Tulisan ini tentunya bukan membahas tentang teori radiasi benda hitam dan momentum angular. Bukan pula penjabaran dari fungsi eigen ataupun teori gangguan yang selama ini familiar sekali dalam dunia per ‘kuantum’ an. Melainkan tulisan ini akan bercerita tentang keterkejutan seorang dosen pemula (yang sebelumnya belum pernah mengajar).
Yap! Untuk kalian yang pernah tau sedikit dengan dunia fisika, pasti akan mulai menemukan hubungan antara mekanika kuantum dengan keterkejutan yang saya alami.
Tepat hari ini departemen/jurusan tempat saya memulai dedikasi dalam bidang fisika, mengadakan rapat untuk pembagian mata kuliah yang akan di ampu. Seiring berjalannya rapat, kami diberikan beberapa mata kuliah yang notaben nya masih ‘mudah’. In case, khususnya bagi kami para dosen baru yang masih butuh ‘magang’ dan penyesuaian dalam mengajar. Saat itu dipilihlah aku untuk mengajar mata kuliah elektrodinamika dan fisika dasar sebagai dosen kedua, yang total SKS (a.k.a Sistem Kredit Semester) gabungan keduanya adalah 4 SKS.
Menjelang pertengahan rapat, seluruh rekapan SKS para dosen sudah terhitung semua. Ternyata total SKS yang kudapatkan sedikit sekali, padahal beban mengajar dosen dalam 1 semester adalah minimal 12 SKS (dikurangi 3 SKS untuk pengabdian dan penelitian). Sehingga, setidaknya saya harus mendapatkan 9 SKS untuk memenuhi persyaratan tersebut.
Diulanglah sesi pembagian mata kuliah khususnya di prodi saya. Beberapa dosen senior memberikan masukan dan pertimbangan agar saya bisa mendapatkan tambahan SKS. Dan akhirnya saya diberikan mata kuliah filsafat fisika, fisika matematika III, fisika atom dan molekul. Tapi ada lagi tambahannya yaitu MEKANIKA KUANTUM. Aaargghhh. Sunggung mengejutkan sekali.
Mekanika kuantum adalah mata kuliah lanjutan dari fisika kuantum, yang ketika kuliah saya dapatkan saat studi S2. Namun saya pernah memiliki pengalaman sedikit kurang baik di fisika kuantum. Tapi saya rasa, disinilah perjuangan saya akan dimulai. Salah satunya dengan kembali belajar dan belajar. Seorang guru/dosen sudah seharusnya terus menerus belajar, mengasah kembali otak, pengetahuan dan keahliannya.
Saya akan berusaha maksimal untuk mereview kembali semua mata kuliah, khususnya yang akan saya ampu dan berharap saya bisa membawakan mata kuliah tersebut dengan baik, sehingga menghasilkan manfaat yang besar untuk mahasiswa fisika. Sekian.