keimanan bisa naik dan turun, ketika imanku turun; bantulah aku ya Allah untuk menjaga diri agar tidak melampaui batas
Cosmic Funnies
AnasAbdin
Game of Thrones Daily
Cosimo Galluzzi
KIROKAZE
dirt enthusiast
Three Goblin Art
h

❣ Chile in a Photography ❣

Love Begins
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
ojovivo
No title available
No title available

oozey mess
Show & Tell

roma★
taylor price
Not today Justin
TVSTRANGERTHINGS
seen from Italy
seen from Türkiye
seen from North Macedonia

seen from Türkiye
seen from United States
seen from North Macedonia
seen from United States
seen from North Macedonia
seen from Brazil
seen from Switzerland

seen from India
seen from United States

seen from Japan
seen from North Macedonia

seen from North Macedonia

seen from Türkiye
seen from North Macedonia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@aurorabreeze
keimanan bisa naik dan turun, ketika imanku turun; bantulah aku ya Allah untuk menjaga diri agar tidak melampaui batas
Ada orang mampu move on dengan cara melupakan, tapi penulis?
Penulis tidak benar-benar melepaskan, kerana setiap rasa yang pernah singgah, akan hidup semula dalam tulisannya.
Orang lain mungkin sudah lama pergi, sudah bahagia dengan hidup baru, sudah tidak lagi memikirkan tentang apa yang pernah terjadi.
Tetapi si penulis… masih menyimpan semuanya di celah ayat, di balik metafora, di dalam perenggan yang ditulis lewat malam saat seluruh dunia sedang tidur.
Dan mungkin itu takdir paling menyakitkan bagi seorang penulis dia tidak hanya mengingati seseorang, dia mengabadikannya.
Perasaan itu mungkin akan pudar sedikit demi sedikit. Lukanya mungkin tidak lagi berdarah seperti dulu. Tetapi kenangan itu? ia akan tetap tinggal.
Kerana once rasa itu sudah menjadi tulisan, ia tidak lagi hidup hanya di dalam hati. Ia sudah menjadi sesuatu yang kekal.
Dan suatu hari nanti, walaupun penulis itu sudah tiada, tulisannya masih akan dibaca. Masih akan disentuh hati-hati manusia lain.
Dan di situlah, cinta yang tidak pernah benar-benar dilepaskan itu… akan terus hidup.
Jika kamu kehilangan alasan untuk bersyukur, barangkali tulisan ini untukmu :)
Bersyukur itu sebetulnya hal yang paling mudah untuk dilakukan, jika kita menyadari betul akan ke-Maha Baik-an Allah kepada tiap-tiap ciptaan-Nya yang bernyawa. Cukup mengingat bahwa hari ini kita ditakdirkan bisa bersujud saja, sudah menjadi alasan yang sangat cukup untuk kita seminimal mungkin mengucap Alhamdulilah.
Namun, anehnya seringkali seolah untuk melakukannya kita butuh alasan yang besar, sesuatu yang secara logika harus masuk dalam kalkulasi hidupnya. Sedikit saja jarak antara apa yang diberikan dan yang diharapkan, seolah menjadi alasan sah bagi kita untuk melupakan ribuan kebaikan lainnya. Kita seringkali terlalu sibuk menghitung apa yang belum ada, hingga lupa merayakan apa yang masih tersisa.
Bagi sebagian orang, mungkin tidak bersepakat menjadikan kesusahan orang lain menjadi alasan untuk bersyukur, meskipun itu sah, namun nirempati. Alih-alih demikian, coba jadikanlah bagaimana cara mereka menikmati hidup, bersyukur atas hidup yang mereka jalani, sebagai inspirasi untuk kita bersyukur. Walaupun dari kaca mata kita itu adalah hal yang biasa.
