Jalan menemukan cahaya dengan belajar. Jalan memberikan cahaya dengan mengajar.
seen from United Kingdom

seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from Germany
seen from China
seen from China
seen from Poland

seen from Maldives
seen from China
seen from China
seen from United Kingdom

seen from Maldives

seen from United States

seen from Germany
seen from Algeria
seen from United States

seen from Australia
seen from Belgium
Jalan menemukan cahaya dengan belajar. Jalan memberikan cahaya dengan mengajar.
Bahkan kalimat pun butuh jeda begitupun kita yang juninya dingin tanpa pertemuan mata. Tak apa, aku telah terbiasa tanpa canda tawa jika malam tiba----jangan terlalu kaku aku sudah tak mampu menghangatkan hati yang terlanjur beku dan jika sudah begitu aku tak ingin beranjak dari sampingmu.____rindu tak bertuan
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku Sebagai prasasti terima kasihku Tuk pengabdianmu
Lirik lagu hymne guru ini masih tak terbantahkan menurut saya, meski berapa orang kini mungkin dengan jahil memplesetkan guru sebagai pahlawan dengan tanda jasa menimbang ada beberapa aksi menuntut gaji atau akhirnya nominal uang yang diterima guru dirasa cukup tinggi (tapi siapa didunia ini yang butuh uang, menurut saya ketika ada hal demikian guru hanya berusaha menuntut haknya saja tapi tidak menciderai betapa mulia profesinya)
Malam saat photo ini memori bermain dikepala saya, mulai dari guru sekolah dasar yang menghajarkan baca dan tulis, guru sekolah menengah pertama dan atas yang menghajarkan keilmuan secara lebih kompleks, dosen diperkuliahan dengan pemaparan apik perpaduan teori dan praktik. Malam saat photo ini diambil adalah saat saya sedang menyiapkan materi perkuliahan (alhamdulillah dikasih kesempatan sekarang mengajar disalah satu perguruan tinggi di Batam).
kala itu yang ada dibenak saya ada dua, SATU betapa bodohnya saya tidak memanfaatkan kesempatan belajar yang pernah ada (saya memang bukan murid cemerlang yang selalu duduk mencata di meja depan, tangan mengacung kala ditanya, saya adalah murid bangku tengah yang tak jarang tertidur, disindir dikelas, atau kena cubitan sayang). DUA betapa bersyukurnya saya memiliki guru-guru yang sudah meluangkan waktu bukan hanya sekadar hadir dikelas, tapi memberikan handout berupa powerpoint dan memilih buku mana yang bisa jadi alternatif. Jadi malam itu saya murid yang biasa saja kini mulai mencoba menjadi seorang pengajar menyusun materi dari meraba apa yang telah para guru tinggalkan.
ada kejadian ketika saya mengajar seorang mahasiswa mengacungkan tangan “bu ngajarnya pelan-pelan”, oh men padahal menurut saya sebenarnya kecepatan menjelaskan ini masih bisa diikuti dan gondoknya karena sebenarnya tuh mahasiswa gak meratiin banget. tapi moment itu jadi pembelajaran buat saya dan jadi pengingat kalau saya pernah di posisi si mahasiswa yang melakukan kurang lebih persis ke dosen yang bersuara pelan. Mengajar tak pernah mudah tapi alhamdulillah ada orang-orang yang memlih jadi pengajar.
Kalau boleh mungkin saya kan memutar waktu dibangku kuliah, menyerah ilmu sebanyak-banyaknya, atau kalau boleh bertemu diri saya dimasa lalu bakal saya ketok kepalanya biar belajar dengan benar, tapi saya tahu itu tidak mungkin. Maka hari ini disinilah saya, tiap kala berusaha menyusun materi untuk mahasiswa, belajar menyampaikan dengan baik dan benar sembari mengenang betapa baik dan berjasanya para guru yang pernah hadir dihidup saya :)
