
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Uruguay
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from Canada
seen from Germany
seen from China
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Canada
seen from China
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Russia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from China
only 90s russian kids will remember www
Ini Dia 10 Pasang Sepatu Teraneh Namun Menjadi Tren Pada Masanya
Ini Dia 10 Pasang Sepatu Teraneh Namun Menjadi Tren Pada Masanya
[ad_1]
Berikut adalah 10 pasang sepatu aneh dari seluruh dunia yang kami rangkum dari https://www.oddee.com/weird-shoes/
Cantabrian Albarcas
Sepatu tradisional ini biasa bagi petani dari Cantabria, di wilayah utara Spanyol. Sepatu “di luar” ini paling baik menjaga kaki Anda tetap tinggi dan terlepas dari unsur-unsurnya, termasuk lumpur, salju, dan terutama kotoran sapi. Sepatu ini terbuat dari…
View On WordPress
Ini Bukan Masanya Untuk ECB Menghentikan Program Rangsangan Monetari : Villeroy
Ini Bukan Masanya Untuk ECB Menghentikan Program Rangsangan Monetari : Villeroy
Ketua Bank Pusat Perancis, Francois Villeroy de Gallau berkata semalam bahawa ini bukan masanya untuk Bank Pusat Eropah mengubah dasar walaupun semakin menghampiri sasaran inflasi.
Bagaimanapun, Villeroy turut mengatakan dalam satu sidang perniagaan di Frankfurt, penetapan dasar tidak bergantung kepada pendapat yang hawkish mahupun dovish, sebaliknya bergantung sepenuhnya kepada keadaan perubahan…
View On WordPress
Helpless Jurina just want to troll us😂😂😂😂 ...and tease that tsundere senpai 🔫
tsk tsk masanya, you'll never change. tani marika's a witness for that. XD
Tentang Komitmen
Bandung II 13.07.15 - 22.24pm
Di siang yang terik tadi, aku tidak sengaja dipertemukan dalam sebuah obrolan dengan dua orang kawan. Obrolan kami berlalu-lalang, seperti biasa, bisa dikatakan jarang sekali obrolan kami bisa serius. Namun kali ini berbeda, kami fokus pada satu topik tertentu, yaitu tentang komitmen.
Temanku yang pertama ini, sebagai seorang yang berpengalaman untuk berkomitmen kepada seseorang. Sedangkan temanku yang kedua, sebagai seorang yang diajak berkomitmen oleh orang lain, dan aku sebagai penilik, pengamat, pendengar, pemerhati, dan pembelajar yang baik pada obrolan siang itu ^^V
---
Kata temanku yang pertama,
dengan keyakinan yang besar dan azzam yang bersungguh, begitulah ia yakin dan berkomitmen. Ia tidak merasa memberi sebuah tekanan, pembatasan, ataupun beban. Ia hanya berusaha menjadi seseorang yang yakin dan percaya penuh dengan keinginan baiknya, dan dilisankan dengan komitmen yang terukur dan dirasanya tepat. Tentu saja kepada orang yang juga dirasanya tepat.
Kata temanku yang kedua,
dengan segala keraguan ia telah mendengar beberapa komitmen. Ia telah beberapa kali diusahakan oleh orang lain untuk dibuat merasa yakin, percaya, dan menghilangkan segala keraguan. Tapi, apa daya?? begitulah wanita, sulit merasa diyakinkan, diberi hanya kata-kata, dan sangat takut ditipu. Ia dan tentu saja wanita yang lain, paling benci ketika langkahnya salah dan kemudian merasa bodoh, sangat bodoh.. atas keputusan sesaat saja. Dengan itulah, ia selalu berada dalam keraguan saat mendengar sebuah komitmen.
Kemudian balas temanku yang pertama,
ketika seorang pria berkata ya, adalah ya. Sedangkan tidak, adalah tidak. Dan sebaik-baiknya usaha ia kerahkan untuk meyakinkan azzam kepada orang yang tepat hingga waktu yang tepat. Semoga, azzam itu terlaksana.
Namun, jika tidak? Tidak masalah, ia akan belajar berkomitmen (lagi) dengan orang (lain) yang tepat, hingga waktu yang tepat (lagi).
Balas temanku yang kedua,
waktu kami sangat singkat dan berharga. Bukan merasa kepedean atau yang lainnya. Sungguh, sebagai wanita ia ingin sibuk dengan “hal-hal yang jelas” saja. Ingin menimba ilmu-ilmu (bukan berarti akademik saja), ingin menjadi ibu peradaban yang baik kelak, ingin menjadi “ratu” yang layak bagi kerajaan yang dibangunnya kelak.
Tanpa ingin menghabiskan waktu dengan sulit memikirkan hal-hal yang membuang waktu dengan orang yang kami takut ternyata bukan orang yang tepat. Wanita sangat takut ditipu, Bung. Sangat enggan diangkat dalam buaian awan nan empuk setinggi langit, kemudian dihempas begitu saja pada kerasnya dan berbatunya bumi. Kami akan menilai itu sebagai sesuatu yang.. em.. tak patut dilakukan seorang pria baik.
Simpulku,
Menarik mendengar pembicaraan yang menurutku jarang terjadi, dari kedua belah pihak. Maka, yang dapat dipelajari adalah dasar keinginan yang kuat tanpa kesiapan atau sebaliknya, belum tentu menjadikan modal untuk meyakinkan 100% komitmen diterima. Apa daya seseorang, tanpa ridho-Nya. Namun, usaha juga tetap perlu dilakukan untuk berkomitmen jika dan hanya jika benar-benar yakin. Dan satu lagi, jangan lupa selalu memohon pada-NYA.
Karena perjuangan menemukan, menurutku akan lebih bahagia jika pada akhirnya dipertemukan. Mengapa harus “dipertemukan”?
karena buah dari komitmen yang mulus, menurutku berasal dari dua sisi, adalah Dia yang akan menggerakan dan mempertemukan dua hati dengan cara yang Ia ridhoi. Juga Ia yang akan menetapkan rasa yakin dan tentram pada siapa-siapa saja yang Dia kehendaki ^^
---
Oiya! Dari sebuah milis...
Selama keinginan (azzam) yang terkumpul belum dibarengi dengan kesiapan, maka sibukkanlah diri untuk mempersiapkan! Hingga Dia yang akan membuatmu siap.
Selama kesiapan sudah ada, namun azzam tak kunjung layak diperjuangkan, motivasilah diri! Hingga kembali, DIa yang akan memberikanmu azzam itu.
Semangat teman-teman ^0^ - Selamat mengumpulkan keinginan, mempersiapkan, berusaha, dan memohon!
Selamat saling menemukan dan dipertemukan juga ya...