Barangkali masalahnya bukan dari besar kecil, sesuai tidak sesuai objek yang kita harusnya syukuri, melainkan cara pandang kita yang tidak tepat dalam melihat suatu ketetapan. Bahwa nilai sebuah nikmat tidak terletak pada seberapa besar ia tampak, tapi pada seberapa luas hati kita menyambutnya.
Melihat seseorang yang tetap bisa tertawa atau menikmati secangkir kopi di tengah keterbatasan mengajarkan kita tentang kekuatan mental (resiliensi). Kita tidak bersyukur karena 'nasib kita lebih baik,' tetapi kita terinspirasi karena 'jiwa mereka lebih besar' daripada masalah yang mereka hadapi.
Pada akhirnya, bersyukur bukan tentang hasil dari sebuah komparasi, melainkan tentang kejernihan hati dalam mengunkap keindahan yang terselip di sela-sela aktivitas yang kita jalani. Karena mungkin, apa yang kita keluhkan hari ini adalah impian yang sedang diperjuangkan oleh orang lain dengan penuh keridhoan akan takdir-Nya:)
Maka, apa hal yang kamu syukuri hari ini? Belum menemukan alasan? Coba ingat-ingat lagi :)
begitu mudahnya melontarkan kalimat yang ada dibenak, sampai lupa bahwa dirimu pernah memutuskan kita sebatas teman.
tapi teman boleh kangen kan?
ah pembelaan diri saja kamu;
baru kali ini aku menangis —ketauan sama ummi.
kupikir semua sudah tidur, aku yang tbtb nangis karna overthinking sama masa depan kaya gimana.
dimulai dari melihat pernikahan seseorang, memiliki pasangan serta keluarga baru —yang kuharap dapat menerima kehadiranku, kelak.
aku pengen nikah, tapi ada keraguan dan ketakutan yang menghampiri. setiap kali memikirkan perihal menikah, memiliki pasangan, dan rumah tangga. berbagai persoalan rumah tangga yang tentu ada saja masalah, ujian, dan cobaannya. bagaimana nanti ketika sudah memiliki pasangan —menurunkan ego, saling memaafkan, menerima satu sama lain, dll.
bagaimana aku akan bertemu jodoh, kalau aku masih melakukan dosa, aku seorang pendosa hebat yang selalu mengharapkan ampunan-Nya.
aku ngga dekat dengan abi, tapi dekat dengan banyak pria di luar sana, enjoy dan asik berkomunikasi dengan mereka, sementara ketika abi bertanya, terkadang aku menjawab dengan singkat dan ada emosi juga. aku merasa seperti adanya dendam karna kurangnya kasih sayang. kurangnya kata kata manis; kata-kata yang menunjukkan kasih sayang mereka, dan mendukung. aku anaknya words of affirmation sekali. aku melampiaskan semua di luar sana. mencari kehangatan yang lain.
aku pengen kerja, aku pengen berguna, yang gak di rumah aja kaya orang gila. aku hanya terlalu takut untuk maju. aku butuh dukungan. butuh dipeluk.
aku pengen kerja, punya uang yang banyak, biar bisa membayar kebutuhan atas penyakitku yang kupendam karna takut selalu merepotkan ummi dan abi.
—aku ngga berguna. tangisan ku semakin keras, seperti bayi yang kehausan.
lalu terdengar suara ummi dari bawah yang menanyakan "kenapa is?" —berusaha kujawab dengan suara normal, tanpa terdengar menangis. tapi apalah daya, ketika seseorang ditanya 'kenapa' disaat orang sedang tidak baik-baik saja; tangisan justru semakin kencang. namun, aku tepis dengan menjawab "ngga papa mi" sambil ku tutup pintu yang tadinya masih terbuka. ummi bertanya lagi "kenapa? giginya sakit yaa?" ku jawab "engga" dg suaraku yang lirih. lalu ummi diam, akupun menunduk dan menangis diam-diam.
