Apa yang Harus Aku Lakukan dengan Hidupku?
Katakanlah orang-orang di sekitarmu sudah menemukan perannya dalam hidup ini.
Sementara itu, kamu masih bingung apa yang mesti kamu lakukan dengan hidupmu sendiri.
Kamu resah, gelisah. Kamu ingin bergerak, tapi bingung harus mulai dari mana.
Apa yang bisa kamu lakukan?
Cari masalah yang dirasakan orang-orang di sekelilingmu yang bisa kamu selesaikan dengan kemampuanmu saat ini.
Mungkin ada adik kelas yang merantau untuk kuliah dan butuh bimbingan, sementara kamu sudah melalui semua itu. Mungkin ada teman yang ingin mengurangi anggaran makan tapi sama sekali ngga bisa masak, sementara kamu bisa masak.
Tidak harus masalah seseorang yang kita kenal. Kita bisa temukan masalah orang-orang di Twitter, forum Telegram, grup Facebook, dan banyak lagi.
Tawarkan sebuah jawaban atau solusi. Tidak perlu sesuatu yang komprehensif, canggih, atau sempurna, tapi sebisa mungkin tepat menjawab permasalahan.
Bisa jadi sebuah utas di Twitter, sebuah postingan di Instagram, sebuah sesi konsultasi 1:1 secara online, sebuah video sederhana yang kamu unggah ke Youtube, atau dengan cara dan medium lainnya.
Pastikan kamu mendistribusikan jawaban atau solusi itu ke orang-orang yang tepat, yaitu mereka yang merasakan masalah yang ingin kamu selesaikan.
Kalau kamu tahu persis siapa saja orang yang merasakan masalah yang sudah kamu temukan, bicaralah dengan mereka.
Kalau kamu belum tahu siapa yang akan mendapat manfaat dari jawaban atau solusi kamu, mau tidak mau kamu harus meningkatkan discoverability kamu dengan memproduksi konten secara terus menerus.
Amati bagaimana orang lain merespon, khususnya mereka yang merasakan masalah tersebut.
Apa reaksi yang muncul dari solusi yang kamu tawarkan? Apakah ada yang bertanya lebih jauh? Atau masih diabaikan?
Kalau diabaikan, apa asumsi kamu sehingga tawaran solusi kamu diabaikan? Apakah karena solusi tersebut tidak menjawab masalah? Apakah karena kamu belum menyampaikannya kepada orang-orang yang tepat? Atau apa?
Kalau direspon positif, apa yang orang-orang inginkan lebih jauh? Apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu mereka dengan lebih optimal?
Di sini kamu sedang mencari feedback. Feedback positif maupun negatif sama-sama berharga. Jangan takut dengan penolakan.
Iterasi jawaban atau tawaran solusi kamu berdasarkan apa yang kamu pelajari. Gali lebih dalam permasalahan yang ingin kamu selesaikan. Ekspansi jawaban atau solusi yang bisa kamu tawarkan.
Di sinilah biasanya kita merasakan dorongan untuk belajar lebih jauh lagi.
Langkah-langkah ini diadaptasi dari framework design thinking yang lazim digunakan oleh perusahaan teknologi.
Saya sendiri sering mempraktikannya secara intensional dalam konteks profesional, namun secara unintentional dalam konteks personal.
Semoga menjadi pemantik dan titik awal bagi teman-teman yang sedang mencari jawaban, "Apa yang harus aku lakukan dengan hidupku?".