Suara gerimis yang beradu dengan atap rumah, menghentikan emosiku yang hampir meluap yang lagi-lagi hanya karena teringat masa lalu.
Sesederhana ini aku bahagia karena hujan turun, merasa malu pada Tuhan atas keluh kesahku yang kuutarakan setiap hari. Buru-buru aku mengucap syukur.
Hujan lagi-lagi membawa kedamaian yang kudambakan selama ini. Ya, aku merasa benar-benar damai dan tenteram ketika hujan turun, walaupun tak kupingkiri aku sering sebal bila hujan terlalu deras bahkan disertai petir, bahkan merobohkan plavon rumahku. Kuharap hujan terus turun hingga esok pagi, memadamkan emosiku, menuntaskan tangisku.
