lalu aku ambil hp dan menulis di sini. aku curahkan semua. ketika bagian 'kasih sayang' , aku menangis kembali.
memang gigiku mulai masa penyembuhan dengan obat dan lagi ditinjau oleh dokter apakah akan dicabut atau tidak yang terkadang membuat gigi sakit. ummi tau rasanya gigi sakit, karena sebelumnya ummi juga dalam perawatan gigi juga.
ummi selalu mengajakku saat kegiatan apapun, mungkin ingin aku memiliki sebuah pengalaman dan pembelajaran. kemarin saat acara temu kangen/syawalan bersama teman lama ummi, aku serta adik-adikku ikut serta , kekhawatiran ku ketika ditanya soal pekerjaan, kenapa? karena adikku yang pertama sudah bekerja lebih banyak job nya, daripada aku yang belum ada panggilan les privat lagi. aku malu. tetapi ummi dengan bangga nya juga menjelaskan pekerjaan yang sudah ku lalui ke teman-temannya saat mereka menanyakan soal pekerjaanku. tetapi dari suaranya ummi nampak bangga atas aktivitas yang dilakukan anak keduanya; alias adek pertamaku. (dia yang dari kecil selalu aktif dan memperoleh banyak piala) sedangkan aku tidak sama sekali, anak perempuan pertama yang pemalu, pendiam, dan penakut ini selalu minder juga dibandingkan dengan adiknya. —ah rasanya aku merasa tidak berguna. apa yang mau dibanggakan atas kehadiranku? . tujuan ummi mengajak anak-anaknya ikut serta adalah agar banyak yang mendo'akan anak-anaknya yang terbaik.
saat ketika ummi dalam perawatan gigi, aku menemani nya pergi-pulang dengan jarak yang cukup jauh. mungkin karena hanya aku yang tidak ada kerjaan daripada yang lain. tapi aku senang dapat berguna, aku senang jalan berdua dengan ummi, terkadang aku ingin sesekali bertanya pada beliau, "ummi malu ya kalau aku belum kerja?" —ah ini anak pertama masa belum kerja, di rumah saja, tak berguna. gumamku. aku tidak jadi bertanya karena takut jawabannya.
aku banyak takutnya.
🙏🏻😔
BODOH
kalo ditanya paling benci sama siapa? jawabanku— sama diri sendiri! aku benci banget. penakut, pemalu, pengecut, pendiem. pendosa hebat. asli.
kesel banget.
jatuh, bangun, jatuh terus di lubang yang sama—terus menerus, heran.
capek banget.
🚩🚩🚩
ujian bersabar itu ternyata cukup sulit ya
Sakit tanpa luka, menjerit tanpa suara, dan menetes air mata tanpa bisa berkata.
Itulah sabar, banyak orang yang bisa berkata sabar. Namun tidak semua orang tau bagaimana deritanya, hanya tau melalui ceritanya.
ternyata, harapan itu masih ada walau sedikit, namun tampak tidak mungkin untuk bertemu. bahkan sangat mustahil bila masa telah usai. rasanya ingin bertemu walau rasa sakit masih terasa nyata dihati.
anak yang belum kerja tuh berasa aib dan jadi beban banget ya :" apalagi anak pertama😞
—oh gini jadi dewasa
halu terus🫠🫠🫠
Yang dulu terasa sangat dekat, sekarang mungkin hanya bisa disapa lewat doa.
Dan itu tidak apa-apa.
Karena mencintai dalam kebaikan tidak selalu harus bersama.
Belajar fokus pada jalan yg Allah tetapkan. Belajar menerima tanpa menyalahkan. Belajar bersyukur meski hati masih menyimpan rindu.
Sampai kapan pun, semoga diri ini tetap mengingat bahwa pernah ada orang-orang baik yg Allah kirimkan sebagai pelajaran dan penguat.
Dan semoga kita pun diipertemukan lagi di tempat terbaik menurut-Nya.
GABISA AKU GABISAAA
