ما كان مقدرا لك سيأتيك ولو كان بين جبلين
What is meant for you, will reach you even it is beneath two mountains
ومن لم يكن مقدرا لك لن يأتيك ولو كان بين سفتيك
And what isn't meant for you, won't reach you even it is between your two lips
seen from China
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Czechia
seen from Russia
seen from China

seen from China
seen from Netherlands

seen from United States
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from Germany
seen from Australia
seen from China
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
ما كان مقدرا لك سيأتيك ولو كان بين جبلين
What is meant for you, will reach you even it is beneath two mountains
ومن لم يكن مقدرا لك لن يأتيك ولو كان بين سفتيك
And what isn't meant for you, won't reach you even it is between your two lips
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.
Allahumma solli 'ala muhammad wa'ala ali muhammad.
Cintai Rasul sebagaimana Beliau ingin dicinta, Bukan sekehendak hati kita.
Sebenarnya kita dari waktu sekolah qt udah diajarin ketika dikasih soal pengertian sel misalnya menurut Robert Huki tapi kita menjawab pengertian sel dari Felix wantana maka walaupun esensi dan inti atau maknanya sama tapi sama guru bakal disalahin karena redaksi kalimatnya beda.
Begitu juga ketika kita lagi sidang skripsi kalau kita mencantumkan suatu definisi atau teori yang gak ada sumbernya itu bakal ditanya sama dosen ini mana sumbernya ini apa referensinya, kalau ga ada ya bakal disalahin dan harus direvisi .
Nah begitu juga dalam agama udah ada yang namanya syariat dan referensinya tuh Alquran Hadis. Jadi nggak bisa kita beribadah semau kita dengan dalih niat baik tapi itu menyelisihi Rasul dan para sahabatnya. Tidak ada dalilnya, pakai dalil palsu, bahkan ada dalil yang jelas2 melarangnya.
Jadi nggak ada jalan lain kita harus cari ilmunya nanti di akhirat dalam Alquran akan ada orang yang ditanya sama Allah kamu ngelakuin ini ikut siapa? Aku ikut si anu tapi sama Allah ditolak dan yang diikutinya itu pun mengelak. Kita harus tahu dalilnya sanadnya karena agama itu dibangun atas dalil dan itu harus sampai ke Allah dan Rasulullah.
Jadi kalau dapat ilmu itu kita tabayunnya ke yang paling awal dulu ke Allah, Rasul lalu para sahabatnya baru berikutnya kepada tabiin tabiin dan ulama-ulama setelah -setelahnya nya bukan di balik urutannya karena yang paling murni sunnahnya dan lurus ajarannya itu adalah yang hidup paling awal terutama yang sezaman dengan nabi. Jadi kalau mau mengikuti Ulama di zaman ini Ikutilah ulama yang ajarannya paling sesuai quran dan hadist dalam artian selalu memakai dalil2 yang shahih bukan dongeng semata.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, dari Rasulullah bahwasanya beliau pernah bersabda,
"Barangsiapa yang tidak suka terhadap sunnahku, maka dia bukan termasuk golonganku".
Pada suatu hari, Rasulullah mengimami kami. Seusai shalat, beliau menghadapkan wajahnya kepada kami, kemudian menyampaikan nasihat yang amat mendalam sehingga membuat mata kami menangis dan hati kami merasa takut. Lalu seseorang berkata: 'Ya Rasulullah, seakan-akan ini nasihat perpisahan. Apakah yang akan kau wasiatkan kepada kami?' Beliau bersabda: 'Aku mewasiatkan kepada kalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah, senantiasa mendengar dan taat (kepada pemimpin), meskipun pemimpin kalian adalah seorang sahaya Habasyah. Sungguh, barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku, maka niscaya dia akan melihat perselisihan yang sangat banyak. Oleh karena itu berpegang teguhlah kalian kepada sunnahku dan sunnah para sahabat (Khulafaur Rasyidin) yang memperoleh petunjuk setelahku. Berpegang teguhlah kepadanya, dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian.
Dan jauhilah olehmu perkara agama yang diada-adakan, karena sesungguhnya setiap perkara agama yang diada-adakan itu adalah bid'ah, dan setiap bid'ah itu adalah sesat'". (HR.Abu Dawud-An Nasa'i Imam Nawawi menukil Hadist ini Shahih)
"Aku akan mendahului kalian menuju ke al-Haudb (telaga Nabi di Surga), serta akan ada orang-orang yang benar-benar dihalau dariku. Aku berkata: 'Wahai Rabbku, mereka itu adalah para Sahabatku'. Dan dikatakan (kepadaku): 'Sungguh, engkau tidak tahu apa yang mereka ada-adakan sepeninggal engkau'". (HR Bukhari Muslim)
Jadi ini bukan hanya tentang bagaimana kita mencintai Rasulullah Tapi tentang apakah Rasulullah juga mencintai dan mengakui kita sebagai umatnya. Karena setiap orang berhak mencintai siapapun tapi belum tentu dia juga dicintai oleh yang ia cintai.
