Kemarin, lagi-lagi aku dipertemukan dengan seseorang yang luar biasa. Mungkin, disekitarnya tanpa ia sadari begitu banyak yang tergugah motivasi darinya, secara khusus adalah aku.
Menjadi manusia aktif dalam bersosial dan mempunyai banyak teman mungkin itu adalah hal yang mudah dilakukan oleh sebagian orang banyak. Tapi menjadi manusia yang mampu menginspirasi orang-orang sekitarnya, hanya sedikit yang mampu.
Betapa tidak, ia lebih memutuskan keluar dari zona nyamannya dan lebih memilih zona yang bisa dibilang hanya sedikit orang yang akan memutuskan memasuki zona itu, hanya orang-orang dengan pendirian dan ke-istiqomahan yang kuat yang akan memilihnya.
Ia bercerita bahwa pada awalnya niatnya untuk memilih jalan itu adalah niat yang salah. Ada suatu alasan yang membuatnya sekarang benar-benar harus meluruskan niat.
“Aku ngerasa jalan menuju kesana dimudahkan Allah banget” ia mengatakan demikian, setelah beberapa lama berbicara banyak hal.
“Sejak awal niat aku salah, dan berkali-kali kakak aku ngingetin aku buat ngelurusin niat . Aku istiqharah terus-menerus dan mencoba bener-bener meluruskan niat” lanjutnya. Aku diam. Memberikan isyarat kesempatan untuk tetap menlajutkan pembicaraannya.
“Bukannya, jika sejak awal niat kita salah, kesananya juga bakal ga akan bener ya?”
Ya, niat. Niat memang adalah hal yang sangat harus diperhatikan dalan memulai sesuatu kan?
Seperti salah satu hadist berikut:
“Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkan” (HR.Bukhori dan Muslim)
Aku belajar kembali dari pembicaraan dengannya. Bahwa meluruskan niat adalah hal yang paling utama. Dalam hal apa saja. Niat dalam memulai hijrah, niat dalam melakukan kebaikan, atau bahkan niat dalam memutuskan untuk menikah.
Jika niatmu dalam memulai hijrah, adalah karena hanya ingin dipandang baik oleh lingkungan sekitar, bukan karena Allah. Maka apa yang akan kamu dapat adalah semangatmu hijrah akan melemah jika tumpuanmu mulai memalingkan pandangannya darimu. Karena perhatian dari Allah-lah yang seharusnya kamu kejar.
Jika niat dalam melakukan suatu kebaikan adalah hanya untuk mendapatkan pujian dari oranglain, bukan karena perihal kewajiban kita sebagai manusia. Maka yang akan kamu dapat hanya rasa haus pujian secara terus-menerus.
Karena dengan pujian kita akan semakin melambung tinggi dan tinggi, tak sadar sedikit demi sedikit kesombongan muncul dan mulai mengikis kebaikan-kebaikanmu yang lain. Karena ikhlas karena Allah-lah yang seharusnya kamu lakukan.
Jika niat kamu memutuskan untuk menikah hanya karena orang-orang disekitarmu menuntutmu terus menerus. Maka yang akan kamu dapat hanya pernikahan tanpa pondasi yang kuat.
Tanpa adanya kesamaan visi dan misi untuk menuju Allah. Pernikahan hanya sekedar untuk membangun keluarga didunia, tapi tak pernah terpikir untuk jua membawanya ke Surga.
Karena menikah untuk mendapatkan Ridha Allah-lah yang seharusnya kamu cari.
Tapi, bukankah tidak ada alasan untuk tidak bisa memperbaiki niat? Jika niat-niatmu sejak awal sudah salah, tak mengapa. Kita saat ini masih diberikan hidup oleh Sang Maha Kuasa, bukankah itu artinya kita masih diberi waktu untuk memperbaikinya?
Luruskan kembali niatnya. Sebab selama kita hidup didunia, rekam jejak kitalah yang kelak akan membawa kita kemana, akankah ke Surga-Nya? Niat-niat kitalah yang akan menjadi alasan mendapatkan Ridho-Nya, akankah kita akan mendapatkannya?
“Karena niat seseorang dapat membuat seseorang menjadi berharga atau biasa saja di mata Allah. Niat yang menjadi hubungan pribadi antara sang hamba dengan Sang Khaliq. Niat yang hanya Allah dan hamba saja yang mengetahui. Niat yang tersembunyi jauh di dalam lubuk hati. Karena Allah yang Maha Mengetahui apa-apa yang tersirat di dalam hati hambaNya.” –unihanii
Luruskan niat (lagi). Tidak ada kata terlambat.
Terimakasih untuk perjalanan dan pembicaraan penuh nilai dan manfaat. Terimakasih karena secara tidak langsung memberikan motivasi untuk diri.
Semoga Allah menjaga setiap niat baik dan membantu aku, kamu dan kita dalam menjaga diri dan menjaga setiap niat.
Karawang, 1 Ramadhan 1438H.
--- Tulisan telat update hehe