#liput #hommattu #sivuluisurock #kuunlopussa #finsumäenmarkkinat #t_pirttinen #kortesjärvi #Etelä_Pohjanmaan #viimmeinenlomapäivä (paikassa SEO Kortesjärvi) https://www.instagram.com/p/B08JkOrjeld/?igshid=dg750fk10num
seen from Germany
seen from Germany
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Russia
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from China

seen from Germany

seen from United States

seen from Azerbaijan

seen from Pakistan
seen from Yemen
seen from United States
seen from Malaysia
#liput #hommattu #sivuluisurock #kuunlopussa #finsumäenmarkkinat #t_pirttinen #kortesjärvi #Etelä_Pohjanmaan #viimmeinenlomapäivä (paikassa SEO Kortesjärvi) https://www.instagram.com/p/B08JkOrjeld/?igshid=dg750fk10num
If we’re never meant to be, would you mind to just hold me while we’re watching the hourglass? Just stay next to me until the very last sand falls.
Nurulita R. Tyas.
Semesta sedang bercanda Mempertemukan kamu dan aku yang jelas berbeda Lalu ia memberi rasa Dan berlari dengan dalih sudah seharusnya tidak bersama
Aku ingat kamu menghembuskan asap rokokmu untuk yang kelima kali di batang pertama ini Di ketinggian gedung 63 lantai Di antara semua lampu yang tak pernah mati
Salahku yang berjalan di tepian rasa Bertingkah seolah semua bisa dibagi rata Dan kini malah terjebak sendiri dalam pusara Kamu hanya tertawa
Kamu mematikan rokok yang masih setengah Berjalan mendekat ke arahku Berbisik perlahan dan membuatku terperangah Lalu pergi berjalan ke arah pintu
“For a moment I wished you were all mine”
dia sudah tertatih mengejarmu
mencintaimu dengan penuh luka
dan kamu tetap berlalu
seakan semua hanya selewat belaka
dia sudah menunggumu
dengan penuh peluh dan air mata
tetap saja kamu mengedikkan bahu
menganggapnya seakan tak cinta
aku menyesap cangkir kopi keduaku
melihatmu masih berani melempar tawa ke arahku
kuanggukkan kepala, menjawab ajakan barumu
sayang, kamu percaya Tuhan?
doanya dijawab melaluiku
jadi beritahu secepatnya,
di titik mana aku harus berlalu
Selamat Tinggal
Aku berjalan di ujung sendu Berharap bertemu di batas rindu Kamu dan tawa malam itu Tidak pernah berhenti terlintas di benakku
Sudah berbulan lalu
Sudah telalu lampau
Kini hanya ada jarak
Yang semakin diresapi semakin membuat sesak
Kamu dan pikiranmu
Semakin tenggelam dalam pusara haru
Aku masih disini
Berharap ada masanya kamu mengerti
Masih ada yang peduli
Aku masih disini
Berharap pada titik tertentu
Ada celah untukku bisa menemuimu
Ah, sudah
Rindu ini kini lelah
Mentari baru saja berbisik memberi petunjuk arah
Untukku berlalu
Dari kamu yang tak pernah tahu
tentang suatu masa
akan selalu ada rindu yang tidak tertuntaskan
akan selalu ada kata yang berhasil tidak terucap, diselingi dengan senyum untuk menyembunyikan lidah yang sengaja digigit
lalu kita akan termenung bersama melihat rintik hujan yang menerpa jendela
kamu melipat tangan di meja dan menatap kosong jendela
aku menatap rintik hujan yang selalu berani jatuh dengan gagahnya meninggalkan awan untuk kembali ke bumi, sembari mencuri pandang ke arahmu dan mencoba menerka apa yang ada di pikiranmu
dan akan ada senyum yang menyelingi tegukan minuman di hadapan kita sebelum kalimat awal terucap yang bermuara di tawa lepas
sampai sebuah layar memancarkan satu kalimat, “mau dijemput jam berapa, sayang?”
*a reminder to myself on finishing this story
kapan?
banyak sekali draft yang masih tersimpan rapi di folderku, salahmu.
mungkin sekali ini bisikan hatiku sedang benar
aku butuh duduk berdua denganmu, ditemani 2 cangkir kopi hanya untuk diriku sendiri
terlalu sibuk dengan anganku sendiri, aku bahkan masih tidak tahu kamu peminum kopi atau bukan
yang aku tahu pasti, aku butuh menuntaskan semua pembicaraan yang selalu terpotong waktu
biar kali ini, diam saja yang jadi penanda hentinya semua
titik tumpu
di tengah carut-marut antara perhatian yang lain dan pendapat pribadi
di tengah kekalutan antara pertemuan hati yang sebenarnya tahu dan logika yang mulai terpengaruh
di masa penantian titik setelah koma
di masa menunggu jawab untuk pertanyaan yang kau ucap sendiri
yang terbayang hanya satu sosok, dengan keakraban pas yang tidak pernah melebihi dosis, dan tidak pernah melewati sedikitpun batas
hanya seulas senyum, satu uluran jabat tangan, sebuah kalimat tanya
dan saya tahu semuanya akan baik-baik saja
jkt. 19 okt 2019.
*bukan after effect sendu seperti yang kemarin