kemarin tubin (4 hari yg lalu) malamnya mengulik sosmed IG nyaa dan berujung ovt ttg pernikahan. KENAPA? karena kmrennya dr tubin itu aku mimpi di lamar sama dia, wajah di mimpi sangat jelas wkwk setan gasi kl sangat jelas wkwk sebelum mimpi emang ada aku mikirin dia krn kebetulan pas dijalan ngeliat punggung dan kepalanha dr belakang trus tbtb keinget "kok kaya mas itu yaa?" BTW aku bilang "mas" karena kadang bahasain adekku yg menyebutnya "mas" karna beliau lebih tua dr adekku, tapi dia lebih muda dariku. 😅😅
kemudian tulat (3 hari yg lalu) ada acara yang dari awal aku sudah bilang akan hadir dan sudah mengisi GF juga, tapi pas hari H agak ragu karena ada temanku yang akhirnya izin karena masih halangan dan tidak enak kalau hanya bukber aja, aku type yang gas kalau ada temennyaa, kali ini aku tetep gas aja, entah nanti bertemu teman siapa, prinsipku "bisalah nanti kenalan biar nambah teman" —dengan sok berani itu. pas sampai lokasi, kaget ya karena banyak banget yang hadir dan kebanyakan dr kampus yang berbeda denganku. tapi aku tetap melangkah masuk ke dalam ruangan yang sangat penuh, sampai-sampai aku harus menyipitkan mata untuk meniti kursi mana yang masih kosong, ah ternyata kursi depan wkwk akhirnya aku berjalan dengan pede nya ke arah depan, duduk dan diam sejenak. terdengar suara hampir semua orang pada tadarusan dengan al-qur'annya masing-masing. ku keluarkan al-qur'an dan ku baca sambil menunggu acara dimulai. singkatnya acara selesai - buka puasa (minum, risol mayo, dan puding) - sholat - makan bareng. OIYA lupa cerita; awal acara itu ternyata ada temanku di arah jam 7 pada posisiku. aku tenang, walaupun tidak berdekatan tapi akhirnya ada yang ku kenal juga. pas makan kita berkelompok melingkar, kita berempat. yang lainnya makan bersama berkelompok dengan melingkar besar.
setelah makan selesai, siap-siap dan berdiri, saat menuju pintu keluar aku bergumam saat melihat laki-laki dengan postur yang tinggi. tiba-tiba temanku nyeletuk "ada adeknya gaa is?" aku sempat bingung, "adek" . aku agak lupa temanku bilang "adek" or "dia" TAPIII aku keburu salting agak bingung wkwk 🫠🤭
aku langsung tertawa renyah PADAHAL hati salting, ga nyangka temenku inget aja wkwkwkk ku jawab "yaa gadaa dong, kan dia beda kampus jd beda forum" wkwk temanku yang lainnya bertanya tanya kenapa nya sebab temanku gak datang waktu itu; saat dimana di pertemuan yg dulu, masing-masing dari kita diminta bercerita soal perasaan pada laki-laki. kubuka obrolan lagi dg temanku "eh dia beneran seumuran sama adekku tau, sama adekmu juga" hahaha berusaha terlihat biasa aja PADAHAL HATI MASI DEG2AN WKWK🥰🥰
TERUS HARI INI; siang hari adekku bercerita bahwa temannya akan meminjam sound speaker halo halo ke rumah, tapi temannya tidak berujung datang padahal sudah ditunggu, adekku bercerita seolah ingin menitipkan amanah untukku jikalau adekku tidak bertemu temannya. 😅
"siapa namanya?" —aku bertanya, memastikan
"yudistira" —balasnya
ah bukan dia; pikirku. tapi gapapa sih.. aku yang bisa menyerahkan sound nya nanti, tapi aku sedikit sedih karna bukan dia, TAPI gapapa aman ajaaa paham kan😭
