Menyampaikan ilmu atau seringkali disebut guru, adalah perkara menyenangkan sekaligus menegangkan.
*Menyenangkan* karena menyampaikan ilmu ibarat menanam benih yg buahnya kelak insya Allah menjadi wasilah atas keridhaan-Nya..
*Menegangkan*, karena menjadi guru bukan hanya perihal menyampaikan lalu lari melupakan..
Karena benih harus terus dirawat dan disemai agar kelak tumbuh menjadi tanaman impian dengan bunga dan buah manis yg menyenangkan..
Guru, adalah ia yg tidak hanya mengajar namun juga mendidik..
Guru, adalah ia yg begitu mulia.. bahkan banyak dari para ulama lebih dulu mendoakan guru sebelum orang tua..
Untuk menjadi mulia, maka haruslah melewati rintangan dan proses yg juga mulia..
Ada peran hati yg terus menerus harus terus dijaga dan dibina untuk menggapai derajat mulia..
Saat murid memiliki sikap yg masih dalam proses, teruslah meluruskan tanpa sedikitpun mencela.. teruslah berkata baik karena ia adalah doa.. muridmu ibarat tanaman yg membutuhkan cinta dalam masa tumbuhnya..
Disinilah seorang guru belajar, belajar arti sebuah kesabaran..
Saat seorang murid melukai. Menangislah namun jangan membenci.. karena keberkaha ilmu seorang murid dipengaruhi keridhaan seorang guru atasnya.. maka teruslah meminta untuk keberkahan ilmu setiap murid, agar ilmu itu manfaat kelak bagi umat.. bukankah itu yg kita harapkan dari benih yg kita tanam? Agar ia manfaat bagi banyak orang? Bahkan meski sekedar termanfaatkan kayunya untuk kayu bakar?
Maka teruslah meminta.. disinilah saatnya seorang guru belajar tentang cara memaafkan tanpa kebencian
Saat melihat keberhasilan seorang murid, maka jangan pernah nisbatkan pada diri pribadi seolah2 kita yg paling berjasa. Bukankah semua tersebab karena izin-Nya?
Maka disinilah seorang guru belajar menjauhi kebanggaan diri dan rasa sombong yg akan menggerogoti hati..
Saat terasa sulit, maka teruslah berjuang dan husnudzon.. bukankah amal juga dinilai dari tingkat kesulitannya?
Teruslah memohon pada-Nya.. tugas guru hanyalah menyampaikan dan selanjutnya tugas-Nya untuk membukakan dan juga menentukan.
Maka teruslah berharap dan meminta tanpa berputus asa..
Disinilah seorang guru belajar untuk terus menanam harapan tanpa rasa kecewa..
*maka menjadilah guru yg tidak hanya mengajar namun juga belajar*
Tempatkanlah setiap murid sebagai murid dan juga guru, yg membuat kita dapat mengajar dan juga belajar..
guru layaknya seorang petani bagi murid yg menjadi tanaman..
Guru hanya bertugas menanam dan merawat.. urusan menumbuhkan biarlah menjadi urusan yg maha menumbuhkan.. maka rawatlah dengan penuh cinta, dan bersabarlah sampai masa panen itu tiba..
Lakukanlah apa yg bisa kita lakukan.. maka Allah akan menyelesaikan atas apa2 yg tidak bisa kita lakukan..
#semangatmenjadipetaniAllah 🔥🔥