Langkah
Setiap dari mereka akan mengerti bahwa perjalanan yang dilalui oleh seseorang hingga saat ini adalah pencapain terbaiknya.
Kisah hidup kita adalah milik kita, bukan mereka. Tak peduli sejauh apa mereka melangkah, perjalanan ini bukan untuk dikompetisikan.
Ada banyak hal yang melatarbelakangi cerita hidup kita, mengapa harus keputusan ini yang diambil, mengapa harus sejenak berhenti, mengapa harus tetap melangkah sekalipun terlunta-lunta, mengapa harus menangis, dan mengapa harus tersenyum, dan ribuan mengapa yang membentuk diri kita hingga saat ini.
Jika kamu masih mengeluh dengan dirimu karena orang lain telah sampai di sana, aku akan berbisik padamu,
“Hey, lihatlah dirimu! Kau sudah sampai sejauh ini, kau telah memberikan segalanya untuk sampai di sini, kau luar bisa. Lihatlah kebelakang, berapa banyak masalah yang telah kau selesaikan.”
“Kau tak pernah sendiri dalam perjalanan ini, selamanya tak akan sendiri, Allah selalu bersamamu.”
“Allah selalu bersama orang-orang yang berusaha dan meletakkan harap hanya padaNya.”
Dan aku berharap kamu mampu melangkah lagi, menuju cintaNya.
Suatu saat kan berpindah tangan, kpd siapa yg dia kan menyatu dan membersamai nya. Walau begitu tetap lah yg lebih di dahulukan menyatu dia yg menciptakan kita, dan dia lah yg sebenar nya yg harus di satukan dalam kalbu kita dari sejak sendiri dan ber dua. Pasangan hanyalah wasilah untuk bisa mempersatukan kpd sang pencipta.
MAULID NABI MUHAMMAD SAW
Tiada yang salah jika turut bergembira atas hari lahirnya manusia termulia, manusia yang menjadi alasan Allah SWT dalam menciptakan alam semesta. Rasulullah SAW.
Kita tidak akan pernah patah hati jika mencintai Baginda Nabi, karena sebelum kita lahir pun nabi sudah teramat sangat mencintai ummatnya. Definisi cinta kepada manusia yang tak akan bertepuk sebelah tangan:)))))
Shollu 'alan-Nabiy🌹😍😭
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Rasanya seneng dan terharu banget tahun ini bisa merayakan maulidur rasul di Masjid Jami' Assegaf, bertemu dengan para dzurriyyah Rasulullah SAW.
Alhamdulillah:))
Keutamaan Sayyidatuna Fatimah Az-Zahra
Paradigma Teologi
Imam Abu Bakr bin Imam Al-Mujtahid Dawud ditanya seseorang, "Maka siapakah yang lebih utama, apakah Sayyidatuna Khadijah atau Sayyidatuna Fatimah?" Jawab Imam Abu Bakr, "Sesungguhnya Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam pernah bersabda, 'Fatimah adalah bagian dariku.' maka aku tidak akan menyamakan seorang pun dengan bagian Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam." Imam As-Suhaili berkomentar, "Dan ini (pendapat) paling meyakinkan dan paling baik." Sayyiduna Malik bin Sinan menyatakan, "Aku tidak akan mengutamakan seorang pun dengan bagian Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam. Dan itulah yang harus diyakini dan kita akan berjumpa dengan Allah terhadap itu in sya'a Allah ta'ala."
Diriwayatkan bahwa Sayyidatuna Aisyah pernah berkata pada Sayyidatuna Fatimah, "Wahai Fatimah, aku lebih baik daripada ibumu. Karena Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam memperistri ibumu dan dia sudah janda. Sedangkan Rasulullah memperistriku dan aku masih perawan." Pernyataan itu pun mengganggu pikiran Sayyidatuna Fatimah. Lantas Sayyidatuna Fatimah mendatangi Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam dan mengadukan apa yang dikatakan Sayyidatuna Aisyah. Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam pun menjawab, "Katakan padanya, 'Kau benar. Sesungguhnya Rasulullah memperistri ibuku dan dia sudah janda dan Rasulullah memperistrimu dan kau masih perawan. Namun Rasulullah saat memperistri ibuku beliau masih perjaka dan saat memperistrimu beliau sudah duda. Maka keperjakaan Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam lebih baik daripada keperawananmu.'" Kemudian Sayyidatuna Fatimah mengatakan apa yang telah diajarkan Rasulullah pada Sayyidatuna Aisyah. "Berterima kasihlah wahai Fatimah, siapa yang mengajarimu jawaban ini?" Kagum Sayyidatuna Aisyah.