sampai akhirnya adzan ashar berkumandang, terdengar suara bel berbunyi, ning nong.... suasana diam sejenak, berpikir dan saling lirik siapa yang hendak menemui tamunya, awalnya ku minta adik laki-laki yang bisa langsung menemui sebab tidak perlu menunggu kita para perempuan yang ribet ketika bersiap pakai jilbab dan segala macamnya, tapi ternyata adik laki-laki sdg bermain game dan tidak bisa ditinggal, akhirnya ku minta adik pertama ku untuk menemui nya, sebab ia hampir siap. waktu adikku mengambil jilbab, aku teringat dg temannya yang akan datang menghampiri rumah kami. 🤔☺️
"itu temanmu kali yang datang" —celetuk ku.
"oiyaaa yaa" —balasnya. sebelum menuju pintu, ia bertanya dibalik pintu "eh mas A yaa?"
—yup. dia bersama temannya ke rumah. 🥰
terdengar suara yang tak asing di telingaku, suara yang sedikit serak tapi tetap lembut. aku dibalik tirai ruang tengah; posisi diam dengan telinga yang siap mendengar suaranya. aku bagian pasang telinga aja👂🏻, biar adikku yang menemuinya. 🙌🏻
TADINYA bener bener pengen ngeliat orangnya, mau ngintip tapi terkesan aneh dan tak layak dilihat oleh adik. akhirnya ku urungkan niatku itu wkwk 😶🌫️
masih gaa nyangka ORANG yg aku kagumi datang ke rumahkuuu AAAA ini masih ngerasa salting sih sambil ngetik yang tidak karuan ini😆🤭
YA ALLAH ASTAGFIRULLAH
godaan banget, baru aja tadi emosi habis baca chat org lain, terus langsung berubah salting cuma denger suaranya🤭🤭 astagfirullah istighfar kata aku mah lagi bulan puasa 😭☺️
PANJANG BENER apa yang kutulis ya🤣🤣
I tried to forgive him, trying to forget, but there are still emotions when I remember
baru saja aku kembali mengulik media sosial IG milik seseorang yang aku kagumi, ia lebih muda dariku 2 tahun, seumuran adikku yang pertama. aku tidak mengenal dan dekat dengannya, aku hanya melihatnya dr kejauhan saja. aku menyukai suaranya; lembut tutur katanya, serta tegas bila ia sedang berpidato aksi bela palestina. masyaaAllah aktivis sekali orangnya ketika saat berada di kuliah, pun diluar kuliah juga aktif. apalah aku yang kuliah hanya kupu-kupu alias kuliah-pulang saja, aku tak bisa menyeimbangi nya, ia terlalu masyaaAllah, aku innalillah 🥺
sekarang pukul 1.24 am dini hari, sebelum aku melihat wajah lugu namun semangat terus membara itu; aku kepikiran: apakah aku kelak akan menikah? apakah aku akan bertemu dengan seseorang yang tulus mencintaiku? banyak pertanyaan masa depan yang ada. kemudian aku basuh wajah, ku ambil wudhu dan sholat. semoga pada bulan ramadhan day 3 dan seterusnya, Allah jaga hatiku, kuatkan imanku, lurus kan kembali niatku, dan akan ada hal hal baik untuk kedepannya, aamiin.
"kolang-kalingnya enak lhooo~" —ummi.
baru saja adik mencoba masakan kolang-kaling buatan ummi. adik melahap dan merasakan tiap kunyahan sebuah kolang-kaling yang ia makan, namun ternyata ia tidak suka dan melepehnya, lalu mengatakan "hmmm tak sedap tak sedap"
aku diam dan mengamati serta memikirkan kata demi kata di pikiran, keluarlah kalimat tersebut;
Semua makanan itu enak. bukan tak sedap; hanya saja kau tak suka.
jawaban mu di tikt*k saat kuberi postingan; ada 4 tipe orang yang nyalain api karena... nah jawabanmu 1 dan 3, 3 itu tipe orang yang nyalain api karena gamau asing. helo???? apa benar? apa tidak salah ketik? mengapa aku berpikir demikian; karena chat wa dan ig ku aja tidak kamu balas berhari-hari. lantas gamau asingnya cm di tikt*k???
—ahsudahlah.