ini.
Ya benar, senjata itu bernama media sosial.
Bukan narsis, bukan, ini adalah salah satu strategi berebut pengaruh, semakin besar pengaruh, semakin besar kebaikan yang bisa dilakukan.
Karena, apakah kita rela, kalau yang berpengaruh dan banyak pengikutnya, adalah bukan kebaikan?