Menjadi pengajar cerdas berarti siap untuk mengabdi selama 1 tahun. Manfaatkanlah kesempatan yang datang dengan sebaik-baiknya. Pendaftaran pengajar cerdas angkatan 3 sudah dibuka. DaftarG3h! Klik bit.ly/daftarpc3 ya! 😊 #Repost @pengajarcerdas Perpustakaan keliling adalah salah satu kegiatan yang aktif berjalan di SDN Gunung Katun Tanjungan. Ira (PC 2) menginisiasi kegiatan ini karena Ira ingin anak-anak dapat mencintai buku. Lewat kegiatan perpustakaan keliling, Ira mengajak anak-anak untuk terus semangat membaca. Sebab dari buku, mereka akan mendapatkan banyak sekali ilmu. Terkadang kegiatan perpustakaan keliling ini dilakukan di dalam rumah, di halaman, di bawah pohon, di mana saja asal anak-anak dapat membaca dengan nyaman. . . Baca selengkapnya : https://tubabacerdas.org/baca-baca-baca-banyak-buku/ . . Mau merasakan apa yang ira rasakan memupuk semangat membaca anak-anak di Kabupaten Tulang Bawang Barat? Klik bit.ly/daftarpc3 . . Pendaftaran Pengajar Cerdas 3 sudah dibuka 16 July - 31 Agustus 2017 . . #DaftarG3h #pendidikan #tulangbawangbarat #lampung #pengajarcerdas #tubabacerdas #penggerak #guru #pengajar #relawan #relawanpendidikan (at Tulang Bawang Barat, Lampung)
Kembali berkisah jika takdir yang bercerita
Aku bisa apa
Membenci tak daya, suka pun harus dijaga
Cinta, tak pernah terduga
Untuk hadir mengetarkan dada
Tak perlu tanyakan rasa masih ada
Berjumpa mata pun aku tak bisa
Karena terjebak diantara rasa dan aku sudah sebagai orang biasa untuk cerita kita berdua
Memendam rasa awalnya, berakhir dalam duka___rindu_tak_bertuan
Temui aku dalam Doa agar rasa tak menjadi dusta,jika memang sudah waktunya bersama apalah arti dari sebuah cerita lama yang mengekang langkah___rindu_tak_bertuan
Motivasi Semangat Belajar, Satgas Yonif 641/Bru Bantu Menjadi Tenaga Pengajar di SD Distrik Kelila
Membramo Tengah – Dalam rangka meningkatkan motivasi belajar anak-anak, Satgas Yonif 641/Bru melalui Pos kelila melaksanakan kegiatan mengajar anak-anak sekolah bertempat di SD Kelila, Distrik Kelila, Kabupaten Membramo Tengah, Papua Pegunungan, (24/05/2025). Danpos Kelila Kpt inf Rio Bayu Rindyatmaja S.T.Han. mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata dalam membantu mencerdaskan…
Dari dulu yang menjadi dilema ketika mengajar adalah persepsi sekitar mengenai pendidikan itu sendiri. Ada yang hanya butuh "legalitas" untuk melanjutkan warisan, ada yg hanya "pelengkap" agar tak menjadi bahan dikalangan sosial, ada juga yg " gatau" buat apa memiliki pendidikan buat apa sekolah, dan buat apa belajar.
Setiap kali mengajar, hal yang sering ku tekankan pada peserta didik/orang tua/wali/lingkungan sekitar
Belajar itu penting. Sepenting seperti alat kita untuk bertahan hidup didunia yang penuh dengan jebakan ini.
Namun banyak orang yang sudah terbiasa dizonanya, ditempat yang aman, yang belajar atau tidak mereka tetap safety. Seringnya sedih ku rasa, sebagai pengajar, sudah kewajiban kami memberikan hak peserta didik yaitu pembelajaran yang layak, namun seringkali peserta didik tidak bisa diberikan haknya, walinya juga merasa tidak apa" jika tidak dapat.
Kalau mau dianggap gampang, ya kita ikuti saja alurnya, ikuti saja keinginan orangtua atau walinya. Tapi aku sendiri tidak bisa seperti itu, aku inginkan peserta didik ku bisa mencapai tujuan ia menjadi peserta didik. Sering terjadi seperti ini namun, lama lama ini akan menjadi hal yang biasa. Dan akan terus begini jika, pola pikir tidak diubah.
Semoga saja nanti dan seterusnya, tidak ada yang meremehkan bagaimana pendidikan itu sendiri menjadi hal yang penting dan harus diprioritaskan