Hakikat wanita
Syaikh Al Albani رحمه الله berkata
"Wajib wanita mengetahui bahwasanya ia di ciptakan untuk senantiasa berada dirumahnya, melayani suaminya dan mendidik anak-anaknya"
Silsilah Al Huda wan Nur; 3
Akan tiba saatnya , semua perkara pekerjaan, pendidikan yang dibangun sedemikian rupa, dan aspek-aspek keseimbangan hidup didunia akan lebih condong pada hakikat menjadi seorang wanita seutuhnya.
Bukan lagi menikmati duduk bersantai dimeja belajar, mendengarkan para ahli ilmu syar'i ataupun sains tetapi ketika perintah suami sudah menjadi prioritas, hak dan izin suami diutamakan.
Semua kenikmatan akan berubah, menikmati duduk bersantai dengan suami, mendengarkan nasihat-nasihatnya dsg.. (Hanya yang sudah menikah tahu kenikmatan tersebut hh)
Jika dirinya berkata tidak untuk semua urusan diluar perkara rumah tangga. Maka sudah cukup tak butuh alasan, lakukan dan wajib bersyukur atas itu.
Jika dirinya berkata Ya untuk mengizinkan asal dapat membagi waktu dengn baik tak meninggalkan satupun hakikat sebagai seorang istri. Maka pegangan kepercayaannya dan bersyukur atas itu.
Dan akan ada masanya jika Allah mengizinkan, mungkin yang masih sendiri ataupun yang sudah berumah tangga.
Seorang suami berhak tahu apa yang menjadi hak-hak dari istri nya dan,
Seorang istri berhak tahu apa yang menjadi hak-hak suaminya.
Inilah kenapa pentingnya berilmu sebelum berumah tangga.
Maaf akupun masih sangat jauh dari kata baik, namun semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat dikemudian hari.
Barakallahu fikum..














