Extremely rushed sketch because I love funcle Barry 06 and awkward early puberty (literally) wolf girl Yifa.

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from United Arab Emirates
seen from Malaysia
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from South Korea
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from United States
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
Extremely rushed sketch because I love funcle Barry 06 and awkward early puberty (literally) wolf girl Yifa.
menghakimi
sebagian manusia mudah memberikan penilaian. mengukur sesuatu dalam sudut pandangnya lalu merasa yakin akan kesimpulannya. kemudian sibuk klasifikasi.
mungkin tidak ada yang salah dengan manusia yang punya ukuran. sebagian manusia hidup dengan mencocokkan dimensi dan frekuensi.
tapi mungkin sebagian manusia menilai dengan tidak adil. mungkin karena terlalu yakin akan kebenaran diri, kemudian sibuk menghakimi. menjatuhkan vonis meski sebenarnya hidup terlalu sulit untuk diambil titik tengahnya.
I drew Dimensi again!
This time with better everything. Well technically I drew her twice but that's only because I wanted to fill in the extra space.
I'm jumping from one idea to the next at the moment with this character but i'm very happy with how i've made her so far, as for the collar, that's a new, minor addition that I thought would add some flavour to her design.
Drawing on a tablet is pretty hard sometimes.
(The mobian species belongs to Sonic Team)
(Kisah) Klasik Mekanika
Aku sering mengira-ngira mengapa banyak kebetulan yang terjadi diantara kita, dari prefix micro sampai macro atau bahkan dari prefix yocto hingga yotta, ya kan (?). Membuat jiwa scientist kecil secara berperiode asking questions ketika kebetulan terjadi. Dimensioal analysis salah satu metodeku untuk mendapatkan final expression yang harapku kau dan aku memang berada dalam plot takdir klasik tepat tanpa simpangan. Kisah klasik yang tersimpan dalam Lauh Mahfudz.
Lalu aku bermimpi lagi, suatu hari nanti, kelalaianku akan segera menimpa beban hidupku. Salju kali ini turun tidak seperti kapas, tapi dengan kencangnya tiupan angin membawa salju itu bagai badai. Dengan kasar ku terobos rintangan hingga kedua sayapku yang kokoh berlubang-lubang, seperti kertas terbakar. Aku lalai, aku jatuh, tergeletak di atas salju-salju yang hangat, berpadu darah segar, menodai dunia putih. Alam hanya menyeringai pada kematianku. Mungkin saja, alam akan mengabulkan mimpiku, saat aku sudah tidur dengan tenang. . . . #wattys2018 #supernatural #paranormal #thriller #misteri #dimensi #fiksi #drama #aksi #thewindknight #kumpulan cerita #tragedi https://www.instagram.com/p/BqFGLpBn1FF/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=srpmnh49h237
Memilih Malam
Kita sedang duduk di bawah bentangan langit yang bertaburan bintang. Cahaya rembulan tersenyum menyabit, seperti kue yang minta digigit, begitu legit. Kau masih di sampingku, tidak beranjak walau sedikit hingga hatiku lama-lama semakin kebat-kebit. Andai saja detik ini aku bisa menjerit.
Di tengah hening yang mendera, kau tiba-tiba memintaku untuk memilih antara malam atau siang. Aku menatapmu heran. Jawaban seperti apa yang kauharapkan? Apakah jawabanku akan mengubah kenyataan bahwa di kala siang kau akan kembali lenyap dari kehidupan?
Tentu aku memilih malam karena kau kerap hadir menghapus kelam. Segala riuh hilang, tak lagi runyam. Segala rindu terbalas, senyummu selalu mampu menyihirku di bawah temaram. Meski lebih sering terdiam, hati kita saling menggenggam.
Kautahu, meski malam dan siang masihlah sebuah hari yang tak terpisahkan, aku memilih malam. Bukankah pada awalnya semesta ini pun adalah malam? Setelah itu, barulah ada siang. Jika alam saja mendahulukan malam, mengapa aku harus mendahulukan siang?
Aku ingin menatapmu lebih lama, sesekali bercengkerama. Di siang hari kau melangkah di lain dunia, tak pernah kita dapat bersama. Aku bukan kau yang bisa pergi ke mana saja, berkelana entah untuk apa. Aku hanya terus di sini, di tempat kita mengikat benang-benang tipis sehidup hingga setelah mati.
Kau menatapku, tanpa berkata. Tatapan yang menyiratkan segala rasa itu selalu membuatku jatuh cinta. Namun, selalu juga, setelah itu kau lenyap, hilang menjadi seberkas cahaya, terbang ke langit yang entah ujungnya di mana. Aku sering bertanya-tanya, di sebelah mana angkasa aku bisa menemukan satu jiwa yang selalu ada?
Kautahu, mencintai sosok yang hidup di dimensi berbeda bukanlah hal yang sederhana. Seluruh dunia menyebutku gila. Namun, tak apa karena memang hanya kepadaku kau menunjukkan jiwa. Pada dunia, kau tak pernah lagi menunjukkan raga. Hingga nanti kita bertemu dan di tempat berdiammu ada siang dan malam, ketahuilah bahwa aku akan selalu memilih malam.
@rumpunaksara
Oh Man! I feel like I just discovered the secrets of the universe!
My linework is so smooth! Aaah! I love this new stylus!
Here's a Dimensi to greet you, I did upload her before but it was under a different blog name. I really like this FC as you may be able to tell lol.
Here's a little detail about her. She is a Scientist by occupation (she studies multiple fields but has a preference for biology) but being the lawful evil type, she will sometimes refer to herself as a "Freelance Villain".
She will only do this around people who already know she's a villain however.
(Disclaimer; Although I an the creator of Dimensi, the the art style I used to create her belongs to Sega (I always forget to add this lol))
Rosyidi: "Hakikat Melaksanakan Ibadah Kurban Itu Bentuk Kepatuhan Total Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT Dan Menumbuhkan Kepedulian Sosial"
INTINEWS.CO.ID, KOTA TANJUNGPINANG – Menurut Rosyidi: “Hakikat melaksanakan ibadah kurban adalah bentuk kepatuhan total mendekatkan Diri Kepada Allah SWT dan Menumbuhkan Kepedulian Sosial”. Pelaksanakan ibadah kurban sebagai menduplikasi ketaatan Nabi Ibrahim atas perintah Allah SWT. Tampak di lokasi kurban Rosyidi (baju putih) dan Anaknya (27/5). Foto oleh Ogi “Jhengghot” Mendekatkan diri kepada…