Terima Kasih Untuk Pelangi Diawal Tahun Ini
Mungkin akan terdengar seperti omong kosong belaka karena terlihat berlebihan. Seorang semacam aku menuliskan hal semacam ini. 'Sedang kerasukan mahluk dari mana anak ini' mungkin saja kau akan punya pikiran seperti itu atau entah aku saja yang berlebihan dalam berpikir. Tapi, intinya aku ingin berterima kasih atas warna yang telah kau torehkan di awal tahun ini. Entah akan sesuram apa cerita hidupku kalau semesta tak mempertemukan kita.
Terima kasih telah menyediakan tempat untuk aku singgah karena lelah. Semacam tempat pulang yang tak bisa ku sebut rumah, karena suatu saat entah aku ataupun kamu akan mengalami fase tak saling sapa karena suatu hal. Tapi tenanglah, aku sangat pandai merawat sebuah hubungan meski banyak berhias luka dan kenangan. Jangan risau untuk sebuah kehilangan dari sebuah perpisahan. Denganku itu tak akan, terdengar munafik tapi biarkan.
Terima kasih telah menghargai adanya keberadaanku. Sebab, tak ada alasan lagi untuk aku meneruskan bagian ini. Hidupku terlihat ramai namun sepi tak pernah berhenti memenuhi isi kepala juga hati. Sesak akan sepi.
Perkenalan yang singkat itu mungkin tak cukup berarti untukmu, lain hal denganku. Aku mulai menemukan duniaku lagi, aku mulai menemukan diriku lagi yang lama hilang entah sejak kapan. Aku sangat menghargai setiap percakapan yang mengalir. Meski sekedar mampir pun sudah senang hati ini.
Inti dari segala inti adalah ucapan terima kasih sudah bersedia mengenalkan diri. Semoga saja hubungan sebagai teman ini bisa bertahan lama sampai nanti. Semoga ya.
Aku paham betul pelangi hanya muncul sementara ketika badai telah usai. Semuanya memang sesaat, tapi kalau aku berniat menjaganya bukankah ada kemungkinan bisa bertahan lama?. Semoga kau paham bagian ini ya.