Imam Asy-Syarqawi menerangkan, "Perempuan paling utama adalah Sayyidah Maryam binti Imran, Sayyidah Fatimah binti Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam, Sayyidah Khadijah, kemudian Sayyidah Aisyah." Imam Al-Burhani Al-Halabi menyatakan, "Para ulama tidak menentukan tentang istri-istri Nabi lainnya, siapakah yang paling utama. Pendapat yang jelas adalah istri paling utama setelah Sayyidah Khadijah dan Sayyidah Aisyah yaitu Sayyidah Zainab binti Jahsy."
المرجع :
نور الظلام شرح على عقيدة العوام للشيخ محمد نووي البنتني؛ ص : ٨٢ طبعة مكتبة الترمسي للتراث
وسئل الإمام أبو بكر ابن الإمام المجتهد داود ........ فقيل له فمن أفضل أخديجة أم فاطمة؟ فقال إن رسول اللّٰه صلى اللّٰه عليه وسلم قال فاطمة بضعة مني فلا أساوي ببضعة رسول اللّٰه صلى اللّٰه عليه وسلم أحدا قال السهيلي وهذا أتقن وأحسن انتهى وكان سيدنا مالك بن سنان يقول لا أفضل على بضعة رسول اللّٰه صلى اللّٰه عليه وسلم أحدا وهو الذي يجب اعتقاده ونلقى اللّٰه عليه إن شاء اللّٰه تعالى وروى أن عائشة قالت لفاطمة يا فاطمة أنا خير من أمك لأن رسول اللّٰه صلى اللّٰه عليه وسلم تزوج أمك وهي ثيب وتزوجني وأنا بكر فحصل لفاطمة شيء فأتت إلى النبي صلى اللّٰه عليه وسلم وأخبرته بما قالت عائشة فقال لها رسول اللّٰه صلى اللّٰه عليه وسلم قولي لها صدقت إن رسول اللّٰه تزوج أمي وهي ثيب وتزوجك وأنت بكر ولكن رسول اللّٰه حين تزوج أمي هو بكر وحين تزوجك هو ثيب فبكارة رسول اللّٰه صلى اللّٰه عليه وسلم خير من بكارتك فقالت فاطمة لعائشة ذلك فقالت عائشة اشكري يا فاطمة من علمك هذا الجواب؟ قال الشرقاوي وأفضل نساء العالم مريم بنت عمران ثم فاطمة بنت رسول اللّٰه صلى اللّٰه عليه وسلم ثم خديجة ثم عائشة قال البرهاني الحلبي وسكتوا عن بقية الزوجات أيتهن أفضل؟ والذي يظهر أن أفضلهن بعد خديجة وعائشة هي زينب بنت جحش .
Kupikir, semua manusia itu munafik. Termasuk juga diriku. Kenapa? Karena setiap manusia yang 'bukan ma'shum' pasti pernah melakukan kesalahan seperti berbohong, mengingkari janji, ataupun tidak amanah.
Kupikir, tidak etis jika kita memiliki masalah dalam pertemanan, yang masalahnya merupakan antara ketiga hal tersebut (berbohong, mengingkari janji, ataupun tidak amanah), lalu kita menjauhi si pelaku dan merasa menjadi orang yang paling sedih karena terkhianati oleh orang yang paling kita sayangi.
Padahal, jika dipikir kembali, semua orang 'memang' pernah melakukan kesalahan. Aku yakin, kalian juga pasti pernah berbohong, baik dalam hal kecil maupun dalam hal besar.
Berbohong, mengingkari janji, ataupun tidak amanah merupakan sifat tercela. Aku tidak membenarkan jika ketiga sifat tersebut dapat dimaafkan begitu saja. Semua pasti ada konsekuensi, entah hilangnya kepercayaan orang lain, atau karma yang datangnya dari Tuhan.
Tapi, taukah kalian, jika kalian sedari dulu sudah sering berbohong atau melakukan hal tercela lainnya terhadap orang lain, maka jangan marah. Jangan menyalahkan orang lain jika orang lain juga memperlakukanmu hal yang sama.
Ingat, semua ada konsekuensinya. Seperti hukum fisika, yakni hukum newton III, yang menyebutkan bahwa F aksi = F reaksi.
Artinya, dalam kehidupan kita, semua ada timbal baliknya. Maka dari itu, sebagai makhluk sosial, kita harus berlaku baik kepada sesama. Bahkan, Tuhan pun memperintahkan hal yang sama, yakni eratkan hubungan persaudaraan kalian dengan sesama. Caranya gimana? Ya saling memperlakukan dengan baik, maka hal baik pun akan datang.
Ngomong ngomong, selamat pagi. Selamat beraktifitas! Sampai jumpa di tulisan berikutnya.